Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » GEMPUR Yogyakarta Desak Kapolri Copot Kapolda Malut dan Kapolres Halteng

GEMPUR Yogyakarta Desak Kapolri Copot Kapolda Malut dan Kapolres Halteng

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Gelombang perlawanan atas lambannya penegakan hukum dan dugaan represivitas aparat di Maluku Utara menggema hingga ke Kota Pelajar. Aliansi Generasi Muda Kepulauan Rempah (GEMPUR) D.I. Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda DIY, Selasa (29/09/2026).

Massa yang terdiri dari mahasiswa, pemuda asal Maluku Utara, unsur Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPM), serta jaringan gerakan Mahasiswa di Yogyakarta mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot Kapolda Maluku Utara, Kapolres Halmahera Tengah (Halteng), dan Kapolsek Patani dari jabatannya.

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban dan ketegangan dengan aparat kepolisian saat massa menuntut pihak Polda DIY menemui mereka secara langsung untuk menerima dokumen tuntutan resmi.

Kematian Ali Daud dan Dugaan Kambing Hitam

Aksi GEMPUR Yogyakarta ini dipicu oleh ketidakjelasan penanganan kasus kematian tragis Alm. Ali Daud, mantan Kepala Desa sekaligus Imam Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat Halteng, yang ditemukan tewas dengan luka senjata tajam di kawasan hutan Desa Bobane Jaya pada 2 April 2026 lalu.

Setelah kurang lebih enam bulan berjalan, Konferensi Pers Polda Malut pada Kamis (24/09/2026) justru mengumumkan belum berhasil mengungkap identitas pelaku. Kondisi ini dinilai memperlihatkan lambannya kinerja kepolisian di daerah.

“Enam bulan rakyat menunggu, yang datang hanya konferensi pers. Kami menghormati asas praduga tak bersalah, tetapi Polda tidak boleh terburu-buru mempersempit ruang terduga pelaku dan menjadikan komunitas tertentu sebagai kambing hitam,” tegas Koordinator Aksi GEMPUR D.I. Yogyakarta, Faturahman Djaguna, dalam orasinya.

Massa aksi GEMPUR D.I. Yogyakarta membakar ban di depan Mapolda DIY mendesak pencopotan Kapolda Malut dan Kapolres Halteng, Selasa (29/9/2026). (Foto: Dok. Istimewa/Balengkospace.com)

Kecam Penangkapan Subuh dan Represivitas di Desa Banemo

GEMPUR menilai pembiaran dan lambannya penanganan hukum kasus tersebut menjadi pemicu konflik horizontal antara warga Desa Banemo dan Sibenpopo yang memakan korban jiwa serta perusakan rumah. Padahal, kedua pihak telah sepakat berdamai secara kekeluargaan sembari menghormati proses hukum.

Namun, perdamaian tersebut dicoreng oleh aksi penangkapan paksa oleh aparat sekitar pada pukul 03.00 WIT dini hari di Desa Banemo. Tindakan ini memicu kericuhan yang mengakibatkan kurang lebih empat warga terluka, serta paparan gas air mata di pemukiman yang membuat bayi dan lansia mengalami sesak napas.

“Penangkapan subuh saat warga tidur adalah bentuk arogansi institusi dan penanganan massa yang jauh dari pendekatan kemanusiaan. Ini berpotensi melanggar hak asasi manusia,” tambah Fatur.

Selain itu, GEMPUR menyoroti maraknya kasus pembunuhan di kawasan hutan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur yang berkelindan erat dengan masifnya ekspansi industri pertambangan di dua wilayah tersebut.

Enam Tuntutan Sikap GEMPUR D.I. Yogyakarta

Dalam penyataan sikapnya, GEMPUR Yogyakarta menyampaikan enam tuntutan utama kepada Kapolri:

  1. Mencopot Kapolda Maluku Utara.
  2. Memecat Kapolres Halmahera Tengah.
  3. Memecat Kapolsek Patani.
  4. Negara bertanggung jawab mewujudkan keamanan dan kenyamanan di kawasan hutan Halmahera.
  5. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan DPRD Halmahera Tengah bertanggung jawab atas peristiwa berdarah di Halmahera Tengah.
  6. Kapolda D.I. Yogyakarta menerima dan meneruskan dokumen tuntutan ke Mabes Polri, serta melaporkan tindak lanjutnya kepada Koordinator Umum dalam waktu 5×24 jam.

GEMPUR menegaskan akan kembali mendatangi Polda D.I. Yogyakarta dengan eskalasi massa yang lebih besar jika tuntutan tersebut diabaikan.

“Kami tidak sedang mencari kambing hitam, kami mencari kebenaran. Kebenaran tidak boleh mati di hutan, dan keadilan tidak boleh tidur di meja kekuasaan,” pukas Faturahman Djaguna.

(BS/Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendiri Ruang Nyata, Kevin Mardianto, Muhammad Ilham, dan Fatur Djaguna

    Ruang Nyata hadir : gerakan Berdaya, Berjaya, dan Berdampak

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 655
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Yogyakarta, Jumat (15/8/2025) – Tiga serangkai Kevin Mardianto, S.H., Muhammad Ilham, dan Faturahman Djaguna menggagas Ruang Nyata. Gerakan mahasiswa ini lahir dari kegelisahan mereka melihat berbagai persoalan yang membutuhkan wadah untuk menampung dan mengaktualisasikan ide demi kemajuan bangsa. “Politik, hukum kebijakan publik, ekonomi, dan pendidikan menjadi tiga bidang yang konstitusi kita akomodasi. […]

  • Diskusi Film Pesta Babi Yogyakarta sukses digelar kolaborasi IKAMALRA, IKPMKT, dan IKPMHT di Puskop Tamsis demi mengawal isu hak masyarakat adat.

    Penuhi Puskop Tamsis, Mahasiswa Perantauan Maluku-Maluku Utara Gelar Diskusi Film ‘Pesta Babi’Suarakan Hak Masyarakat Adat

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 351
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Puluhan mahasiswa dari berbagai latar belakang daerah memadati ruang Diskusi Film “Pesta Babi” yang digelar di Puskop Tamsis, Jalan Taman Siswa, Wirogunan, Rabu (20/05/2026). Agenda nonton bareng (nobar) karya dokumenter besutan Watchdoc ini menjadi pemantik ruang refleksi akademis guna membedah dinamika kolonialisme modern, potret tata kelola ruang hidup, serta pelindungan hak-hak […]

  • Belajar Langsung dari Jejak Sejarah: OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai Kunjungi Museum Perang Dunia II

    Belajar Langsung dari Jejak Sejarah: OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai Kunjungi Museum Perang Dunia II

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Redaksi BS
    • visibility 230
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Menjelajahi Sejarah” dengan mengunjungi Museum Perang Dunia II di Desa Totodoku dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang warisan sejarah global yang tersimpan di tanah Morotai serta […]

  • Ageng Pradana: Membawa Kreativitas Baru ke Dunia Video Musik Hip-Hop Indonesia

    Ageng Pradana: Membawa Kreativitas Baru ke Dunia Video Musik Hip-Hop Indonesia

    • calendar_month Minggu, 19 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 549
    • 0Komentar

    Foto : Instagram : agengpradana9 Dunia video musik hip-hop di Indonesia sedang berkembang pesat, dan salah satu nama yang patut diperhatikan adalah Ageng Pradana. Sebagai seorang video director, Ageng telah berhasil bekerja dengan sejumlah rapper dan Grup HipHop terkenal seperti Jumbrong, Punokawan, dan Bennet A.K. Dalam wawancara eksklusif ini, Ageng berbagi cerita tentang perjalanan kariernya, […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Tiga Kampus Besar di Maluku Utara Gelar Sparing Debat Hukum, Bahas 21 Isu Strategis Nasional

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 387
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Tiga lembaga debat hukum dari universitas terkemuka di Provinsi Maluku Utara sukses menggelar kolaborasi akbar bertajuk “Sparing Debat Hukum 2026”. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 15–19 Januari 2026 ini, bertujuan untuk mencetak generasi muda yang kritis dan peka terhadap dinamika ketatanegaraan nasional. Kolaborasi ini melibatkan tiga organisasi kemahasiswaan, yakni Centre for […]

  • Kemenag Pulau Morotai gelar Festival Galatama Literasi Madrasah II 2026. Ajang 130 siswa MI-MA menuju pembangunan Museum Literasi Islam.

    Festival Galatama Literasi Madrasah II Morotai Resmi Dibuka, Targetkan Pembangunan Museum Literasi.

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 518
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pulau Morotai kembali menggelar Festival Galatama Literasi Madrasah II Tahun 2026. Acara yang melibatkan 130 peserta didik dari jenjang MI, MTs, hingga MA ini resmi dibuka pada Rabu (13/5), bertempat di MTS Negeri 1 Pulau Morotai. Festival tahun ini mengusung misi besar yang melampaui sekadar kompetisi, […]

expand_less