Sinergi Vokasi: Wagub Sarbin Sehe dan Kadikbud Malut Panen 2 Ton Jagung di SMKN 4 Tikep
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe dan Kadikbud Abubakar Abdullah saat panen jagung manis di SMK Negeri 4 Tidore Kepulauan. | Source : Istimewa
TIDORE, BALENGKO SPACE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengintegrasikan sektor pendidikan vokasi. Langkah ini selaras dengan visi kemandirian bangsa yang diperkuat melalui tiga regulasi terbaru Presiden Prabowo Subianto, yakni Perpres Nomor 14 Tahun 2026, Inpres Nomor 2 Tahun 2026, serta Inpres Nomor 3 Tahun 2026.
Sebagai aksi nyata di tingkat daerah, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memimpin langsung panen raya jagung manis di SMK Negeri 4 Kota Tidore Kepulauan, Desa Tayawi, Minggu (26/4/2026). Wagub didampingi oleh Asisten I Kadri La Ece, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Maluku Utara Abubakar Abdullah, Kabid SMK Makmur, serta jajaran pihak sekolah dan siswa.
Apresiasi Wagub atas Panen Jagung SMKN 4 Tidore
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dikbud Malut atas konsistensi mendorong penguatan pendidikan vokasi. Ia menegaskan bahwa Panen Jagung SMKN 4 Tidore harus menjadi barometer bagi sekolah menengah kejuruan lainnya di Maluku Utara.
“Keberhasilan di SMK Negeri 4 Tidore Kepulauan perlu menjadi contoh. Kebutuhan pangan ke depan terus meningkat, dan SMK pertanian harus mengambil peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” tegas Wagub Sarbin.
Transformasi Pembelajaran dan Kemandirian Daerah
Program ini merupakan komitmen pasangan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam mendorong SMK sebagai penunjang ketahanan pangan daerah. Pola tanam bergilir juga diterapkan di wilayah lain seperti Halmahera Timur agar hasil panen tetap berkelanjutan.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi jajaran Dikbud dan pihak sekolah. Menurutnya, keberhasilan di Desa Tayawi adalah bukti nyata bahwa dunia pendidikan mampu memberikan kontribusi langsung bagi kebutuhan pangan masyarakat.
“Ini menjadi bukti bahwa SMK tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan,” tegas Sarbin usai melakukan panen.
Meningkatkan Kompetensi Siswa
Selain aspek ekonomi, kegiatan ini menjadi sarana praktik langsung bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan (skill) di bidang hortikultura. Pemerintah berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk memanfaatkan aset lahan secara produktif.
Kadikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa Panen Jagung SMKN 4 Tidore ini merupakan bagian dari gerakan serentak 21 SMK pertanian di Maluku Utara yang telah memulai masa tanam sejak tiga bulan lalu.
“Saat ini, 21 SMK dengan konsentrasi pertanian telah memasuki masa panen untuk berbagai komoditas hortikultura. Ke depan, kami akan melakukan transformasi pembelajaran agar siswa lebih banyak melakukan praktik di laboratorium dan lapangan daripada hanya di dalam kelas,” jelas Abubakar.
Abubakar meyakini, jika gerakan 21 SMK pertanian ini dilakukan secara masif dan berkelanjutan, Maluku Utara mampu secara signifikan mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari daerah lain. Hasil Panen Jagung SMKN 4 Tidore ini menjadi bukti awal bahwa potensi vokasi mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di Bumi Moloku Kie Raha.(BS)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar