Soroti Unggahan di Medsos, KONI Morotai Buka Suara dan Hormati Proses Hukum.
- calendar_month 6 jam yang lalu
- visibility 163
- comment 0 komentar
- print Cetak

Source: Istimewa. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pulau Morotai memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial Facebook 7 Juni kemarin mengenai keberangkatan kontingen pada salah satu ajang olahraga daerah.
BALENGKO SPACE, MOROTAI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Pulau Morotai memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di media sosial Facebook 7 Juni kemarin mengenai keberangkatan kontingen pada salah satu ajang olahraga daerah.
KONI Pulau Morotai menilai informasi yang dipublikasikan melalui akun pribadi seorang oknum wartawan tersebut bergulir tanpa konfirmasi, sehingga memicu perbedaan persepsi di tengah masyarakat.
Ketua KONI Pulau Morotai, Ismail T. Rahaguna menjelaskan bahwa keberangkatan atlet, ofisial, dan pengurus telah disesuaikan dengan kebutuhan serta mekanisme yang berlaku. Menurutnya, selain mendampingi atlet, pengurus dan ofisial memikul tanggung jawab administratif, koordinasi, registrasi peserta, pengelolaan anggaran, hingga pelaporan kegiatan.
”Kami menghargai kritik dan masukan. Namun, kami berharap informasi yang disampaikan kepada publik dikonfirmasi terlebih dahulu agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang,” katanya saat dikonfirmasi wartawan Balengko Space
Pihak KONI juga menegaskan bahwa seluruh penggunaan anggaran dilakukan secara akuntabel dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Terkait polemik di media sosial, Ismail mengakui sempat terjadi komunikasi yang kurang kondusif antara salah satu pengurus dan pemilik akun. Kendati demikian, Ismail menegaskan persoalan itu murni kesalahpahaman akibat perbedaan pandangan.
”Kami memahami situasi saat itu memicu respons spontan dari berbagai pihak. Karena itu, kami berharap persoalan ini disikapi secara proporsional dan diselesaikan melalui mekanisme yang ada,” lanjutnya
Ia juga menyoroti pernyataan pelapor di media yang menyebut unggahan tersebut sekadar candaan. Menurutnya, klaim tersebut bertolak belakang dengan dampak yang ditimbulkan, karena telanjur menggiring opini negatif terhadap pengurus KONI Pulau Morotai.
”Di satu sisi disebut candaan, tetapi di sisi lain isinya memicu persepsi negatif publik. Kami menyayangkan mengapa percakapan yang bersifat pribadi juga ikut dipublikasikan, padahal bisa dikomunikasikan langsung secara baik-baik,” tambahnya.
Mengenai laporan yang telah masuk ke pihak kepolisian, Ismail menyatakan menghormati hak setiap warga negara untuk menempuh jalur hukum. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa pihak terlapor memiliki hak setara untuk memberikan penjelasan berdasarkan asas praduga tak bersalah.
”Kami menghormati proses hukum yang berjalan dan percaya semua pihak akan mendapatkan kesempatan yang sama untuk menyampaikan keterangan sesuai fakta,” tegasnya.
Terakhir, Ismail berharap polemik ini tidak mengalihkan fokus utama pembinaan olahraga di daerah. Mereka mengajak masyarakat, insan pers, dan netizen untuk mengedepankan tabayun (klarifikasi) demi menjaga iklim komunikasi yang sehat di Pulau Morotai.
- Penulis: Mujizad Mandea

Saat ini belum ada komentar