Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Ketika Gaza Berpuasa di Tengah Reruntuhan

Ketika Gaza Berpuasa di Tengah Reruntuhan

  • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
  • visibility 475
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Tragedi kemanusiaan di Palestina merupakan konflik berkepanjangan yang telah berlangsung sejak akhir abad ke-19 hingga abad ke-21. Konflik ini menjadi salah satu tragedi kemanusiaan terbesar di dunia yang telah menelan ribuan korban jiwa. Di antara korban tersebut, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dan paling banyak terdampak.

Genosida yang dilakukan oleh Zionis Israel tidak hanya menyebabkan kematian, tetapi juga kelaparan dan penderitaan berkepanjangan bagi warga Palestina. Situasi ini menjadi bukti nyata pelanggaran terhadap Hak Asasi Manusia (HAM) serta pelanggaran terhadap aturan perang yang telah diatur oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Tindakan kekerasan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina seharusnya mendapat respons tegas dari komunitas internasional. PBB sebagai organisasi dunia yang diharapkan mampu menjaga perdamaian global seharusnya memainkan peran lebih aktif dalam menghentikan konflik yang tak kunjung berakhir ini.

Saat ini, masyarakat Palestina hidup dalam bayang-bayang ketakutan. Di saat umat Islam di seluruh dunia menyambut bulan suci Ramadhan dengan penuh kebahagiaan, kondisi yang berbeda justru dialami oleh warga Palestina. Mereka menjalankan ibadah puasa di tengah agresi militer Israel yang terus berlangsung dan telah menelan banyak korban, mulai dari anak-anak, perempuan, hingga warga sipil lainnya.

Ramadhan yang seharusnya menjadi momentum kebahagiaan dan pembebasan spiritual bagi umat Islam, justru berubah menjadi waktu yang penuh kecemasan bagi warga Palestina. Di Jalur Gaza, masyarakat menyambut bulan suci ini di tengah situasi gencatan senjata yang rapuh. Luka mendalam akibat perang Israel-Hamas serta kesulitan hidup sehari-hari membuat suasana Ramadhan yang biasanya meriah menjadi terasa suram.

Darah dan air mata terus mengalir di tanah Palestina. Serangan militer Israel berulang kali menghantam berbagai infrastruktur dan menambah jumlah korban jiwa. Pada tahun 2026 saja, sedikitnya 31 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan tersebut. Serangan yang menyasar warga sipil merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan dan melanggar prinsip-prinsip hukum perang internasional.

Serangan Israel bahkan terjadi saat kesepakatan gencatan senjata sedang berlangsung. Pada bulan suci Ramadhan, serangan terbaru dilaporkan menewaskan lima warga Palestina. Kekerasan ini menjadi insiden terbaru dalam konflik yang dimediasi oleh Amerika Serikat antara Israel dan Hamas.

Dilansir oleh AFP pada Jumat (27/2/2026), badan pertahanan sipil Gaza yang beroperasi di bawah otoritas Hamas melaporkan bahwa serangan udara pada dini hari menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai satu orang lainnya di wilayah Gaza tengah. Selain itu, serangan drone di wilayah selatan Jalur Gaza yang terjadi tidak lama setelah tengah malam dilaporkan menewaskan tiga orang serta melukai beberapa warga lainnya.

Agresi yang terus berlangsung ini juga menghancurkan masa depan anak-anak Palestina. Banyak sekolah, rumah sakit, serta fasilitas vital lainnya yang hancur akibat serangan. Kerusakan tersebut berdampak langsung pada terbatasnya akses pendidikan bagi generasi muda Palestina.

Berdasarkan laporan yang dilansir oleh Republika.co.id, citra satelit menunjukkan sekitar 85,8 persen sekolah di Jalur Gaza mengalami kerusakan sejak 7 Oktober 2023. Bahkan hampir 29 persen di antaranya merupakan sekolah yang dikelola oleh PBB. Kondisi ini membuat banyak anak Palestina kehilangan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Dalam situasi yang penuh penderitaan tersebut, muncul gambaran yang sangat menyentuh mengenai harapan anak-anak Palestina. Dalam sebuah survei yang disampaikan oleh Ustaz Abdul Somad dan dikutip dari HaiBandung.com, anak-anak Palestina diminta menuliskan cita-cita mereka. Banyak dari mereka menjawab dengan satu keinginan yang mengejutkan: menjadi syahid. Jawaban yang sederhana namun sarat makna ini membuat banyak orang di seluruh dunia terharu dan merenungkan kembali besarnya penderitaan yang mereka alami.

Pertanyaan besar yang kemudian muncul adalah: akankah perang ini benar-benar berakhir? Pertanyaan tersebut bukan hanya muncul dari pengamat internasional, tetapi juga dari masyarakat Palestina sendiri yang telah lama hidup dalam konflik berkepanjangan.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berbagai upaya diplomatik telah dilakukan oleh negara-negara di dunia. Salah satu langkah yang terus diperjuangkan adalah pengakuan Palestina sebagai anggota penuh Perserikatan Bangsa-Bangsa. Harapannya, pengakuan tersebut dapat membuka jalan bagi terciptanya perdamaian dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Dilansir oleh CNBC Indonesia, Majelis Umum PBB menyatakan bahwa Palestina memenuhi syarat untuk menjadi anggota penuh PBB. Keputusan tersebut kemudian diteruskan sebagai rekomendasi kepada Dewan Keamanan PBB. Dalam pemungutan suara yang berlangsung di New York pada 10 Mei 2024, sebanyak 143 negara menyatakan dukungan terhadap keanggotaan Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh Al-Jazeera.

Namun demikian, dukungan tersebut belum sepenuhnya menjawab harapan rakyat Palestina. Hingga saat ini, ancaman rudal dan serangan militer Israel masih terus menghantui kehidupan masyarakat di wilayah tersebut.

Keanggotaan Palestina di PBB memang merupakan langkah penting, tetapi hal itu tidak secara otomatis menjamin keamanan bagi rakyat Palestina. Penyelesaian konflik ini membutuhkan komitmen bersama dari negara-negara di dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Upaya dehumanisasi yang dilakukan terhadap rakyat Palestina menunjukkan adanya keinginan untuk menghapus identitas dan keberadaan mereka. Oleh karena itu, solidaritas global menjadi faktor penting dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak hidup rakyat Palestina.

Di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya antara Israel dan Iran, dunia sering kali teralihkan dari penderitaan yang terus dialami oleh rakyat Palestina. Padahal, hingga saat ini mereka masih hidup dalam bayang-bayang ketakutan akibat serangan yang tidak kunjung berhenti.

Seruan solidaritas dan aksi kemanusiaan terhadap Palestina terus disuarakan di berbagai belahan dunia. Isu ini bukan semata persoalan agama, melainkan persoalan kemanusiaan yang menyangkut hak hidup, keadilan, dan martabat manusia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang secara konsisten mengecam tindakan agresi Israel terhadap Palestina. Berbagai aksi solidaritas, baik dari kalangan mahasiswa maupun masyarakat umum, terus dilakukan sebagai bentuk dukungan moral bagi perjuangan rakyat Palestina.

Melalui tulisan ini, penulis berharap masyarakat dunia dapat lebih memahami penderitaan yang dialami oleh rakyat Palestina. Ribuan korban jiwa, anak-anak yang kehilangan akses pendidikan, keluarga yang kehilangan orang tercinta, serta ancaman kelaparan yang terus membayangi, menjadi gambaran nyata dari tragedi kemanusiaan yang belum berakhir.

Semoga tulisan ini dapat menjadi pengingat bahwa penderitaan di Palestina masih berlangsung hingga hari ini. Oleh karena itu, mari kita terus memberikan dukungan, doa, dan solidaritas bagi saudara-saudara kita di Palestina.

Sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Soekarno:

“Selama kemerdekaan bangsa Palestina belum diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itulah bangsa Indonesia berdiri menentang penjajahan Israel.”

  • Penulis: Oleh: Muhammad Muzijad Mandea, S.Pd Ketua Literasi Pasifik Morotai
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana diskusi publik SEMAINDO Halmahera Barat tentang pengembangan geothermal dan transisi energi rendah karbon di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

    Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Potensi Energi Bersih dan Isu Keadilan Ekologis

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 377
    • 0Komentar

    Balengko Space, Jakarta, 12 Maret 2026 — Sentrum Mahasiswa Indonesia (SEMAINDO) Halmahera Barat DKI Jakarta menggelar diskusi publik dan buka puasa bersama bertajuk “Geothermal Halmahera Barat: Antara Transisi Energi Rendah Karbon dan Keadilan Ekologis.” Kegiatan yang berlangsung di Hotel BlueSky Raden Saleh, Jakarta, ini menghadirkan narasumber dari pemerintah, asosiasi energi panas bumi, kalangan industri, serta […]

  • Anak-anak panti mengikuti lomba menghias tumpeng HUT RI ke-80 di Ternate

    Lomba Menghias Tumpeng Meriahkan HUT RI ke-80 di Panti Sosial Ternate

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 502
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, Dinas Sosial Provinsi Maluku Utara bersama Panti Sosial Anak Asuh (PSAA) Budi Sentosa dan Rumah Sejahtera Ternate menggelar Lomba Menghias Tumpeng dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-80. Kegiatan ini berlangsung di halaman panti pada Rabu (13/8/2025) sebagai bagian dari Pekan Kreasi dan Seni Anak Gembira (PAKESANG) 2025. Ketua TP PKK […]

  • KAWAL APBD: Naswin Rowo, Anggota DPRD Pulau Morotai, berdialog langsung dengan warga Desa Momojiu dalam agenda Reses I, Sabtu (14/3). Sejumlah aspirasi mulai dari pembangunan talud penahan ombak hingga instalasi PDAM diserap untuk diperjuangkan dalam pembahasan anggaran bersama Pemerintah Daerah. Play Button

    Serap Aspirasi di Desa Momojiu, Naswin Rowo Kawal Usulan Warga Masuk APBD

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 498
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pulau Morotai, Naswin Rowo, melaksanakan agenda Reses I Masa Sidang I Tahun 2026 yang dipusatkan di Desa Momojiu, Kecamatan Morotai Selatan, Sabtu (14/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi wakil rakyat tersebut untuk menjaring keluhan serta kebutuhan mendesak masyarakat di daerah pemilihannya. Agenda ini […]

  • Fahrul Abd Muid, Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Maluku Utara.

    Positive Thinking dan Kekuasaan: Cara Gubernur Membentuk Nasib Rakyat

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
    • visibility 397
    • 0Komentar

    Ternyata pikiran kita bisa menciptakan realitas-kenyataan. Hal inilah yang selalu dilakukan oleh Gubernur dalam gaya kepemimpinannya. Bahwa pikiran bisa menentukan perilaku saya, anda dan kita semua. Gubernur tidak bisa berpikir siapa itu Gubernur, tetapi Gubernur bergantung pada apa yang Gubernur pikirkan tentang diri Gubernur. Gubernur itu ada, karena diadakan oleh Tuhan melalui rakyatnya. Maka dalam […]

  • Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, M. Sukri Mandea, saat menggelar reses dan berdialog bersama masyarakat Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Senin (16/3/2026). Sorce: Istimewa

    Dari Talud hingga Jalan Tani, Ini Aspirasi Warga ke Sukri Mandea di Reses Morotai Utara

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 688
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE (Morotai) – Anggota DPRD Kabupaten Pulau Morotai, M. Sukri Mandea, menggelar kegiatan reses masa sidang I Tahun 2026 di Desa Kenari, Kecamatan Morotai Utara, Senin (16/3/2026). Kegiatan ini menjadi momentum bagi politisi Partai Demokrat tersebut untuk bertemu langsung dengan masyarakat sekaligus menyerap berbagai aspirasi yang nantinya akan diperjuangkan dalam forum DPRD. Dalam sambutannya, […]

  • Gebyar Pasar Murah Ternate: Gubernur Maluku Utara Berikan 10.000 Paket Sembako Murah

    Gebyar Pasar Murah Ternate: Gubernur Maluku Utara Berikan 10.000 Paket Sembako Murah

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Fairy Sinta
    • visibility 348
    • 0Komentar

    Ternate, (22/3/25) – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menggelar Gebyar Pasar Murah di Ternate untuk menyambut Ramadan 1446 H. Program ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di beberapa kabupaten di Maluku Utara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara menginisiasi kegiatan ini dengan menyediakan […]

expand_less