Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Penuhi Puskop Tamsis, Mahasiswa Perantauan Maluku-Maluku Utara Gelar Diskusi Film ‘Pesta Babi’Suarakan Hak Masyarakat Adat

Penuhi Puskop Tamsis, Mahasiswa Perantauan Maluku-Maluku Utara Gelar Diskusi Film ‘Pesta Babi’Suarakan Hak Masyarakat Adat

  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 339
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah memadati ruang Diskusi Film “Pesta Babi” yang digelar di Puskop Tamsis, Jalan Taman Siswa, Wirogunan, Rabu (20/05/2026). Agenda nonton bareng (nobar) karya dokumenter besutan Watchdoc ini menjadi pemantik ruang refleksi akademis guna membedah dinamika kolonialisme modern, potret tata kelola ruang hidup, serta pelindungan hak-hak masyarakat adat.

Langkah taktis pemutaran film ini diinisiasi secara kolaboratif oleh aliansi organisasi kemahasiswaan asal Indonesia Timur yang berbasis di D.I. Yogyakarta. Aliansi tersebut terdiri atas Ikatan Keluarga Mahasiswa Maluku Tenggara (IKAMALRA D.I.Y), Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate (IKPMKT D.I.Y), dan Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPMHT D.I.Y).

Para peserta dilaporkan telah memadati lokasi sejak sore hari sebelum pemutaran film resmi dimulai pada pukul 19.00 WIB. Sebelum layar dibuka, suasana emosional dan reflektif dibangun lewat pembacaan puisi kebudayaan oleh tiga mahasiswa asal Maluku dan Maluku Utara, yakni Amri, Aldi, Hardiyanti Yudistira, dan Andika.

Agenda Diskusi Film Pesta Babi Yogyakarta kemudian bergulir secara dinamis dipandu oleh Asril Sermaf selaku moderator, dengan menghadirkan tiga narasumber, yakni Yassica Hadytia, Hasan M. Thaib, dan Ramdani H. Rennur.

Soroti Sisi Kerentanan Perempuan di Wilayah Konflik

Dalam pemaparannya, Yassica Hadytia mengupas perspektif gender dengan menyoroti kerentanan berlapis yang kerap dialami kaum perempuan di tengah dinamika konflik sosial dan struktural.

“Merujuk pada narasi film, perempuan sering kali menghadapi beban yang berlapis. Kehadiran tokoh Mama Yasinta dan narasumber perempuan lainnya dalam film dokumenter ini, memberikan potret nyata mengenai keteguhan perempuan di tengah keterbatasan pemenuhan fasilitas publik, seperti jaminan kesehatan dan ruang persalinan yang layak bagi masyarakat adat,” urai Yassica.

Bedah Kebijakan Agraria dan Pendekatan Keamanan

Narasumber kedua, Hasan M. Thaib atau yang akrab disapa Bung Ceos, mengulas dinamika regulasi agraria serta pelibatan institusi keamanan dalam program-program strategis nasional (PSN). Ia menyoroti implementasi operasi militer selain perang (OMSP) yang beririsan dengan sektor non-pertahanan.

“Ada pola koordinasi lintas sektoral yang bersentuhan dengan penataan kawasan hutan. Salah satu dampaknya adalah perubahan fungsi lahan yang diperuntukkan bagi proyek skala besar, seperti komoditas bioetanol. Pendekatan ini dinilai memengaruhi corak ruang hidup yang selama ini dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat lokal,” jelas Hasan menganalisis.

Kritik Penyeragaman Pangan dan Refleksi Kekuasaan

Sementara itu, Ramdani H. Rennur menggarisbawahi tantangan ketahanan pangan akibat adanya kebijakan penyeragaman komoditas pertanian nasional yang berpotensi mengikis eksistensi pangan lokal.

“Penyeragaman pangan, seperti budidaya padi secara masif di wilayah Indonesia Timur, secara perlahan dapat menggeser ketergantungan masyarakat terhadap pangan lokal seperti sagu. Ketika pangan lokal teralienasi, ada identitas kebudayaan setempat yang ikut terdampak,” kata Ramdani.

Melalui jalannya Diskusi Film “Pesta Babi” ini, kalangan mahasiswa perantauan diharapkan mampu membangun kesadaran kritis yang objektif, berbasis data, serta peka terhadap perlindungan hak asasi manusia dan keberlanjutan lingkungan khususnya di wilayah Indonesia Timur. (BS)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah pengurus IKA PMII Maluku Utara berfoto bersama perwakilan Harita Grup usai menggelar audiensi di Ternate.

    Perkuat Sinergitas, PW IKA PMII Malut Gelar Audiensi dengan Harita Grup

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 480
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Muhajirin Bailussy terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen strategis di daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung pembangunan Maluku Utara. “Selain membangun soliditas internal, kami juga terus menjalin konsolidasi dan […]

  • Ketua Panitia Konfercab II NU Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, saat memimpin rapat persiapan jelang pelaksanaan Konfercab NU, Jumat (19/12/2025).

    Jelang Konfercab NU II, Jafar Serukan Penghijauan dan Konsolidasi NU di Kota Tidore

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) — H-1 menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) ke-II Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tidore Kepulauan, Ketua Panitia, Jafar Noh Idrus, menyerukan kepada seluruh Badan Otonom (Banom) NU agar wajib hadir dan berpartisipasi aktif dalam agenda lima tahunan tersebut. Hal itu disampaikan Jafar saat ditemui awak media di sela-sela rapat persiapan panitia, Jumat (19/12/2025). Menurut […]

  • Muhlis Ibrahim, Koordinator KATAM Maluku Utara (Foto: Istimewa)

    KATAM Malut Tegaskan Penjualan 90 Ribu Ton Ore PT WKM Sesuai Prosedur Hukum

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 286
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Konsorsium Advokasi Tambang (KATAM) Maluku Utara memberikan klarifikasi resmi terkait aktivitas penjualan 90.000 metrik ton (metric ton/MT) bijih nikel (ore) oleh PT Wana Kencana Mineral (PT WKM). Berdasarkan hasil telaah mendalam, KATAM menyatakan bahwa transaksi tersebut sah secara hukum dan telah memenuhi seluruh kewajiban kepada negara. Koordinator KATAM Maluku Utara, Muhlis Ibrahim, […]

  • Sumber foto : Istimewa

    BADKO HMI Maluku Utara: Diplomasi Prabowo di Davos dan Program 1.500 Kapal adalah Tonggak Kebangkitan Poros Maritim

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 243
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Maluku Utara, M. Akbar M. Lakoda, memberikan apresiasi mendalam atas langkah strategis Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kerjanya ke World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss. Langkah ini dinilai sebagai bukti nyata kembalinya taring diplomasi Indonesia di kancah internasional. Akbar menegaskan bahwa […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda bersama Wakil Gubernur KH. Sarbin Sehe menyerahkan secara simbolis hibah satu unit bus dari Kementerian Perhubungan RI kepada Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara, Dr. M. Nasir Tamalene, di Sofifi, Rabu (24/12/2025). foto : Istimewa

    Gubernur Maluku Utara Serahkan Hibah Bus Kemenhub ke UNUTARA Maluku Utara

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.305
    • 0Komentar

    Sofifi (BALENGKO) – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) resmi menerima bantuan hibah satu unit bus dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Penyerahan bantuan berlangsung pada Rabu (24/12/2025) pukul 16.00 Waktu Galala–Sofifi, Ibu Kota Provinsi Maluku Utara. Hibah bus tersebut diserahkan secara langsung oleh Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, bersama Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin […]

  • Source : Istimewa

    UNIT STUDI HUKUM PERDATA MULAI AUDIENSI DENGAN KESBANGPOL DIY UNTUK KEGIATAN “LIVING LAW”

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Andika
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) – Unit Studi Hukum Perdata secara resmi memulai langkah awal pelaksanaan program Living Law melalui audiensi bersama Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah Istimewa Yogyakarta (Kesbangpol DIY), yang berlangsung di Kantor Kesbangpol DIY. Audiensi ini menjadi momentum penting dalam membangun sinergi antara mahasiswa dan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung kegiatan akademik yang berbasis […]

expand_less