Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

Pemuda Pesakitan, Penikmat Sejarah Peradaban.

  • calendar_month Senin, 27 Okt 2025
  • visibility 233
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kita hidup di zaman yang gemerlap tapi sunyi,masa ketika para pemuda lebih sibuk memotret reruntuhan sejarah ketimbang membangunnya kembali. Mereka menjadi penikmat kisah-kisah perjuangan, bukan pelanjut perjuangan itu sendiri. Kita bangga dengan masa lalu, tapi lupa bertanggung jawab atas masa depan.

Pemuda hari ini, dalam banyak hal telah menjadi pesakitan sejarah.
Tersandera oleh kemapanan, dipenjara oleh kenyamanan, dan kehilangan arah di tengah derasnya arus kapitalisme digital. Kita menjadi saksi generasi yang bangga menyebut diri “pewaris peradaban”, namun abai pada kenyataan bahwa peradaban itu tengah runtuh di depan mata.

Menelisik pemuda Maluku Utara, Kita menyebut diri anak negeri rempah, tapi gagal melindungi tanah tempat rempah itu tumbuh. Kita berbicara tentang kejayaan masa lampau, tapi tak berani menolak perusahaan-perusahaan yang menjarah laut dan hutan kita hari ini.

Di sinilah ironi itu lahir: pemuda yang gemar berbicara tentang Sultan Baabullah, Sultan Khairun, Sultan Nuku dan para Kapita yang berjuang untuk tanah ini tapi diam ketika rakyat di Halmahera diusir dari tanahnya. Pemuda yang mengutip kata “persatuan”, tapi tak lagi mengenal makna solidaritas.
Kita menjadi generasi yang fasih dalam narasi, tapi gagap dalam aksi.

bahwa problem utama kepemudaan hari ini bukan kekurangan potensi, melainkan kehilangan orientasi. Kita punya pendidikan, tapi tak punya kesadaran. Kita punya akses, tapi tidak punya arah.
Kita terlalu sibuk menjadi “modern,” tapi lupa menjadi “manusia.”

Sejarah tak butuh penikmat baru, tapi pelaku baru.
Kita tak bisa terus hidup di bawah bayang-bayang masa lalu sambil menunggu keajaiban dari masa depan. Sumpah Pemuda bukan sekadar deklarasi masa lampau ia adalah perintah abadi untuk terus melawan setiap bentuk penindasan, baik dari penjajahan fisik maupun ekonomi, budaya, dan politik.

Pemuda pesakitan adalah mereka yang menyerah pada keadaan, yang lebih sibuk memperindah citra diri ketimbang memperjuangkan martabat bangsanya.
Sedangkan pemuda pembaharu adalah mereka yang berani menanggung luka, kehilangan, dan ketakutan demi satu hal yang lebih besar yakni kemanusiaan.

Maka, di tengah zaman yang memperjualbelikan segala hal, termasuk idealisme, tugas pemuda bukan lagi mencari kenyamanan, tetapi menyalakan kembali bara yang hampir padam.

Karena sejarah tidak akan mengingat mereka yang diam.
Sejarah hanya mengingat mereka yang melawan bahkan ketika dunia menertawakannya.

  • Penulis: Zulfikran Bailussy Ketua LBH Ansor Maluku Utara
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suhail Elly, S.Ak

    Demonstrasi Harus Bergeser dari Penyampaian Aspirasi Menuju Desakan Keputusan Politik

    • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
    • account_circle Suhail Elly, S.Ak, Wasekum Bidang PTKP HMI Cabang Yogyakarta
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Hari ini banyak terjadi demonstrasi diberbagai daerah, hal ini disebabkan karena situasi negara semakin kesini semakin mengkhawatirkan maka mahasiswa dan masyarakat sipil turun ke jalan untuk mengevaluasi negara. namun pola pergerakan yang terjadi saat ini terlalu usang dan kumuh sehinggah isu dan tuntutan yang dibawa akan selalu berdebu dilaci-laci pemerintahan tanpa adanya realisasi yang nyata. […]

  • Foto suasana upacara HUT ke-80 RI di Lapas Jambula

    Wakil Gubernur Maluku Utara beri Remisi HUT ke-80 RI di Ternate

    • calendar_month Minggu, 17 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 702
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – TERNATE, Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Jambula, Ternate, Minggu (17/8/2025). Wagub Sarbin bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat Presiden RI dan pesan Menteri Imigrasi serta Pemasyarakatan. Upacara ini tidak hanya merayakan HUT ke-80 RI, tetapi juga […]

  • ketua LBH Ansor Kota Ternate

    Saya menyebutnya Si Melankolis: Sutan Sjahrir Melihat Indonesia dalam Teropong Sosialisme

    • calendar_month Minggu, 19 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.355
    • 0Komentar

    Sutan Sjahrir adalah paradoks dalam sejarah Indonesia: ia pejuang kemerdekaan yang tidak meledak dalam retorika, melainkan menyusup melalui keheningan pikiran. Di saat banyak pemimpin memanggil massa dengan semboyan, Sjahrir memilih menulis dalam sunyi. Ia dijuluki “si melankolis”, bukan karena ia lemah, melainkan karena ia terlalu mencintai bangsanya hingga takut melihatnya terjerumus dalam kesalahan sejarah. Bagi […]

  • Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    Kepala Puskesmas Buho-buho Klarifikasi Dugaan Pungli Ambulans Korban Petir di Morotai Timur

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 432
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Puskesmas Buho-buho, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, Siti Aminah Palue, memberikan klarifikasi terkait pemberitaan dugaan pungutan biaya ambulans terhadap keluarga nelayan korban sambaran petir asal Desa Mira. Siti Aminah menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta maupun menerima pembayaran ambulans dari keluarga korban. Menurutnya, komunikasi terkait penggunaan ambulans terjadi setelah […]

  • Generasi Muda NU Dampingi Dinas Pertanian Maluku Utara Distribusikan 60 Saset Benih Cabai Rawit

    Generasi Muda NU Dampingi Dinas Pertanian Maluku Utara Distribusikan 60 Saset Benih Cabai Rawit

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 214
    • 0Komentar

    Sumber foto : Istimewa

  • Mahasiswa Kota Ternate menari kegiatan JKPI 2025. Play Button

    Meriah di Panggung, Terlupakan di Belakang Layar: Curhat Mahasiswa Ternate di Yogyakarta Terhadap Pemkot

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.795
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Rabu (13/8/25) Harapan mahasiswa Kota Ternate untuk mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ternate saat gelaran Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2025 di Yogyakarta pupus sudah. Meski ikut memeriahkan acara dengan menampilkan tarian khas daerah, mereka justru pulang membawa rasa kecewa. Penetapan Ternate sebagai tuan rumah JKPI 2026 memang menjadi momen penting. […]

expand_less