Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » GEMPUR Yogyakarta Desak Kapolri Copot Kapolda Malut dan Kapolres Halteng

GEMPUR Yogyakarta Desak Kapolri Copot Kapolda Malut dan Kapolres Halteng

  • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
  • visibility 115
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Gelombang perlawanan atas lambannya penegakan hukum dan dugaan represivitas aparat di Maluku Utara menggema hingga ke Kota Pelajar. Aliansi Generasi Muda Kepulauan Rempah (GEMPUR) D.I. Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolda DIY, Selasa (29/09/2026).

Massa yang terdiri dari mahasiswa, pemuda asal Maluku Utara, unsur Ikatan Pelajar Mahasiswa Daerah (IKPM), serta jaringan gerakan Mahasiswa di Yogyakarta mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo untuk segera mencopot Kapolda Maluku Utara, Kapolres Halmahera Tengah (Halteng), dan Kapolsek Patani dari jabatannya.

Aksi sempat diwarnai pembakaran ban dan ketegangan dengan aparat kepolisian saat massa menuntut pihak Polda DIY menemui mereka secara langsung untuk menerima dokumen tuntutan resmi.

Kematian Ali Daud dan Dugaan Kambing Hitam

Aksi GEMPUR Yogyakarta ini dipicu oleh ketidakjelasan penanganan kasus kematian tragis Alm. Ali Daud, mantan Kepala Desa sekaligus Imam Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat Halteng, yang ditemukan tewas dengan luka senjata tajam di kawasan hutan Desa Bobane Jaya pada 2 April 2026 lalu.

Setelah kurang lebih enam bulan berjalan, Konferensi Pers Polda Malut pada Kamis (24/09/2026) justru mengumumkan belum berhasil mengungkap identitas pelaku. Kondisi ini dinilai memperlihatkan lambannya kinerja kepolisian di daerah.

“Enam bulan rakyat menunggu, yang datang hanya konferensi pers. Kami menghormati asas praduga tak bersalah, tetapi Polda tidak boleh terburu-buru mempersempit ruang terduga pelaku dan menjadikan komunitas tertentu sebagai kambing hitam,” tegas Koordinator Aksi GEMPUR D.I. Yogyakarta, Faturahman Djaguna, dalam orasinya.

Massa aksi GEMPUR D.I. Yogyakarta membakar ban di depan Mapolda DIY mendesak pencopotan Kapolda Malut dan Kapolres Halteng, Selasa (29/9/2026). (Foto: Dok. Istimewa/Balengkospace.com)

Kecam Penangkapan Subuh dan Represivitas di Desa Banemo

GEMPUR menilai pembiaran dan lambannya penanganan hukum kasus tersebut menjadi pemicu konflik horizontal antara warga Desa Banemo dan Sibenpopo yang memakan korban jiwa serta perusakan rumah. Padahal, kedua pihak telah sepakat berdamai secara kekeluargaan sembari menghormati proses hukum.

Namun, perdamaian tersebut dicoreng oleh aksi penangkapan paksa oleh aparat sekitar pada pukul 03.00 WIT dini hari di Desa Banemo. Tindakan ini memicu kericuhan yang mengakibatkan kurang lebih empat warga terluka, serta paparan gas air mata di pemukiman yang membuat bayi dan lansia mengalami sesak napas.

“Penangkapan subuh saat warga tidur adalah bentuk arogansi institusi dan penanganan massa yang jauh dari pendekatan kemanusiaan. Ini berpotensi melanggar hak asasi manusia,” tambah Fatur.

Selain itu, GEMPUR menyoroti maraknya kasus pembunuhan di kawasan hutan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur yang berkelindan erat dengan masifnya ekspansi industri pertambangan di dua wilayah tersebut.

Enam Tuntutan Sikap GEMPUR D.I. Yogyakarta

Dalam penyataan sikapnya, GEMPUR Yogyakarta menyampaikan enam tuntutan utama kepada Kapolri:

  1. Mencopot Kapolda Maluku Utara.
  2. Memecat Kapolres Halmahera Tengah.
  3. Memecat Kapolsek Patani.
  4. Negara bertanggung jawab mewujudkan keamanan dan kenyamanan di kawasan hutan Halmahera.
  5. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, dan DPRD Halmahera Tengah bertanggung jawab atas peristiwa berdarah di Halmahera Tengah.
  6. Kapolda D.I. Yogyakarta menerima dan meneruskan dokumen tuntutan ke Mabes Polri, serta melaporkan tindak lanjutnya kepada Koordinator Umum dalam waktu 5×24 jam.

GEMPUR menegaskan akan kembali mendatangi Polda D.I. Yogyakarta dengan eskalasi massa yang lebih besar jika tuntutan tersebut diabaikan.

“Kami tidak sedang mencari kambing hitam, kami mencari kebenaran. Kebenaran tidak boleh mati di hutan, dan keadilan tidak boleh tidur di meja kekuasaan,” pukas Faturahman Djaguna.

(BS/Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Album Ketiga, Gym dan Lari Bareng HipHop Run It : Transformasi Dewasa Penikmat Soto

    Album Ketiga, Gym dan Lari Bareng HipHop Run It : Transformasi Dewasa Penikmat Soto

    • calendar_month Kamis, 16 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 501
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Instagram @penikmatsoto Dunia musik rap Indonesia selalu penuh dengan kejutan, dan salah satu nama yang sedang menjadi sorotan adalah Penikmat Soto, rapper asal Jakarta yang kini tengah sibuk mengerjakan album ketiganya. Dalam wawancara santai, ia berbagi cerita tentang perjalanan musik, kecintaannya pada kebugaran, hingga asal-usul nama panggungnya yang unik. Album Ketiga: Lebih […]

  • Kantor Kementerian Agama Maluku Utara terkait isu rangkap jabatan ASN

    Benarkah Ada Rangkap Jabatan ASN di Kemenag Maluku Utara? Ini Klarifikasinya

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 677
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate – LBH Ansor Kota Ternate menegaskan isu rangkap jabatan ASN Kemenag Maluku Utara tidak sesuai fakta hukum maupun administrasi. Klarifikasi ini muncul setelah sejumlah media memberitakan dugaan rangkap jabatan yang menyeret nama Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Malut. Ketua LBH Ansor Kota Ternate, Zulfikran Bailussy, SH, menjelaskan bahwa kliennya, Yusri N. Samsudin, […]

  • Vozinha Selangkah Lagi Gabung Colo Colo Usai Tampil Gemilang di Piala Dunia

    Usai Jadi Sorotan Dunia, Vozinha Kini Bersiap Memulai Petualangan Baru di Colo Colo

    • calendar_month Sabtu, 25 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 113
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Kiper berusia 40 tahun asal Tanjung Verde itu dikabarkan akan terbang ke Cile akhir pekan ini untuk menjalani tes medis sebelum merampungkan kepindahannya ke Colo Colo. Sebelumnya, negosiasi sempat berjalan alot karena pihak Vozinha menolak tawaran awal. Namun, setelah mengajukan proposal balasan, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan. Nama Vozinha melambung setelah […]

  • “PENGAHAPUSAN AMBANG BATAS PENCALONAN PRESIDEN DALAM PUTUSAN MK: LANGKAH MAJU ATAU MUNDUR BAGI INDONESIA?”

    “PENGAHAPUSAN AMBANG BATAS PENCALONAN PRESIDEN DALAM PUTUSAN MK: LANGKAH MAJU ATAU MUNDUR BAGI INDONESIA?”

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 591
    • 0Komentar

    sumber foto : Istimewa Belum lama ini, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan nomor 62/PUU-XXII/2024 yang memutuskan tentang penghapusan ambang batas pencalonan presiden dalam pemilihan umum (Pemilu) Indonesia. Keputusan ini disambut baik oleh berbagai kalangan. Walaupun demikian, ada yang menentang putusan tersebut dengan berbagai alasan, terutama mengenai apakah langkah ini akanmemperkuat atau justru melemahkan kualitas demokrasi […]

  • Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara

    Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 536
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir saat melaut di wilayah perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara, Kamis (18/6/2026). Korban diketahui bernama Sofyan Awat (54). Saat kejadian, korban sedang melakukan aktivitas memancing bersama sejumlah rekannya menggunakan perahu […]

  • Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

    Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Kasman j. Momole
    • visibility 328
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah rangkaian aktivitas yang penuh dengan berbagai bentuk ibadah, baik pada ranah teologis, psikologis, maupun sosial. Secara teologis, Ramadhan menegaskan ketaatan manusia dalam menjalankan perintah agama. Secara psikologis, Ramadhan melatih jiwa agar lebih tertib dan tenang. Secara sosial, Ramadhan menguatkan silaturahmi dan menumbuhkan kepekaan terhadap sesama. Secara teologis, puasa telah ditegaskan dalam firman Allah […]

expand_less