Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Analisis Kritis 1 Tahun 8 Bulan Kepemimpinan Sherly Tjoanda

Analisis Kritis 1 Tahun 8 Bulan Kepemimpinan Sherly Tjoanda

  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Satu tahun delapan bulan telah berlalu sejak Sherly Tjoanda Laos resmi dilantik sebagai Gubernur Maluku Utara pada Februari 2025. Memasuki akhir 2026, nama Sherly menjadi sorotan nasional tidak hanya karena statusnya sebagai gubernur perempuan pertama di Provinsi tersebut, tetapi juga karena lonjakan tingkat kepuasan publik yang mencengangkan. Survei Indikator Politik Indonesia per Maret 2026 mencatat angka kepuasan sebesar 85,1% terhadap kinerjanya—sebuah angka yang sangat tinggi untuk kepala daerah yang baru menjabat kurang dari dua tahun. Namun, dalam demokrasi yang sehat, angka kepuasan yang tinggi harus dibaca secara kritis. Apakah angka tersebut murni refleksi dari keberhasilan pembangunan struktural, ataukah lebih didorong oleh faktor popularitas personal dan program-program populis jangka pendek? Opini ini akan membedah sisi terang dan bayangan dari kepemimpinan Sherly Tjoanda Laos, menelusuri jejak rekam fiskal, kebijakan publik, serta tantangan struktural yang masih mengintai di balik senyum puas masyarakat Maluku Utara atas kepemimpinannya.

Sisi Terang—Akselerasi Fiskal dan Gaya Kepemimpinan Humanis

Tidak dapat dimungkiri, Sherly membawa angin segar dalam tata kelola keuangan daerah. Salah satu capaian paling konkret adalah peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dalam perubahan ABPD tersebut, PAD Maluku Utara ditetapkan sebesar Rp 3,3 triliun—meningkat 18,6 % dari APBD induk. Pendapatan Asli Daerah (PAD) 1,6 triliun atau naik 39 %—sementara dana transfer mencapai 1,697 triliun atau meningkat 4 %. Lonjakan drastis ini menunjukkan adanya optimalisasi sumber daya lokal, terutama dari sektor pertambangan dan kelautan, yang selama ini mungkin belum tergali maksimal. Selain itu, konsistensi Maluku Utara meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI di bawah komandonya menegaskan perbaikan sistem akuntabilitas keuangan. Langkah simbolis namun bermakna juga ditunjukkan ketika ia memilih untuk tidak menggunakan anggaran pribadi (hak budget) sebesar Rp 548 juta yang dialokasikan dalam APBD 2026. Gestur ini membangun narasi “pemimpin sederhana” yang resonan dengan kondisi ekonomi masyarakat pasca-pandemi. Gaya komunikasi Sherly yang luwes, sering turun langsung ke lapangan, dan responsif terhadap keluhan warga melalui media sosial berhasil menciptakan kedekatan emosional (emotional proximity). Dalam politik pencitraan modern, kedekatan ini sering kali diterjemahkan oleh publik sebagai bentuk kepedulian nyata, yang berkontribusi besar terhadap tingginya angka kepuasan survei.

Bayangan Masalah—Krisis Arus Kas dan Potret Kesejahteraan ASN

Di balik gemerlap angka PAD dan survei kepuasan, terdapat realitas pahit yang dihadapi oleh aparatur sipil negara (ASN) di Maluku Utara. Pada pertengahan 2026, Gubernur Sherly secara terbuka mengakui bahwa Pemerintah Provinsi Maluku Utara mengalami keterbatasan arus kas (cash flow). Kondisi ini berimbas langsung pada keterlambatan pembayaran Tunjangan Kinerja (TK) dan bahkan gaji bagi ribuan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Sebagai solusi darurat, pemerintah Provinsi Maluku Utara dihalalkan mengambil langkah kontroversial—pemotongan TPP (Tunjangan Performance) sebesar 10% untuk ASN level staf dan PPPK mulai Juli hingga Desember 2026. Bagi seorang Gubernur yang citranya dibangun di atas rasa empati, seharusnya pemotongan pendapatan pegawai negeri sipil itu berbasis kinerja—tidak boleh dipukul rata pemotongannya karena PNS itu ada yang rajin kerja dan banyak juga yang malas kerja—yang merupakan tulang punggung birokrasi pelayanan publik—adalah paradoks yang sulit dijelaskan. Kritik utama yang muncul adalah—Jika PAD sudah melonjak hingga Rp1,620 triliun, mengapa cash flow Pemerintah justru macet? Ini mengindikasikan adanya masalah serius dalam manajemen kas, proyeksi penerimaan yang terlalu optimistik, atau struktur belanja yang tidak efisien. Ketergantungan pada Dana Transfer Pusat yang dikabarkan turun hingga 50% juga memperparah situasi, namun seharusnya hal ini bisa diprediksi jauh-jauh hari dalam penyusunan RAPBD.

Analisis Program—Antara Populisme dan Pembangunan Berkelanjutan

Kepemimpinan Sherly banyak disoroti karena program-program yang bersifat cepat terlihat (quick wins), seperti bantuan sosial, perbaikan infrastruktur skala kecil, dan program pendidikan gratis. Program-program ini memang efektif mendongkrak popularitas, namun pertanyaan besarnya adalah—Apakah Maluku Utara sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi yang berkelanjutan? Provinsi Maluku Utara memiliki potensi emas, nikel, dan kelautan yang luar biasa. Namun, laporan-laporan lapangan menunjukkan bahwa manfaat dari industri ekstraktif ini belum sepenuhnya dirasakan oleh masyarakat akar rumput di luar pusat-pusat pertambangan.

  • Penulis: Oleh: Fahrul Abd. Muid Penulis adalah Direktur Bajo Institut Maluku Utara
  • Editor: Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan orasi ilmiah dalam Dies Natalis ke-76 Universitas Indonesia di Balai Sidang UI, Depok, Jawa Barat, Senin (2/2/2026). (Sumber: YouTube Universitas Indonesia)

    Kasus Pelecehan Seksual FH UI: Mendiktisaintek Pastikan Perlindungan Korban

    • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Jakarta (BALENGKO) — Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, memastikan bahwa korban dalam kasus pelecehan seksual yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH UI) akan mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang layak. Pernyataan tersebut disampaikan Brian pada Rabu (15/4/2026). Ia menegaskan bahwa Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) telah berkoordinasi dengan pihak […]

  • “PENGAHAPUSAN AMBANG BATAS PENCALONAN PRESIDEN DALAM PUTUSAN MK: LANGKAH MAJU ATAU MUNDUR BAGI INDONESIA?”

    “PENGAHAPUSAN AMBANG BATAS PENCALONAN PRESIDEN DALAM PUTUSAN MK: LANGKAH MAJU ATAU MUNDUR BAGI INDONESIA?”

    • calendar_month Jumat, 10 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 583
    • 0Komentar

    sumber foto : Istimewa Belum lama ini, Mahkamah Konstitusi (MK) mengeluarkan putusan nomor 62/PUU-XXII/2024 yang memutuskan tentang penghapusan ambang batas pencalonan presiden dalam pemilihan umum (Pemilu) Indonesia. Keputusan ini disambut baik oleh berbagai kalangan. Walaupun demikian, ada yang menentang putusan tersebut dengan berbagai alasan, terutama mengenai apakah langkah ini akanmemperkuat atau justru melemahkan kualitas demokrasi […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Tolak Wacana Pergeseran Posisi Polri, GAMKI Jabar: Ancaman Serius bagi Supremasi Hukum

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BANDUNG (BALENGKO), 29 Januari 2026 — Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (DPD GAMKI) Jawa Barat menyatakan sikap tegas menolak berkembangnya wacana penggeseran posisi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dari bawah naungan langsung Presiden. GAMKI Jabar menilai langkah tersebut bukan sekadar wacana teknis kelembagaan, melainkan ancaman nyata terhadap supremasi hukum dan stabilitas sistem […]

  • PC PMII Kota Ternate meminta kejaksaan periksa kontraktor bangunan plaza Gamalama.

    PC PMII Kota Ternate meminta kejaksaan periksa kontraktor bangunan plaza Gamalama.

    • calendar_month Sabtu, 19 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 698
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Ternate — Pembangunan Plaza Gamalama yang dimulai sejak tahun 2017 dengan anggaran mencapai Rp92,5 miliar dari APBD Pemerintah Kota Ternate, kembali menjadi sorotan. Meski telah diresmikan pada 2021, bangunan tersebut hingga kini dinilai belum berfungsi secara optimal dan mengalami sejumlah persoalan struktural maupun tata kelola. Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Ternate, […]

  • BELA RUANG HIDUP: Warga Desa Sagea saat melakukan aksi protes terhadap aktivitas pertambangan yang mengancam lingkungan mereka. WALHI Maluku Utara mendesak kepolisian menghentikan pemanggilan terhadap 14 warga yang dinilai sebagai bentuk kriminalisasi pejuang lingkungan. (Foto: Istimewa)

    WALHI Malut Desak Polda Hentikan Pemanggilan 14 Warga Desa Sagea

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 231
    • 0Komentar

    Ternate, (BALENGKO) – WALHI Maluku Utara memandang serius pemanggilan 14 warga Desa Sagea oleh Polda Maluku Utara pasca aksi penolakan aktivitas pertambangan PT Mining Abadi Indonesia (MAI). Aksi yang dilakukan warga bersama Koalisi Save Sagea tersebut merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin konstitusi. Hak itu diatur dalam Pasal 28E UUD 1945 serta […]

  • Source : Istimewa

    Kemiskinan Guru Besar di IAIN Ternate: Alarm Serius Dunia Akademik Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 461
    • 0Komentar

    Adalah Institut Agama Islam Negeri-IAIN Ternate, salah satu perguruan tinggi keagamaan Islam di Indonesia bagian timur-Moloku Kie Raha, telah lama mengalami derita kemiskinan Guru Besar. Hal ini merupakan sebuah apresisasi yang hilang ditelan alam bagi institut yang seharusnya menjadi pusat-markaz keunggulan akademik dan pusat penelitian peradaban dan kebudayaan yang sesuai dengan disiplin keilmuannya. Menjadi Guru […]

expand_less