Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 275
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan kerap dipuji sebagai jalan utama menuju kemajuan. Ia disebut jembatan masa depan, tangga mobilitas sosial, bahkan mesin peradaban. Namun, di balik retorika yang berulang, ada kenyataan yang jarang diucapkan dengan jujur: banyak anak Indonesia hari ini sedang belajar dalam kondisi yang rapuh, seolah membaca buku di atas perahu bocor.

Perahu itu tidak selalu tampak dari kejauhan. Ia masih bergerak, masih mengangkut penumpang, dan masih diklaim laik jalan. Namun bila diperhatikan lebih dekat, kebocorannya terasa dari bawah: dari ketimpangan kualitas sekolah, dari lemahnya dukungan bagi guru, serta dari kebijakan yang sering kali lebih cepat berubah dibanding kesiapan di lapangan.

Retakan yang Terukur oleh Data

Laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menempatkan kemampuan literasi membaca siswa Indonesia di bawah rata-rata negara OECD. Angka ini bukan sekadar statistik internasional, melainkan cermin dari persoalan mendasar: banyak siswa mampu mengeja, tetapi belum mampu memahami. Membaca belum sepenuhnya menjadi alat berpikir.

Masalah tersebut tidak berdiri sendiri. UNESCO dalam Global Education Monitoring Report 2023 menegaskan bahwa tantangan utama pendidikan di negara berkembang bukan hanya akses, tetapi juga kualitas pembelajaran dan dukungan berkelanjutan bagi guru². Di Indonesia, persoalan ini terasa nyata, terutama di wilayah nonperkotaan, tempat sekolah sering kali bekerja dalam keterbatasan sarana, pelatihan, dan pendampingan profesional.

Di titik inilah perahu pendidikan mulai kemasukan air. Ketika kualitas guru tidak ditopang secara sistematis, kurikulum sebaik apa pun akan sulit berfungsi. Ketika kesenjangan antardaerah dibiarkan, pendidikan justru mereproduksi ketidakadilan yang seharusnya ia koreksi.

Nostalgia sebagai Cermin, Bukan Tujuan

Ada kecenderungan untuk memandang masa lalu pendidikan dengan nada romantik. Padahal, sekolah dahulu juga penuh kekurangan. Namun, nostalgia tetap memiliki nilai reflektif. Ia mengingatkan bahwa pendidikan pernah dijalankan dengan tujuan yang lebih sederhana namun jujur: mencerdaskan, membentuk watak, dan memandirikan manusia.

Paulo Freire menulis, “Education does not change the world. Education changes people. People change the world.” Ketika pendidikan kehilangan orientasi pada manusia dan terlalu terikat pada indikator administratif, daya transformatif itu memudar. Sekolah menjadi ruang pelaporan, bukan ruang pertumbuhan.

Hari ini, siswa sering dihadapkan pada tuntutan capaian yang seragam, sementara kondisi belajar mereka sangat beragam. Dalam situasi seperti ini, kegagalan kerap dibaca sebagai kelemahan individu, bukan sebagai kegagalan sistem.

Murka yang Rasional

Kritik terhadap pendidikan tidak selalu lahir dari pesimisme. Ia justru berangkat dari kepedulian. Bank Dunia mencatat bahwa tingkat learning poverty di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu persentase anak usia 10 tahun yang belum mampu membaca dan memahami teks sederhana⁴. Fakta ini menunjukkan bahwa masalah pendidikan bukan berada di ujung jenjang, melainkan di fondasi paling awal.

Ivan Illich pernah mengingatkan, “Schooling confuses process and substance.” Ketika kehadiran di kelas disamakan dengan belajar, dan kelulusan disamakan dengan kecakapan hidup, maka pendidikan berisiko kehilangan maknanya. Perahu tetap berlayar, tetapi arah dan keselamatannya dipertanyakan.

Kemarahan yang muncul dari kondisi ini bukan kemarahan emosional, melainkan kegelisahan rasional. Sebab, membiarkan pendidikan berjalan dalam kondisi bocor berarti menerima risiko hilangnya satu generasi dalam diam.

Menambal dari Dalam

Di atas perahu bocor adalah metafora tentang daya tahan, tetapi juga peringatan. Ketangguhan guru dan siswa tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi keterbatasan. Justru dari sanalah negara seharusnya memulai pembenahan: memperkuat sekolah yang paling lemah, menyederhanakan beban guru, dan memastikan kebijakan berpijak pada realitas kelas, bukan semata pada konsep.

Pendidikan seharusnya menjadi perahu yang mengantarkan, bukan ujian bertahan hidup. Jika kebocoran terus diabaikan, maka seberapa pun rajinnya membaca, penumpang tetap akan kelelahan menimba air. Dan pada titik tertentu, kelelahan itu akan berubah menjadi keheningan yang berbahaya.

  • Penulis: Subhan Samsudin
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejumlah pengurus IKA PMII Maluku Utara berfoto bersama perwakilan Harita Grup usai menggelar audiensi di Ternate.

    Perkuat Sinergitas, PW IKA PMII Malut Gelar Audiensi dengan Harita Grup

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 481
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Pengurus Wilayah Ikatan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PW IKA PMII) Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Muhajirin Bailussy terus memperkuat sinergi dengan berbagai elemen strategis di daerah. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari komitmen organisasi untuk mendukung pembangunan Maluku Utara. “Selain membangun soliditas internal, kami juga terus menjalin konsolidasi dan […]

  • Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 522
    • 0Komentar

    Ternate, 1 Mei 2025 — Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, Kamis malam (1/5), pukul 21.00 WIT. Pertemuan hangat ini berlangsung di kediaman resmi Wakil Gubernur Maluku Utara di Kota Ternate. Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antarprovinsi, khususnya dalam menjalin […]

  • Sahrir Albar Bafagih, S.IP., sosok petarung gagasan dari Manado yang memadukan dunia pergerakan PMII, ketegasan Banser, hingga manajerial korporasi.

    Mengenal Sahrir Albar Bafagih: Aktivis, Komandan Banser, dan Nahkoda Pengusaha Nahdliyin

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 249
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MANADO – Di balik sosoknya yang tenang, Sahrir Albar Bafagih, S.IP. adalah seorang petarung gagasan yang telah ditempa oleh kerasnya dunia pergerakan sejak mahasiswa. Baginya, politik, bisnis, dan pengabdian adalah satu tarikan napas perjuangan yang tak terpisahkan. Pria kelahiran Manado ini merupakan jebolan FISIP Universitas Sam Ratulangi (Unsrat). Di masa mudanya, Sahrir dikenal […]

  • Gubernur Maluku Utara Sherly Laos memberikan sambutan pada Peluncuran dan Diskusi Buku “Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara” di Pendopo Kesultanan Ternate, Jumat (30/1/2026). DOK. BALENGKO

    Gubernur Sherly Dorong Diskusi Buku Empat Kesultanan Masuk Sekolah

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Maluku Utara bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku Utara menggelar Peluncuran dan Diskusi Buku “Empat Kesultanan dan Peradaban di Maluku Utara”, Jumat (30/1/2026), di Pendopo Kesultanan Ternate. Kegiatan ini membedah empat karya yang mengulas sejarah dan peradaban […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara ditemani keluarga berziarah di makam almarhum Gubernur KH. Abdul Gani Kasuba di Desa Bibinoi, Halmahera Selatan.

    Ziarah Wagub Maluku Utara ke Makam KH.Abdul Gani Kasuba

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 658
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Halmahera Selatan, 5 September 2025 – Ziarah Wagub Maluku Utara KH. Sarbin Sehe berlangsung di makam Mantan Gubernur almarhum KH. Abdul Gani Kasuba, Desa Bibinoi, Halmahera Selatan, Jumat (5/9/2025) pukul 10.00 WIT. Wagub hadir bersama keluarga almarhum dan pengurus Yayasan Al-Khairat, Ia memulai prosesi ziarah dengan doa di pusara almarhum. Suasana ziarah berlangsung […]

  • Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy

    LBH Ansor Maluku Utara: Sengketa Lahan Ubo-Ubo Seharusnya Diselesaikan Secara Perdata dan Administratif, Bukan Pidana

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 813
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menyampaikan pandangan hukumnya terkait langkah Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara yang memproses laporan pidana terhadap sejumlah warga Kelurahan Ubo-Ubo, Kota Ternate, dengan dugaan penyerobotan lahan dan memasuki pekarangan tanpa izin. Ketua LBH Ansor Maluku Utara, Zulfikran Bailussy, menyatakan bahwa pendekatan pidana dalam […]

expand_less