Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Penuhi Puskop Tamsis, Mahasiswa Perantauan Maluku-Maluku Utara Gelar Diskusi Film ‘Pesta Babi’Suarakan Hak Masyarakat Adat

Penuhi Puskop Tamsis, Mahasiswa Perantauan Maluku-Maluku Utara Gelar Diskusi Film ‘Pesta Babi’Suarakan Hak Masyarakat Adat

  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 314
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah memadati ruang Diskusi Film “Pesta Babi” yang digelar di Puskop Tamsis, Jalan Taman Siswa, Wirogunan, Rabu (20/05/2026). Agenda nonton bareng (nobar) karya dokumenter besutan Watchdoc ini menjadi pemantik ruang refleksi akademis guna membedah dinamika kolonialisme modern, potret tata kelola ruang hidup, serta pelindungan hak-hak masyarakat adat.

Langkah taktis pemutaran film ini diinisiasi secara kolaboratif oleh aliansi organisasi kemahasiswaan asal Indonesia Timur yang berbasis di D.I. Yogyakarta. Aliansi tersebut terdiri atas Ikatan Keluarga Mahasiswa Maluku Tenggara (IKAMALRA D.I.Y), Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Kota Ternate (IKPMKT D.I.Y), dan Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPMHT D.I.Y).

Para peserta dilaporkan telah memadati lokasi sejak sore hari sebelum pemutaran film resmi dimulai pada pukul 19.00 WIB. Sebelum layar dibuka, suasana emosional dan reflektif dibangun lewat pembacaan puisi kebudayaan oleh tiga mahasiswa asal Maluku dan Maluku Utara, yakni Amri, Aldi, Hardiyanti Yudistira, dan Andika.

Agenda Diskusi Film Pesta Babi Yogyakarta kemudian bergulir secara dinamis dipandu oleh Asril Sermaf selaku moderator, dengan menghadirkan tiga narasumber, yakni Yassica Hadytia, Hasan M. Thaib, dan Ramdani H. Rennur.

Soroti Sisi Kerentanan Perempuan di Wilayah Konflik

Dalam pemaparannya, Yassica Hadytia mengupas perspektif gender dengan menyoroti kerentanan berlapis yang kerap dialami kaum perempuan di tengah dinamika konflik sosial dan struktural.

“Merujuk pada narasi film, perempuan sering kali menghadapi beban yang berlapis. Kehadiran tokoh Mama Yasinta dan narasumber perempuan lainnya dalam film dokumenter ini, memberikan potret nyata mengenai keteguhan perempuan di tengah keterbatasan pemenuhan fasilitas publik, seperti jaminan kesehatan dan ruang persalinan yang layak bagi masyarakat adat,” urai Yassica.

Bedah Kebijakan Agraria dan Pendekatan Keamanan

Narasumber kedua, Hasan M. Thaib atau yang akrab disapa Bung Ceos, mengulas dinamika regulasi agraria serta pelibatan institusi keamanan dalam program-program strategis nasional (PSN). Ia menyoroti implementasi operasi militer selain perang (OMSP) yang beririsan dengan sektor non-pertahanan.

“Ada pola koordinasi lintas sektoral yang bersentuhan dengan penataan kawasan hutan. Salah satu dampaknya adalah perubahan fungsi lahan yang diperuntukkan bagi proyek skala besar, seperti komoditas bioetanol. Pendekatan ini dinilai memengaruhi corak ruang hidup yang selama ini dikelola secara turun-temurun oleh masyarakat lokal,” jelas Hasan menganalisis.

Kritik Penyeragaman Pangan dan Refleksi Kekuasaan

Sementara itu, Ramdani H. Rennur menggarisbawahi tantangan ketahanan pangan akibat adanya kebijakan penyeragaman komoditas pertanian nasional yang berpotensi mengikis eksistensi pangan lokal.

“Penyeragaman pangan, seperti budidaya padi secara masif di wilayah Indonesia Timur, secara perlahan dapat menggeser ketergantungan masyarakat terhadap pangan lokal seperti sagu. Ketika pangan lokal teralienasi, ada identitas kebudayaan setempat yang ikut terdampak,” kata Ramdani.

Melalui jalannya Diskusi Film “Pesta Babi” ini, kalangan mahasiswa perantauan diharapkan mampu membangun kesadaran kritis yang objektif, berbasis data, serta peka terhadap perlindungan hak asasi manusia dan keberlanjutan lingkungan khususnya di wilayah Indonesia Timur. (BS)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

    Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 219
    • 0Komentar

    Pendidikan kerap dipuji sebagai jalan utama menuju kemajuan. Ia disebut jembatan masa depan, tangga mobilitas sosial, bahkan mesin peradaban. Namun, di balik retorika yang berulang, ada kenyataan yang jarang diucapkan dengan jujur: banyak anak Indonesia hari ini sedang belajar dalam kondisi yang rapuh, seolah membaca buku di atas perahu bocor. Perahu itu tidak selalu tampak […]

  • KH. Sarbin Sehe, Wakil Gubernur Maluku Utara, dalam seminar Road to Go Public di Ternate 2025

    Tambang Bukan Segalanya: Aktivis PMII Yogyakarta Menanggapi Pemikiran Visioner Wagub Maluku Utara

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Muzsta Oscar
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Baru-baru ini publik diramaikan dengan kabar yang cukup mencengangkan: pertumbuhan ekonomi Maluku Utara berhasil melesat hingga 32,09% (yoy) pada kuartal II 2025, menurut catatan Databoks yang bersumber dari Badan Pusat Statisik (BPS). Angka ini menempatkan Maluku Utara sebagai salah satu daerah dengan laju pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia. Namun, di balik euforia tersebut, ada satu […]

  • Dunia Tanpa Rem: Geopolitik Sebagai Arena Kekuasaan

    Dunia Tanpa Rem: Geopolitik Sebagai Arena Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 204
    • 0Komentar

    Tatanan dunia bekerja seperti mesin besar yang kehilangan tuas pengaman. Roda-roda ekonomi, teknologi, dan militer berputar semakin cepat, sementara sistem pengendali justru aus oleh kepentingan sempit. Ketika rem institusional melemah, geopolitik berubah dari mekanisme stabilisasi menjadi arena uji nyali para pemegang kuasa.

  • Mantan Pelatih Timnas U-17 Iwan Setiawan Hadir Beri Coaching Clinic, Bangkitkan Semangat Pemain Muda Tidore

    Mantan Pelatih Timnas U-17 Iwan Setiawan Hadir Beri Coaching Clinic, Bangkitkan Semangat Pemain Muda Tidore

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 491
    • 0Komentar

    Balengko Space – Tidore, 23 Mei 2025 – Mantan pelatih Timnas Indonesia U-17, Iwan Setiawan, hadir di Sekolah Sepak Bola (SSB) Saremo Putra, Kelurahan Tambula, Kota Tidore Kepulauan, untuk memberikan coaching clinic kepada para pemain muda di Lapangan Stadion Marimoi. Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, 23 Mei 2025. Iwan Setiawan datang bersama Coach Muhlis Nur […]

  • Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) saat menggelar demonstrasi di depan Gedung KPK, Jakarta, Senin (5/1/2026), mendesak tindak lanjut temuan BPK terkait anggaran Pemilu KPU Maluku Utara. (Sumber foto: Tangkapan layar video aksi)

    SEMAINDO Desak KPK Tindaklanjuti Temuan BPK soal Anggaran Pemilu KPU Maluku Utara

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 341
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO) — Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Sentrum Mahasiswa Indonesia Halmahera Barat DKI Jakarta (SEMAINDO) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (5/1). Mereka mendesak KPK menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pengelolaan anggaran Pemilu di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara. Aksi tersebut merujuk pada Laporan […]

  • source : Istimewa

    POST POWER SYNDROME ‘RACUN GALAFEA’

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 565
    • 0Komentar

    Seseorang yang memiliki mental lemah-dha’if dan belum siap menghadapi hilangnya jabatan-kekuasaan karena orang itu tidak terpilih lagi untuk periode selanjutnya dalam sebuah jabatan akan mengalami shock-pukulan batin yang menyiksa dirinya. Dari kondisi shock ini, muncul perasaan-perasaan sedih, takut, cemas, rasa inferior-rendah diri, tidak berguna, putus asa, bingung, dan rasanya mau gila saja. Semua gejala-gejala rohaniah […]

expand_less