Warga Sagea-Kiya Melawan Kriminalisasi: “Tanah Kami Bukan Barang Dagangan, Cabut Laporan 14 Warga!
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar

MEMBELA RUANG HIDUP: Sejumlah warga yang tergabung dalam Koalisi Save Sagea melakukan aksi bentang poster sebagai bentuk perlawanan terhadap intimidasi industri ekstraktif di Weda Utara. (Foto: Istimewa)
Menolak Kesepakatan Sepihak
Koalisi juga mengklarifikasi terkait pertemuan di Kantor Camat Weda Utara pada 11 Februari 2026. Meskipun sempat beredar kabar adanya kesepakatan antara perusahaan dan pemerintah setempat, Koalisi Save Sagea menyatakan secara tegas keluar dari ruangan (walk out) dan menolak menandatangani dokumen tersebut.
“Salah satu poin kesepakatan mengeklaim masyarakat mendukung tambang dan menjamin tidak ada gangguan terhadap perusahaan. Kami tegaskan: itu bukan suara kami. Tanah ini adalah sejarah dan masa depan kami, tidak bisa ditukar dengan tanda tangan di atas kertas,” tambah koalisi.
Dampak Lingkungan yang Nyata
Kehadiran PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia dan PT First Pacific Mining dikhawatirkan akan meninggalkan beban ekologis yang permanen, seperti:
- Rusaknya Ekosistem Karst: Mengancam ketersediaan air bersih bagi warga.
- Pencemaran Lingkungan: Potensi kerusakan permanen pada Telaga Yonelo.
- Konflik Sosial: Menciptakan ketegangan di tengah masyarakat desa.
Pernyataan Sikap dan Tuntutan
Atas dasar situasi tersebut, Koalisi Save Sagea menyatakan sikap sebagai berikut:
- Mendesak PT Zhong Hai Rare Metal Mining Indonesia untuk segera mencabut laporan polisi terhadap 14 warga Sagea dan Kiya tanpa syarat.
- Menuntut Pemerintah Daerah Halmahera Tengah dan Provinsi Maluku Utara mengeluarkan rekomendasi pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Zhong Hai Rare Metal Metal Indonesia dan PT First Pacific Mining.
- Mendesak Kementerian ESDM untuk membatalkan izin operasi kedua perusahaan tersebut di wilayah Sagea–Kiya.
- Menghentikan segala bentuk intimidasi fisik maupun hukum terhadap anggota koalisi dan warga yang berjuang.
Perjuangan ini bukan hanya untuk hari ini, melainkan demi memastikan generasi mendatang masih bisa menghirup udara bersih dan meminum air dari tanah mereka sendiri. Kami tetap berdiri tegak melawan “monster” tambang yang merusak.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar