Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Demi Responsivitas Pelayanan, Kades Tanjung Saleh Jelaskan Konteks Penataan Perangkat Desa; DPMD Minta Perbaikan Administratif

Demi Responsivitas Pelayanan, Kades Tanjung Saleh Jelaskan Konteks Penataan Perangkat Desa; DPMD Minta Perbaikan Administratif

  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 127
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Desa Tanjung Saleh, Kecamatan Morotai Utara, Halil Boba, menegaskan bahwa langkah penataan perangkat desa dan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ia lakukan dilandasi oleh urgensi peningkatan kinerja pelayanan publik dan responsivitas terhadap keluhan warga. Langkah ini diambil setelah pihaknya menerima sejumlah laporan mengenai tidak aktifnya fungsi LPM selama tiga bulan terakhir.

Penegasan tersebut disampaikan Halil Boba usai melakukan pertemuan internal dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (15/07/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala DPMD, Mujakir Sibua, yang meminta klarifikasi terkait mekanisme administrasi pemberhentian dua Kepala Urusan (Kaur) dan satu anggota LPM.

Sekretaris DPMD Pulau Morotai, yang mewakili hasil rapat tersebut kepada media, menyampaikan bahwa secara administratif, Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan perlu disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan agar tidak terjadi cacat prosedur.

“Secara substansi, Bapak Kadis memahami dinamika di lapangan. Namun, secara regulasi, SK tersebut perlu diperbaiki agar sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, diminta untuk dilakukan pembatalan dan penyesuaian mekanisme,” ujar Sekretaris DPMD.

Konteks Kinerja dan Aspirasi Warga

Halil Boba menjelaskan bahwa keputusan menata ulang struktur perangkatnya bukan tanpa alasan. Ia menyoroti kinerja LPM yang dinilai stagnan dan tidak merespons aspirasi masyarakat.

“Fungsi utama LPM adalah menampung dan merespons aspirasi masyarakat. Namun faktanya, selama tiga bulan terakhir, LPM tidak aktif. Masyarakat kerap mengeluh karena suara mereka tidak didengar. Ini bukan sekadar soal ketidakhadiran saat pelantikan, melainkan soal fungsi yang tidak berjalan,” tegas Halil.

Ia juga menyayangkan polemik ini bermula dari penyebaran dokumen SK melalui media sosial tanpa adanya dialog terlebih dahulu. Menurut Halil, pendekatan kekeluargaan dan komunikasi langsung seharusnya menjadi prioritas sebelum isu dibawa ke ranah publik.

“Jika merasa dirugikan, seharusnya datang bertanya langsung. Jangan langsung memotret SK dan mengunggahnya ke media sosial. Itu yang membuat situasi menjadi rumit. Saya mempertahankan SK LPM karena ingin menunjukkan keseriusan saya dalam membenahi kinerja lembaga desa,” tambahnya.

Klarifikasi Ucapan dan Komitmen Kesetaraan

Terkait kontroversi pernyataannya sebelumnya, “Mau kerja apa kalau perempuan?”, Halil Boba secara terbuka mengakui bahwa kalimat tersebut keluar dalam kondisi emosi sesaat saat kegiatan kerja bakti, dan sama sekali tidak bermaksud merendahkan martabat perempuan.

“Saya akui itu salah. Bahasa saya saat itu terlalu emosional karena tekanan pekerjaan lapangan yang berat. Maksud saya bukan mendiskriminasi, melainkan menggambarkan realitas beban kerja fisik di desa. Saya siap meminta maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang timbul,” ujar Halil Boba saat ditemui di kediamannya di Desa Daruba, RT 09 Leomonade.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan tindak lanjut dari masukan DPMD serta tokoh masyarakat, Halil Boba telah mengambil langkah konkret. Ia memutuskan untuk mengembalikan Ningsi Mandea, salah satu perangkat desa perempuan yang sempat diberhentikan, ke dalam struktur pemerintahan desa dengan penugasan baru yang lebih sesuai, yaitu mengelola data desa.

“Saya sudah mempertimbangkan masukan dari masyarakat dan Majelis Taklim. Ningsi Mandea akan kembali bertugas, namun dengan penempatan di bagian pengelolaan data agar lebih efektif,” jelasnya.

Siap Bertanggung Jawab Secara Hukum

Menanggapi arahan DPMD untuk membatalkan SK dan memperbaiki prosedur, Halil Boba menyatakan sikap kooperatif. Ia berkomitmen untuk segera merevisi administrasi tersebut sesuai koridor hukum.

Namun, terkait anggota LPM, Halil tetap pada pendiriannya untuk mempertanggungjawabkan alasan penataan tersebut di hadapan DPMD.

“Untuk masalah LPM, saya siap berhadapan dengan DPMD. Jika dipanggil, saya akan hadir memberikan penjelasan lengkap mengenai ketidakaktifan mereka. Saya siap menerima risiko dan konsekuensi hukum, asalkan prosesnya adil dan melihat fakta kinerja di lapangan,” pungkasnya.

Polemik ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bersama bagi pemerintah desa dan dinas terkait untuk menciptakan tata kelola desa yang tidak hanya benar secara administrasi, tetapi juga efektif dalam melayani masyarakat.

  • Penulis: Mujizad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Soroti Alokasi Rp2 Miliar untuk Parkir: HMI Morotai Desak Pemerintah Jelaskan Prioritas APBD

    Soroti Alokasi Rp2 Miliar untuk Parkir: HMI Morotai Desak Pemerintah Jelaskan Prioritas APBD

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle Jainudin Naba
    • visibility 108
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Morotai menyoroti pembangunan fasilitas parkir kendaraan dan penataan halaman Kantor Bupati Pulau Morotai yang dianggarkan sebesar Rp2 miliar. Organisasi kemahasiswaan ini mempertanyakan skala prioritas penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 di tengah banyaknya kebutuhan dasar masyarakat yang belum terpenuhi. Berdasarkan data pengadaan […]

  • Prosesi pemakaman almarhum Piet Rudolf Sahertian di Jakarta, Minggu (18/1/2026). Setelah polemik selama 16 bulan, jenazah almarhum akhirnya berhasil dipindahkan dari Ambon ke Jakarta sesuai hak hukum istri sah berdasarkan KUHPerdata. (Foto: Dok. Istimewa/Kantor Hukum Muhammad Hamzah)

    Akhir Polemik 16 Bulan: Jenazah Alm. Piet Rudolf Sahertian Resmi Dimakamkan di Jakarta

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.477
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO), 21 Januari 2026 – Setelah melalui perjuangan hukum dan emosional selama kurang lebih 16 bulan, Ny. Mathilda Malaiholo/Sahertian akhirnya berhasil memindahkan jenazah suaminya, almarhum Piet Rudolf Sahertian, dari Ambon ke Jakarta. Jenazah telah dimakamkan dengan layak pada Minggu, 18 Januari 2026. Pemindahan ini menandai berakhirnya polemik panjang antara Ny. Mathilda selaku istri sah […]

  • Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe melepas kontingen Pramuka Maluku Utara menuju Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus Nasional 2025 di Cibubur

    Wagub Maluku Utara Lepas Kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus ke Kemah Nasional 2025

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 549
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, melepas secara resmi 19 kontingen Pramuka Maluku Utara untuk mengikuti Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus (KPBK) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–19 Agustus 2025. Acara pelepasan berlangsung di Syamatira Caffe, Selasa (12/8/25) Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa gerakan pramuka […]

  • source : Istimewa

    POST POWER SYNDROME ‘RACUN GALAFEA’

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 675
    • 0Komentar

    Seseorang yang memiliki mental lemah-dha’if dan belum siap menghadapi hilangnya jabatan-kekuasaan karena orang itu tidak terpilih lagi untuk periode selanjutnya dalam sebuah jabatan akan mengalami shock-pukulan batin yang menyiksa dirinya. Dari kondisi shock ini, muncul perasaan-perasaan sedih, takut, cemas, rasa inferior-rendah diri, tidak berguna, putus asa, bingung, dan rasanya mau gila saja. Semua gejala-gejala rohaniah […]

  • Road to Toadore Fest Vol. II: Gema Budaya Tidore Mengalun di Yogyakarta

    Road to Toadore Fest Vol. II: Gema Budaya Tidore Mengalun di Yogyakarta

    • calendar_month Selasa, 22 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 584
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Yogyakarta | 22 Juli 2025, Semangat pelestarian budaya lokal kembali menggema di Yogyakarta melalui gelaran Road To Toadore Fest Vol. II yang mengusung tema “Budaya Tidore di Bumi Mataram: Jejak, Rasa, dan Nada.” Acara yang digelar pada Senin, 21 Juli 2025 di Ketok Studio, SaRanG Building Block 1, Kalipakis, Bantul, ini menjadi bagian dari […]

  • Libatkan 1.746 Pekerja Lokal, Irine Roba Dorong Kemandirian Petani Lewat Program P3TGAI di Halmahera Timur

    Libatkan 1.746 Pekerja Lokal, Irine Roba Dorong Kemandirian Petani Lewat Program P3TGAI di Halmahera Timur

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 435
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, HALMAHERA TIMUR – Anggota Komisi V DPR RI, Irine Yusiana Roba Putri, menggelar pertemuan dengan 23 kelompok penerima Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) Tahun Anggaran 2025 dan 2026 di Desa Sidomulyo, Rabu (30/7/2026). Kegiatan yang dihadiri sekitar 100 peserta ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus sosialisasi pelaksanaan program peningkatan jaringan irigasi […]

expand_less