Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 603
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Himpunan Mahasiswa Islam yang prakarsai oleh Ayah Handa Lafran Pane pada tanggal 5 Februari Tahun 1947 bertepatan di Sekolah Tinggi Islam (STI) di ruang mata kuliah ilmu Tafsir dengan tujuan pertama mempertahankan NKRI dan Mempertinggi derajat rakyat Indonesia, kedua Menegakkan serta mengembangkan ajaran Islam. Kedua tujuan ini sebagai dasar moral pijakan perkaderan yang harus di tanamkan pada setiap kader Himpunan Mahasiswa Islam. Perkaderan harus difahami sebagai jalan jihad intelektual kader HMI yang tumbuh dalam ruang-ruang dialektika. Ruang yang tidak hanya melahirkan pradikma politik structural, namun ruang transformasi gagasan kebangsaan sebagai wujud nyata dari tujuan HMI. Selain itu proses perkaderan tidak hanya dipahami dalam forum LKI, LKII ataupun LKIII, namun perkaderan diformulasi dalam dimensi Sosial, Sejarah, dan Alam Semesta sebagai tugas yang di embang oleh kader HMI. Wacana kebanggsaan akan menjadi tanda tanya, bahkan kehilangan makna seketika pola perkaderan tidak mampu membangun kepekaan kader HMI dalam membaca problem sosial yang hari ini terjadi. Mempertahankan NKRI dan mempertinggi derajat rakyat Indonesia merupakan tanggung jawab moral yang melahirkan komitmen kebangsaan dalam setiap nadi perjuangan. Sehingga perkaderan menjadi peran penting dalam mewujudkan tujuan suci yang tertulis dalam tintah sejarah.

Dalam merumuskan gagasan kebangsaan yang lahir dari Himpunan Mahasiswa Islam lebih khususnya Cabang Yogyakarta, membutuhkan pola perkaderan yang sistematis tidak hanya berada dalam Traning-Traning formal, namun gagasan kebangsaan harus berangkat dari derita luka dan air mata kaum miskin sebagai jembatan jihad intelektual kader Hmi. Sehingga tolak ukur keberhasilan perkaderan yaitu kader yang mempunyai lima kualitas cita. Selain itu, perkaderan HMI sebagai laboratorium intelektual menjadi jembatan dalam menumbuhkan kesadaran kader sebagaimana yang dijelaskan dalam tujuan Latihan Kader I “membentuk kepribadian muslim yang berkualitas akademis, sadar akan fungsi serta perannya dalam berorganisasi, serta bertanggung jawab sebagai kader umat dan bangsa”. Sehingga mampu melahirkan wawasan ke-Islaman, ke-Indonesiaan, dan keMahasiswaan yang utuh sebagai dasar merumuskan gagasan kebangsaan. Menurut Agusalim Sitompul dalam bukunya Menyatu dengan Umat, Menyatuh dengan Bangsa (Pemikiran Keislaman-Keindonesiaa), tidak hanya minitik beratkan kepada penyatuan solidaritas yang kaku, dogma, ataupun doktrin. Namun proses penyatuan antara keumatan dan kebangsaan sebagai spirit yang mempunyai metodologi sistematis yang dirumuskan melalui ruang-ruang perkaderam Himpunan Mahasiswa Islam (Hmi). Perkaderan HMI harus mampu tumbuh dan berkembangan dalam ruang sosial dan keagamaan sebagai bentuk implementasi insan pengabdi, yang dilandasi dengan tanggung jawab yang lahir secara sadar pada diri kader, Fungsi HMI sebagai organisasi kader menjadikan gerak langkah keorganisasian menitikberatkan pada pengembangan kualitas SDM kader sebagaimana yang diharapkan Pedoman Perkaderan HMI. 

  • Penulis: Madarudin Lapandewa
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Farhan mahasiswa Universitas Widyamataram Yogyakarta calon BEM

    Farhan, Wajah Baru Kepemimpinan Mahasiswa Widyamataram

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 530
    • 0Komentar

    Yogyakarta selalu dikenal sebagai kota pelajar yang melahirkan generasi muda penuh semangat. Salah satunya adalah Farhan, mahasiswa Universitas Widyamataram Yogyakarta, yang kini siap maju dalam pemilihan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)bersama pasangannya Ecclesia. Farhan dikenal sebagai sosok yang aktif, komunikatif, dan peduli terhadap lingkungan kampus. Sejak awal kuliah, ia terlibat dalam berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan […]

  • Gambar Ilustrasi : Indonesiana.id

    ARGUMEN TITIK TEMU AGAMA-AGAMA

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd Muid Adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua PW. GP. Ansor Maluku Utara
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Adalah membahas untuk menemukan dasar argumennya perihal titik temu-nuqthatu al-liqa’ akar konflik antara Israel dan Palestina yang sampai hari ini masih saja terjadi. Kita jadikan upaya maksimal sebagai dasar yang kuat secara teologi agar terciptanya sebuah hubungan perdamaian dan keselamatan yang hakiki antara Israel dan Palestina, karena ini adalah konflik etnik Yahudi dan etnik Arab-bukan […]

  • MOROFEST DI PERSIMPANGAN JALAN: MENGUJI KAPASITAS DINAS PARIWISATA, ANTARA MEMBANGUN EKONOMI RAKYAT ATAU MEMPRODUKSI PRESTASI DI ATAS KERTAS.

    MOROFEST DI PERSIMPANGAN JALAN: MENGUJI KAPASITAS DINAS PARIWISATA, ANTARA MEMBANGUN EKONOMI RAKYAT ATAU MEMPRODUKSI PRESTASI DI ATAS KERTAS.

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle Fahri Sibu-Mahasiswa Magister Akuntansi Univesitas Muhammadiyah Yogyakarta
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Morotai Festival (Morofest) sebagai bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) merupakan langkah strategis dalam memperkuat posisi Kabupaten Pulau Morotai sebagai destinasi wisata unggulan Indonesia Timur. Keberhasilan masuknya Morofest dalam agenda nasional menunjukkan bahwa Pulau Morotai memiliki potensi wisata yang mampu menarik perhatian nasional melalui kekayaan wisata bahari, sejarah Perang Dunia II, budaya lokal, serta karakter […]

  • Proses Pembebasan Lahan AMP PT Eltis Anugrah Sejati di Morotai Dipertanyakan, Camat: Hanya Beri Rekomendasi

    Proses Pembebasan Lahan AMP PT Eltis Anugrah Sejati di Morotai Dipertanyakan, Camat: Hanya Beri Rekomendasi

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 126
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Proses pembebasan lahan untuk pembangunan Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Eltis Anugrah Sejati di Desa Joubela, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menuai sorotan. Selain ukuran dan mekanisme pembebasan lahan yang dipertanyakan, kejelasan status perizinan usaha serta dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) atau UKL-UPL juga belum transparan. […]

  • MITIGASI BUNUH DIRI

    MITIGASI BUNUH DIRI

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 364
    • 0Komentar

    Menurut kamus Encyclopedia Britanica, bunuh diri didefinisikan sebagai usaha seseorang untuk mengakhiri hidupnya dengan cara suka-rela atau sengaja. Kata Suicide berasal dari kata latin Sui yang berarti diri (self), dan kata Caedere yang berarti membunuh (to kill). Sedangkan menurut aliran Human Behavior, bunuh diri ialah bentuk pelarian parah dari dunia nyata, atau lari dari situasi […]

  • Kebijakan regulasi digital sekolah oleh Pemerintah Norwegia

    Cegah Gangguan Proses Belajar Dasar, Pemerintah Norwegia Larang Total Penggunaan AI untuk Siswa SD

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 149
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Langkah tegas diambil oleh Pemerintah Norwegia dalam membatasi penetrasi teknologi modern di lingkungan institusi pendidikan. Mulai tahun ajaran baru pada akhir Agustus mendatang, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) generatif akan dilarang total bagi seluruh siswa sekolah dasar (SD). Kebijakan restriktif tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Norwegia, Jonas Gahr Store. Larangan ini […]

expand_less