Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Janji Paparkan RAB Pasca Acara: Kadis Pariwisata Morotai Belum Juga Buka Data Pasca Acara Morofest 2026 Berakhir

Janji Paparkan RAB Pasca Acara: Kadis Pariwisata Morotai Belum Juga Buka Data Pasca Acara Morofest 2026 Berakhir

  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, ‎MOROTAI – Penyelenggaraan Morotai Festival ⁦(Morofest)⁩ 2026 yang berlokasi di Jalan Central Business District ⁦(CBD)⁩, Kecamatan Morotai Selatan, menuai sorotan tajam terkait transparansi anggaran.‎

Kepala Dinas Pariwisata Pulau Morotai, Mari Sri Noviena, S.E., M.M., hingga kini belum mampu memaparkan rincian Rencana Anggaran Biaya ⁦(RAB)⁩ dari total anggaran festival yang mencapai sekitar Rp1,1 miliar.

Minimnya transparansi ini sebenarnya sudah terlihat sejak hari pertama acara. Saat ditemui wartawan di sela-sela pembukaan festival di CBD pada Senin (26/10/2026) Bulan lalu, Mari Sri Noviena hanya menyebutkan nominal total anggaran. Ketika ditanya soal perincian dan dokumen RAB, Kepala Dinas Pariwisata sama sekali tidak menjelaskannya kepada awak media.

Pasca-berakhirnya festival pada Jumat (30/10/2026) bulan kemarin, publik kembali mendesak kejelasan terkait pengelolaan dana tersebut. Dalam keterangannya, Mari Sri Noviena berdalih bahwa anggaran Rp1,1 miliar tersebut sudah tepat sasaran dan terbagi ke dalam beberapa bidang tugas.

‎”Sudah, sudah tepat sasaran. Terkait untuk perlengkapan, panggung, kan kita dibagi seksi-seksi toh. Ada seksi acara, perlengkapan, seksi lomba, seksi dokumentasi. Itu juga, pokoknya sudah dibagi-bagi anggarannya dan sudah sesuai dengan RAPS lagi,” ujarnya.

Meski mengklaim anggaran sudah dibagi dan sesuai dengan RAPS, ketika diminta untuk merinci pos-pos pengeluaran dari total Rp1,1 miliar tersebut pada saat itu, Mari Sri Noviena mengelak dan mengaku belum dapat memberikan penjelasan mendetail mengenai item-item spesifiknya.

‎”Eh belum, belum, belum bisa saya rincikan,” singkatnya.

Menanggapi kekosongan informasi tersebut, pihak Dinas Pariwisata sempat menjanjikan bahwa rincian seluruh pos-pos anggaran akan dipaparkan secara lengkap setelah rangkaian kegiatan Morofest 2026 berakhir.

Namun, janji tersebut tak kunjung ditepati. Hingga Kamis (5/11/2026) hari ini, perincian anggaran yang dijanjitkan belum juga dirilis. Tidak ada dokumen RAB maupun rincian pos pengeluaran yang diserahkan kepada publik.

Awak media telah berupaya melakukan konfirmasi ulang terkait transparansi tersebut kepada Kepala Dinas Pariwisata. Namun, hingga berita ini diturunkan, Mari Sri Noviena belum memberikan tanggapan maupun kepastian kapan dokumen RAB.

Padahal, penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah ⁦(APBD)⁩ untuk kegiatan skala besar seperti Morofest 2026 tunduk pada sejumlah regulasi ketat yang mewajibkan transparansi. Merujuk pada Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, setiap badan publik, termasuk dinas di lingkungan pemerintah daerah, diwajibkan untuk menyediakan dan membuka akses informasi publik terkait anggaran dan keuangan secara terbuka.

Lebih lanjut, Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah secara tegas mengamanatkan bahwa pengelolaan keuangan daerah harus memenuhi prinsip transparansi, akuntabilitas, dan partisipatif. Regulasi ini mewajibkan pemerintah daerah untuk menyediakan informasi pengelolaan keuangan agar dapat diawasi dan diakses dengan mudah oleh masyarakat.

Ketidaksanggupan Dinas Pariwisata Morotai untuk merinci Rencana Anggaran Biaya ⁦(RAB)⁩ sesuai janji yang telah diucapkan, serta bungkamnya respons terhadap konfirmasi media, berpotensi mencederai semangat regulasi tersebut. Publik berhak mengetahui secara detail bagaimana setiap rupiah dari anggaran Rp1,1 miliar tersebut dialokasikan, guna mencegah potensi penyimpangan dan memastikan akuntabilitas penyelenggaraan negara.

Sikap Dinas Pariwisata yang enggan membuka rincian RAB ini memicu tanda tanya besar di tengah masyarakat. Publik menilai, keterbukaan informasi terkait pos-pos pengeluaran anggaran Morofest 2026 sangat krusial.

‎Hal ini demi memastikan bahwa setiap rupiah dari uang rakyat yang dianggarkan sebesar Rp1,1 miliar benar-benar dipertanggungjawabkan, tepat sasaran, akuntabel, serta memberikan dampak positif bagi kemajuan pariwisata dan ekonomi masyarakat Pulau Morotai, bukan sekadar habis dipakai tanpa jejak yang jelas.

  • Penulis: Muh. Muzijad Mandea
  • Editor: Redaksi BS

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelantikan IMARA Yogyakarta Mahasiswa Wera sukses digelar di Gedung DPD PDIP DIY. Dorong generasi muda asal Bima menjadi agen perubahan yang adaptif.

    Pelantikan IMARA Yogyakarta Mahasiswa Wera Dorong Agen Perubahan

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 651
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Wadah berhimpun pelajar asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Pelantikan IMARA Yogyakarta Mahasiswa Wera kembali dilaksanakan secara khidmat. Prosesi pengukuhan kepengurusan baru Ikatan Mahasiswa Wera Yogyakarta (IMARA) ini berlangsung di Gedung DPD PDIP DIY, Kota Yogyakarta, Sabtu (16/05/2026). Agenda kali ini mengusung tema besar “Menguatkan Solidaritas Mahasiswa Wera yang Kritis, Adaptif, dan […]

  • tuntutan Aksi GEMPUR yang dibacakan Aliansi Generasi Muda Kepulauan Rempah saat mengkritik kebijakan "Jakarta" dan Pemprov Malut di depan Polda DIY, Senin (7/9/2026). (Foto: Dok. @Malawang-melawan/Balengkospace.com)

    Aksi GEMPUR September Hitam di Jogja: Mahasiswa Malut Gugat “Jakarta” dan Kritik Gubernur Sherly Tjoanda

    • calendar_month Selasa, 8 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 676
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Kota Yogyakarta yang dikenal sebagai Kota Pelajar kembali diwarnai gelombang gerakan kritis mahasiswa dalam momentum September Hitam. Mengambil momentum sejarah perlawanan tersebut, mahasiswa Maluku Utara yang menempuh pendidikan di Yogyakarta menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di depan Markas Polda D.I. Yogyakarta, Senin (07/09/2026). Aliansi yang menamakan diri sebagai Generasi Muda Kepulauan Rempah […]

  • Source : Istimewa

    Topeng Diplomasi, Wajah Agresi: Catatan Kelam dari Langit Teheran

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Irfandi R. Hi Mustafa Akademisi Unutara
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Sabtu 28 Februari 2026, asap membubung di atas Teheran. Kantor Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, nyaris menjadi sasaran. Amerika Serikat dan Israel secara resmi melancarkan serangan terhadap Iran, sebuah “hal yang dikhawatirkan sejak lama” akhirnya menjadi kenyataan . Namun, apa yang sesungguhnya terjadi di kawasan Teluk bukanlah sekadar eskalasi milistik biasa. Ini adalah sebuah […]

  • Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    Ruislag Dinilai Solusi Tepat, LBH Ansor Desak Pemkot Ternate Selesaikan Sengketa Lahan

    • calendar_month Jumat, 25 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 718
    • 1Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 25 Juli 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate menyambut baik langkah Pemerintah Kota Ternate yang memilih skema ruislag atau tukar guling dalam penyelesaian sengketa lahan eks Brimob di Kelurahan Ubo-ubo. Ketua LBH Ansor, Zulfikran Bailussy, menyatakan dukungannya usai pernyataan Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, pada Jumat (25/7/2025), yang […]

  • DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

    DEKONSTRUKSI TAMANSISWA: TRANSFORMASI DARI “TAMAN SISWA” MENJADI “TAMAN ORANGTUA”

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Ain Dadong/ Ketua BEM UST Yogyakarta
    • visibility 761
    • 0Komentar

    Tamansiswa, yang secara historis lahir sebagai antitesis terhadap hegemoni kolonial, kini justru terjebak dalam hegemoni usang di dalam tubuhnya sendiri. Cita-cita revolusioner Ki Hadjar Dewantara untuk memerdekakan manusia secara lahir dan batin tampak kehilangan daya ledaknya di era modern ini. Alih-alih bertransformasi menjadi poros pemikiran pendidikan kontemporer, organisasi ini justru mengalami kemandekan struktural yang sangat […]

  • BEM Se-Riau Desak Kejaksaan Kabupaten Bengkalis Usut Dugaan Korupsi di Dinas PUPR

    BEM Se-Riau Desak Kejaksaan Kabupaten Bengkalis Usut Dugaan Korupsi di Dinas PUPR

    • calendar_month Selasa, 11 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 719
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Bengkalis, (11/2/25) – Menyikapi lemahnya penindakan hukum terhadap kasus-kasus korupsi di Kabupaten Bengkalis, khususnya yang melibatkan dugaan penyalahgunaan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), saya, Sarifah Aini, selaku Koordinator Daerah Bengkalis BEM Se-Riau, dengan tegas menyatakan keprihatinan kami atas kondisi ini. Dugaan Korupsi yang Merugikan Masyarakat Dugaan korupsi […]

expand_less