Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Analisis Kritis 1 Tahun 8 Bulan Kepemimpinan Sherly Tjoanda

Analisis Kritis 1 Tahun 8 Bulan Kepemimpinan Sherly Tjoanda

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 56
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Masih adanya kesenjangan antara Sofifi (ibu kota Provinsi) dengan daerah-daerah kepulauan terpencil menunjukkan bahwa distribusi kekayaan belum merata. Selain itu, fokus pada pembangunan fisik seringkali mengabaikan penguatan sumber daya manusia (SDM). Tanpa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan yang fundamental, bonus demografi Maluku Utara berisiko menjadi beban daripada aset. Program “Jaga Desa” yang diapresiasi sebagai langkah integritas perlu diperluas menjadi program pemberdayaan ekonomi desa yang nyata, bukan sekadar pengawasan administratif.

Tantangan Ke Depan—Uji Konsistensi di Tengah Tekanan Politik

Memasuki tahun kedua, Sherly akan menghadapi ujian yang lebih berat. Siklus politik menuju Pemilu Serentak 2029 mulai memanas. Ada risiko bahwa kebijakan-kebijakan yang diambil akan semakin condong ke arah kepentingan elektoral daripada kepentingan publik jangka panjang. Tantangan terbesar Sherly adalah mengubah narasi dari “Gubernur Populer” menjadi “Gubernur Pembangun”. Ia harus mampu menjawab teka-teki manajemen fiskal yang menyebabkan krisis cash flow di tengah PAD yang tinggi. Transparansi mengenai aliran dana Rp1,6 triliun PAD tersebut menjadi kunci untuk mempertahankan kepercayaan publik yang saat ini masih tinggi. Selain itu, ia perlu memastikan bahwa pemotongan TPP ASN hanyalah solusi sementara. Jika kondisi ini berlanjut hingga 2027, dampaknya akan berupa penurunan moral kerja birokrasi, yang pada akhirnya akan menghambat pelayanan publik dan merusak capaian-capaian sebelumnya.

Closing Statement

Satu tahun delapan bulan kepemimpinan Sherly Tjoanda Laos adalah periode yang penuh kontras. Di satu sisi, ia berhasil membangkitkan optimisme publik, meningkatkan PAD secara signifikan, dan menjaga stabilitas politik dengan gaya kepemimpinan yang humanis. Angka kepuasan 85,1% adalah bukti nyata bahwa rakyat Maluku Utara merasa “didengar”. Namun, di sisi lain, ketidakmampuan mengelola arus kas hingga berimbas pada pengurangan hak finansial ASN adalah alarm merah bagi tata kelola pemerintahan. Kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari seberapa banyak uang yang masuk ke kas daerah, tetapi bagaimana uang tersebut dikelola dengan efisien, adil, dan berkelanjutan. Sherly Tjoanda Laos berada di persimpangan jalan. Ia bisa memilih untuk terus bermain aman dengan program-program populis yang menjaga popularitasnya, atau berani melakukan reformasi struktural yang mungkin tidak populer di awal, namun vital bagi masa depan Maluku Utara. Publik akan terus mengawasi—apakah senyum puas 85,1% rakyat Maluku Utara akan bertahan ketika tagihan pembangunan yang sesungguhnya mulai jatuh tempo? Kepemimpinan Sherly Tjoanda Laos pada tahun ke-2, 3, 4, dan tahun ke-5 masih istiqamah atau konsisten dengan senyum puas itu kawan! Wallahu a’lam bishshawab.

  • Penulis: Oleh: Fahrul Abd. Muid Penulis adalah Direktur Bajo Institut Maluku Utara
  • Editor: Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aksi Bersih Serentak Maluku Utara

    Wakil Gubernur Maluku Utara Buka Aksi Bersih WCD 2025 Sofifi

    • calendar_month Sabtu, 20 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 448
    • 0Komentar

    Sofifi (BALENGKO SPACE) 20 September 2025 – Aksi Bersih Maluku Utara berlangsung di Pelabuhan Speed Sofifi dalam rangka World Clean Up Day (WCD) 2025. Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, S.Ag., M.Pd.I, membuka kegiatan ini dan mengajak masyarakat menumbuhkan budaya hidup bersih. Kegiatan dimulai pukul 07.36 WIT. Sejumlah pejabat hadir mendampingi, antara lain Staf […]

  • Source : Istimewa

    LBH Ansor Maluku Utara Desak Polda Hentikan Kriminalisasi 14 Warga Sagea–Kiya

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 306
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO)— Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara secara resmi menyatakan sikap solidaritas terhadap LBH Marimoi dalam mengawal pendampingan hukum bagi 14 warga Desa Sagea dan Kiya, Kecamatan Weda Utara, Halmahera Tengah. Warga tersebut saat ini tengah menjalani pemeriksaan di kepolisian atas tuduhan merintangi aktivitas pertambangan. Ketua LBH Ansor Maluku Utara menegaskan bahwa pemanggilan […]

  • Diskusi publik GP Ansor Tidore bahas APBD 2026 untuk kesejahteraan petani Kota Tidore

    GP Ansor Tidore Gelar Diskusi Publik Bahas APBD 2026 dan Kesejahteraan Petani

    • calendar_month Sabtu, 23 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.195
    • 0Komentar

    Akademisi Dorong Kolaborasi Riset Dr. Nur Azizah mengapresiasi langkah Dinas Pertanian dalam merancang digitalisasi pertanian. Ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan perguruan tinggi. Menurutnya, akademisi dapat menyumbangkan data penelitian mahasiswa untuk mengidentifikasi masalah pertanian di lapangan. Ia juga mendorong generasi muda agar berani menjadi petani. “Tanah Tidore sangat subur. Jika petani menanam dengan dukungan […]

  • Inovasi Satpol PP Morotai: Layanan Pengaduan Kebakaran dan Ketertiban Berbasis Online

    Inovasi Satpol PP Morotai: Layanan Pengaduan Kebakaran dan Ketertiban Berbasis Online

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 148
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kebakaran di Kabupaten Pulau Morotai kerap terjadi pada lahan yang ditumbuhi rumput alang-alang. Vegetasi yang mudah kering, terutama saat musim kemarau, membuat api berpotensi menjalar dengan cepat dan meluas. Guna meningkatkan kecepatan respons penanganan, Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kabupaten Pulau Morotai tengah menyiapkan inovasi […]

  • Konflik Tambang Halmahera Timur: PMII Ternate Tuntut Keadilan dan Bebaskan Warga

    Konflik Tambang Halmahera Timur: PMII Ternate Tuntut Keadilan dan Bebaskan Warga

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate menyatakan sikap atas penetapan 11 warga Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, sebagai tersangka oleh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Warga tersebut dituduh melakukan tindakan melawan hukum saat melakukan aksi penolakan terhadap aktivitas pertambangan nikel oleh PT Position. Kami menilai, aksi demonstrasi yang dilakukan masyarakat merupakan bentuk perlawanan terhadap […]

  • Tanah Yang Dirampas, Kriminalisasi Rakyat

    Tanah Yang Dirampas, Kriminalisasi Rakyat

    • calendar_month Senin, 30 Jun 2025
    • account_circle Mursid Ruko
    • visibility 883
    • 0Komentar

    Dalam konteks ini, Jeffrey Winters menceritakan dalam bukunya yang berjudul Oligarchy (2011) menyebut bahwa oligarki bukan hanya sekadar soal kepemilikan kekayaan tetapi tentang kekuasaan untuk melindungi kekayaan melalui kontrol atas negara. Pemilu menurut Winters, menjadi satu mekanisme penting bagi oligarki untuk memastikan bahwa negara tetap bekerja untuk melayani dan menjaga kepentingan mereka. Indonesia telah bergeser […]

expand_less