Dinkes Morotai Buka Suara Soal Keterlambatan Proyek LabKesmas, Sebut Kendala Cuaca hingga Mutu Material
- calendar_month Kam, 8 Jan 2026
- visibility 351
- comment 0 komentar

Penampakan fisik bangunan LabKesmas Pulau Morotai yang sedang dalam masa adendum. Kepala Dinas Kesehatan memastikan tetap mengedepankan profesionalitas dan standarisasi material meskipun pekerjaan mengalami keterlambatan dari jadwal semula. (Sumber Foto: Istimewa)
DARUBA (BALENGKO) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pulau Morotai memberikan klarifikasi resmi terkait sorotan publik mengenai lambannya progres pembangunan proyek Laboratorium Kesehatan Masyarakat (LabKesmas). Pihak dinas menegaskan bahwa sejumlah kendala teknis dan alam menjadi faktor utama terhambatnya pekerjaan di lapangan.
Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai, dr. Diana Pinangkaa, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya maksimal agar proyek tersebut rampung 100 persen. Namun, ia tidak menampik adanya keterlambatan yang dipicu oleh faktor cuaca ekstrem.
“Pekerjaan ini memang memakan waktu cukup lama karena curah hujan yang tinggi di wilayah Morotai, sehingga aktivitas fisik di lapangan sering terhambat,” ujar dr. Diana saat memberikan penjelasan kepada awak media.
Mekanisme Denda dan Adendum
Menyikapi keterlambatan tersebut, dr. Diana menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah mengambil langkah sesuai ketentuan pengadaan barang dan jasa. Pihaknya melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah memberikan adendum berupa penambahan waktu selama 50 hari kalender.
- Penulis: Muhammad Muzijad Mandea
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Kepala Dinas Kesehatan Pulau Morotai, dr. Diana Pinangkaa

Saat ini belum ada komentar