Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » EDUTALKS » Sinergi Vokasi: Wagub Sarbin Sehe dan Kadikbud Malut Panen 2 Ton Jagung di SMKN 4 Tikep

Sinergi Vokasi: Wagub Sarbin Sehe dan Kadikbud Malut Panen 2 Ton Jagung di SMKN 4 Tikep

  • calendar_month Minggu, 26 Apr 2026
  • visibility 368
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

TIDORE, BALENGKO SPACE – Pemerintah Provinsi Maluku Utara terus memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mengintegrasikan sektor pendidikan vokasi. Langkah ini selaras dengan visi kemandirian bangsa yang diperkuat melalui tiga regulasi terbaru Presiden Prabowo Subianto, yakni Perpres Nomor 14 Tahun 2026, Inpres Nomor 2 Tahun 2026, serta Inpres Nomor 3 Tahun 2026.

Sebagai aksi nyata di tingkat daerah, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memimpin langsung panen raya jagung manis di SMK Negeri 4 Kota Tidore Kepulauan, Desa Tayawi, Minggu (26/4/2026). Wagub didampingi oleh Asisten I Kadri La Ece, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Maluku Utara Abubakar Abdullah, Kabid SMK Makmur, serta jajaran pihak sekolah dan siswa.

Apresiasi Wagub atas Panen Jagung SMKN 4 Tidore

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran Dikbud Malut atas konsistensi mendorong penguatan pendidikan vokasi. Ia menegaskan bahwa Panen Jagung SMKN 4 Tidore harus menjadi barometer bagi sekolah menengah kejuruan lainnya di Maluku Utara.

“Keberhasilan di SMK Negeri 4 Tidore Kepulauan perlu menjadi contoh. Kebutuhan pangan ke depan terus meningkat, dan SMK pertanian harus mengambil peran penting dalam mendukung ketahanan pangan daerah,” tegas Wagub Sarbin.

Transformasi Pembelajaran dan Kemandirian Daerah

Program ini merupakan komitmen pasangan Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe dalam mendorong SMK sebagai penunjang ketahanan pangan daerah. Pola tanam bergilir juga diterapkan di wilayah lain seperti Halmahera Timur agar hasil panen tetap berkelanjutan.

Wakil Gubernur Sarbin Sehe memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi jajaran Dikbud dan pihak sekolah. Menurutnya, keberhasilan di Desa Tayawi adalah bukti nyata bahwa dunia pendidikan mampu memberikan kontribusi langsung bagi kebutuhan pangan masyarakat.

“Ini menjadi bukti bahwa SMK tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga mampu berkontribusi nyata dalam mendukung ketahanan dan kemandirian pangan,” tegas Sarbin usai melakukan panen.

Meningkatkan Kompetensi Siswa

Selain aspek ekonomi, kegiatan ini menjadi sarana praktik langsung bagi siswa untuk meningkatkan keterampilan (skill) di bidang hortikultura. Pemerintah berharap gerakan ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk memanfaatkan aset lahan secara produktif.

Kadikbud Maluku Utara, Abubakar Abdullah, menjelaskan bahwa Panen Jagung SMKN 4 Tidore ini merupakan bagian dari gerakan serentak 21 SMK pertanian di Maluku Utara yang telah memulai masa tanam sejak tiga bulan lalu.

“Saat ini, 21 SMK dengan konsentrasi pertanian telah memasuki masa panen untuk berbagai komoditas hortikultura. Ke depan, kami akan melakukan transformasi pembelajaran agar siswa lebih banyak melakukan praktik di laboratorium dan lapangan daripada hanya di dalam kelas,” jelas Abubakar.

Abubakar meyakini, jika gerakan 21 SMK pertanian ini dilakukan secara masif dan berkelanjutan, Maluku Utara mampu secara signifikan mengurangi ketergantungan pasokan pangan dari daerah lain. Hasil Panen Jagung SMKN 4 Tidore ini menjadi bukti awal bahwa potensi vokasi mampu menjawab tantangan ketahanan pangan di Bumi Moloku Kie Raha.(BS)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Panitia Konfercab II NU Kota Tidore Kepulauan, Jafar Noh Idrus, saat memimpin rapat persiapan jelang pelaksanaan Konfercab NU, Jumat (19/12/2025).

    Jelang Konfercab NU II, Jafar Serukan Penghijauan dan Konsolidasi NU di Kota Tidore

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) — H-1 menjelang Konferensi Cabang (Konfercab) ke-II Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tidore Kepulauan, Ketua Panitia, Jafar Noh Idrus, menyerukan kepada seluruh Badan Otonom (Banom) NU agar wajib hadir dan berpartisipasi aktif dalam agenda lima tahunan tersebut. Hal itu disampaikan Jafar saat ditemui awak media di sela-sela rapat persiapan panitia, Jumat (19/12/2025). Menurut […]

  • Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    Perang melawan tirani adalah keharusan untuk hidup sebagaimana mestinya

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Yusril S. Pom (Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan)
    • visibility 386
    • 0Komentar

    Kesejahteraan dan kebebasan merupakan cita-cita mendasar setiap manusia. Setiap orang berhak menjalani hidup secara bermartabat tanpa tekanan, ketidakadilan, maupun perlakuan sewenang-wenang. Ketika penindasan dan ketidakadilan menjadi praktik yang dinormalisasi, nilai-nilai kemanusiaan pun tercederai. Dalam konteks tersebut, perlawanan terhadap praktik penindasan bukanlah pilihan emosional, melainkan tuntutan etis. Upaya ini diperlukan agar kelompok-kelompok yang termarjinalkan dapat menjalankan […]

  • Tenaga dapur MBG menjalankan SOP keamanan pangan

    Makan Bergizi Gratis (MBG): Niat Baik yang Harus Dijaga dengan Kualitas dan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Fahmil Usman, S.Gz.,M.Gz.,AIFO
    • visibility 1.122
    • 0Komentar

    Jika benar bahwa tujuan dari MBG (Makan Bergizi Gratis) adalah sebuah niat baik yang telah dirancang untuk mencapai lebih dari sekadar ketahanan pangan. Program ini berfungsi sebagai katalis untuk pembangunan ekonomi lokal, yakni melalui dukungan kepada UMKM dan penciptaan pekerjaan dibidang pertanian. Dampak akhirnya adalah peningkatan kesejahteraan melalui penurunan kemiskinan dan meningkatkan gizi masyarakat tetutama […]

  • Muhammad Muzijad Mandea

    Sastra dan Politik: Apakah Sastra Berhubungan Dengan Politik?

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea. Pengurus Komisariat Unkhair Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII),
    • visibility 411
    • 0Komentar

    Berbicara tentang sastra tentunnya sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, karena karya sastra yang lahir di tengah-tengah masyarakat merupakan hasil imajinasi atau ungkapan jiwa. Sastra sebagai refleksi kehidupan masyarakat di sekitarnya. Baik tentang kehidupan, peristiwa, maupuan pengalaman hidup yang telah dialaminya. Dalam konteks umum, sastra tentunya sangat berkaitan erat dengan kehidupan manusia. Hal ini sejalan […]

  • Penulis opini, source : Istimewa

    Membangun Pendidikan Berkualitas: Antara Pemenuhan Gizi dan Penguatan Fondasi Sekolah

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Diyan Dewana Jaya (Mahasiswa Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta)
    • visibility 359
    • 0Komentar

    Pendidikan sejak lama dipahami sebagai salah satu jalan utama untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan memperkuat kemajuan bangsa. Dalam kerangka negara modern, pendidikan tidak hanya menjadi ruang transfer pengetahuan, tetapi juga fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan peradaban yang maju. Namun dalam dinamika kebijakan pendidikan saat ini, muncul sejumlah pertanyaan yang […]

  • Aksi damai Forum BEM Se-DIY memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269 dengan tema Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang.

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Damai: Maklumat Jogja, Demokrasi Tanpa Kekerasan dan Budaya sebagai Penopang

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 8 Oktober 2025 – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Yogyakarta ke-269, Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Se–Daerah Istimewa Yogyakarta (Forum BEM Se-DIY) menggelar aksi damai bertajuk “Menggugah Maklumat Jogja: Demokrasi Tanpa Kekerasan, Budaya sebagai Penopang.” Aksi ini bukan sekadar seremonial peringatan, melainkan refleksi moral dan politik terhadap kondisi demokrasi di Indonesia yang dinilai semakin […]

expand_less