Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

  • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
  • visibility 739
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tamansiswa, yang secara historis lahir sebagai antitesis terhadap hegemoni kolonial, kini justru terjebak dalam hegemoni usang di dalam tubuhnya sendiri. Cita-cita revolusioner Ki Hadjar Dewantara untuk memerdekakan manusia secara lahir dan batin tampak kehilangan daya ledaknya di era modern ini. Alih-alih bertransformasi menjadi poros pemikiran pendidikan kontemporer, organisasi ini justru mengalami kemandekan struktural yang sangat memprihatinkan. Ketika ormas-ormas besar seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama terus berlari membangun peradaban lewat institusi pendidikan yang progresif, Tamansiswa seolah berjalan di tempat. Keagungan masa lalu kini hanya menjadi alat legitimasi bagi kemalasan berpikir untuk menyusun konsep-konsep pendidikan baru yang relevan dengan zaman. Ironisnya, institusi yang seharusnya memproduksi wacana tanding (counter-discourse) pendidikan nasional ini justru tenggelam dalam romantisme sejarah yang ahistoris. Kegagalan bersaing ini bukanlah kebetulan sejarah, melainkan produk langsung dari patologi struktural yang menggerogoti jantung organisasi.

Patologi struktural ini paling terang benderang terlihat pada komposisi elite Majelis Luhur Tamansiswa yang terjebak dalam sindrom gerontokrasi. Nama-nama sepuh seperti Ki Sri-Edi Swasono, Ki Pardimin, Ki Saur Panjaitan, hingga Ki Gandung Ngadina terus mendominasi ruang- ruang pengambilan keputusan strategis. Kehadiran mereka secara sosiologis mengonfirmasi terjadinya oligarki elitis, di mana sirkulasi kekuasaan hanya berputar pada generasi yang sama selama puluhan tahun. Dalam analisis fungsionalisme struktural Talcott Parsons, sebuah sistem akan mengalami disfungsi jika subsistem adaptasinya lumpuh total akibat kekakuan struktur. Kelumpuhan adaptasi di Tamansiswa terjadi karena para pemangku kebijakan di usia senja secara alamiah memiliki jarak epistemologis yang terlampau jauh dengan realitas generasi mutakhir. Akibatnya, kebijakan yang diproduksi cenderung bersifat konservatif, berorientasi pada pemeliharaan status quo, dan alergi terhadap gempuran disrupsi global. Taman Siswa kini telah bermutasi dari sebuah lokomotif pergerakan yang dinamis menjadi sekadar “Taman Orangtua” yang kedap terhadap kritik dan perubahan.

  • Penulis: Ain Dadong/ Ketua BEM UST Yogyakarta
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Iras

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pembukaan Festival Sorai Waisai 2025 oleh mahasiswa KKN UGM di Pelabuhan Falaya, Raja Ampat

    Festival Sorai Waisai 2025: Pengabdian Mahasiswa UGM di Raja Ampat

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.091
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Raja Ampat, 7 Agustus 2025 — Pelabuhan Falaya, Kota Waisai, menjadi saksi perhelatan Festival Sorai Waisai 2025, yang merupakan puncak kegiatan Kuliah Kerja Nyata – Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Distrik Waisai, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Digelar pada Selasa, 5 Agustus 2025, festival ini menjadi penutup dari […]

  • Hipma-Galut Desak Polres dan Kejari Halut Segera Proses Istri Eks Kades Dodowo Atas Dugaan Jual Tanah Wakaf Masjid

    Hipma-Galut Desak Polres dan Kejari Halut Segera Proses Istri Eks Kades Dodowo Atas Dugaan Jual Tanah Wakaf Masjid

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Jainudin Naba
    • visibility 333
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, HALMAHERA UTARA – Himpunan Pelajar Mahasiswa Galela Utara (Hipma-Galut) mendesak Kepolisian Resor (Polres) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Utara (Halut) untuk segera memproses hukum kasus dugaan penjualan tanah wakaf milik masjid. Kasus ini melibatkan istri mantan Kepala Desa (Kades) Dodowo, Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara. Desakan tersebut disampaikan lantaran […]

  • Peserta lomba gerak jalan indah SD di Halmahera Tengah memeriahkan HUT RI ke-80

    Lomba Gerak Jalan Indah SD Meriahkan HUT RI ke-80 di Halmahera Tengah

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 597
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah menggelar lomba gerak jalan indah Halmahera Tengah untuk siswa SD pada Selasa (12/8/2025) di Kecamatan Weda. Panitia mencatat 16 tim dari SD Negeri, MI, dan SDIT ikut memeriahkan acara tersebut. Setiap tim menampilkan formasi kreatif, kekompakan langkah, dan semangat nasionalisme. Wakil Bupati Membuka Lomba Gerak Jalan Indah Halmahera Tengah […]

  • Fakta Mengejutkan di Balik Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

    Fakta Mengejutkan di Balik Angka Depresi dan Bunuh Diri di Indonesia

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 740
    • 0Komentar

    Ilustrasi : pexels Kesehatan mental adalah elemen penting dalam menjalani kehidupan yang seimbang dan bermakna. Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental adalah keadaan sejahtera yang memungkinkan seseorang untuk mengatasi tekanan hidup, menyadari kemampuannya, belajar dan bekerja dengan baik, serta berkontribusi pada komunitasnya (WHO, 2004). Namun, data menunjukkan bahwa gangguan kesehatan mental terus meningkat di […]

  • korban

    Penganiayaan Brutal di Ternate, LBH Ansor Minta Pelaku Dijerat Pasal Maksimal

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 479
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO), 30 Maret 2026 – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara mendesak penyidik Satreskrim Polres Ternate untuk menerapkan pasal pidana dengan ancaman hukuman maksimal dalam kasus dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam yang terjadi di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, S.H., menegaskan bahwa peristiwa tersebut tidak dapat […]

  • Tunjangan DPRD Malut

    GP Ansor Tidore Kepulauan Minta Semua Pihak Hormati Proses Hukum Kasus Tunjangan DPRD Malut

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 235
    • 0Komentar

    TIDORE (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, memberikan pernyataan resmi terkait dinamika hukum yang tengah berkembang di Maluku Utara. Ia mengingatkan pentingnya menempatkan penanganan dugaan persoalan tunjangan di DPRD Provinsi Maluku Utara periode 2019–2024 dalam koridor asas legalitas yang tepat. Dalam pernyataannya pada Selasa (17/2/2026), Jafar menegaskan bahwa […]

expand_less