Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

Membaca Buku di Atas Perahu Bocor

  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 318
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pendidikan kerap dipuji sebagai jalan utama menuju kemajuan. Ia disebut jembatan masa depan, tangga mobilitas sosial, bahkan mesin peradaban. Namun, di balik retorika yang berulang, ada kenyataan yang jarang diucapkan dengan jujur: banyak anak Indonesia hari ini sedang belajar dalam kondisi yang rapuh, seolah membaca buku di atas perahu bocor.

Perahu itu tidak selalu tampak dari kejauhan. Ia masih bergerak, masih mengangkut penumpang, dan masih diklaim laik jalan. Namun bila diperhatikan lebih dekat, kebocorannya terasa dari bawah: dari ketimpangan kualitas sekolah, dari lemahnya dukungan bagi guru, serta dari kebijakan yang sering kali lebih cepat berubah dibanding kesiapan di lapangan.

Retakan yang Terukur oleh Data

Laporan Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menempatkan kemampuan literasi membaca siswa Indonesia di bawah rata-rata negara OECD. Angka ini bukan sekadar statistik internasional, melainkan cermin dari persoalan mendasar: banyak siswa mampu mengeja, tetapi belum mampu memahami. Membaca belum sepenuhnya menjadi alat berpikir.

Masalah tersebut tidak berdiri sendiri. UNESCO dalam Global Education Monitoring Report 2023 menegaskan bahwa tantangan utama pendidikan di negara berkembang bukan hanya akses, tetapi juga kualitas pembelajaran dan dukungan berkelanjutan bagi guru². Di Indonesia, persoalan ini terasa nyata, terutama di wilayah nonperkotaan, tempat sekolah sering kali bekerja dalam keterbatasan sarana, pelatihan, dan pendampingan profesional.

Di titik inilah perahu pendidikan mulai kemasukan air. Ketika kualitas guru tidak ditopang secara sistematis, kurikulum sebaik apa pun akan sulit berfungsi. Ketika kesenjangan antardaerah dibiarkan, pendidikan justru mereproduksi ketidakadilan yang seharusnya ia koreksi.

Nostalgia sebagai Cermin, Bukan Tujuan

Ada kecenderungan untuk memandang masa lalu pendidikan dengan nada romantik. Padahal, sekolah dahulu juga penuh kekurangan. Namun, nostalgia tetap memiliki nilai reflektif. Ia mengingatkan bahwa pendidikan pernah dijalankan dengan tujuan yang lebih sederhana namun jujur: mencerdaskan, membentuk watak, dan memandirikan manusia.

Paulo Freire menulis, “Education does not change the world. Education changes people. People change the world.” Ketika pendidikan kehilangan orientasi pada manusia dan terlalu terikat pada indikator administratif, daya transformatif itu memudar. Sekolah menjadi ruang pelaporan, bukan ruang pertumbuhan.

Hari ini, siswa sering dihadapkan pada tuntutan capaian yang seragam, sementara kondisi belajar mereka sangat beragam. Dalam situasi seperti ini, kegagalan kerap dibaca sebagai kelemahan individu, bukan sebagai kegagalan sistem.

Murka yang Rasional

Kritik terhadap pendidikan tidak selalu lahir dari pesimisme. Ia justru berangkat dari kepedulian. Bank Dunia mencatat bahwa tingkat learning poverty di Indonesia masih tergolong tinggi, yaitu persentase anak usia 10 tahun yang belum mampu membaca dan memahami teks sederhana⁴. Fakta ini menunjukkan bahwa masalah pendidikan bukan berada di ujung jenjang, melainkan di fondasi paling awal.

Ivan Illich pernah mengingatkan, “Schooling confuses process and substance.” Ketika kehadiran di kelas disamakan dengan belajar, dan kelulusan disamakan dengan kecakapan hidup, maka pendidikan berisiko kehilangan maknanya. Perahu tetap berlayar, tetapi arah dan keselamatannya dipertanyakan.

Kemarahan yang muncul dari kondisi ini bukan kemarahan emosional, melainkan kegelisahan rasional. Sebab, membiarkan pendidikan berjalan dalam kondisi bocor berarti menerima risiko hilangnya satu generasi dalam diam.

Menambal dari Dalam

Di atas perahu bocor adalah metafora tentang daya tahan, tetapi juga peringatan. Ketangguhan guru dan siswa tidak boleh dijadikan alasan untuk menormalisasi keterbatasan. Justru dari sanalah negara seharusnya memulai pembenahan: memperkuat sekolah yang paling lemah, menyederhanakan beban guru, dan memastikan kebijakan berpijak pada realitas kelas, bukan semata pada konsep.

Pendidikan seharusnya menjadi perahu yang mengantarkan, bukan ujian bertahan hidup. Jika kebocoran terus diabaikan, maka seberapa pun rajinnya membaca, penumpang tetap akan kelelahan menimba air. Dan pada titik tertentu, kelelahan itu akan berubah menjadi keheningan yang berbahaya.

  • Penulis: Subhan Samsudin
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nelayan lokal Morotai terancam kapal pakura

    HIPPMAMORO Yogyakarta Desak Pemda Morotai dan Gubernur Maluku Utara Tuntaskan Masalah Kapal Pakura

    • calendar_month Kamis, 25 Sep 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 665
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 25 September 2025 –Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Morotai (HIPPMAMORO) Yogyakarta menegaskan sikap atas maraknya kapal pakura yang masuk ke wilayah tangkap nelayan tuna di Kabupaten Pulau Morotai. Aktivitas kapal tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan pemerintah daerah dan DPRD. Lebih jauh lagi, kondisi ini mengancam keberlangsungan hidup nelayan kecil yang bergantung pada hasil tangkapan tradisional. […]

  • 12 Laga Tak Terkalahkan! Malut United Hajar Dewa United dengan Comeback Epik!

    12 Laga Tak Terkalahkan! Malut United Hajar Dewa United dengan Comeback Epik!

    • calendar_month Jumat, 25 Apr 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 685
    • 0Komentar

    Balengko Space, Jumat, 25 April 2025 – Malut United kembali membuktikan kelasnya sebagai calon juara dengan menaklukkan Dewa United FC 2-1 di kandang sendiri. Tim Naga Gamalama ini mempertahankan rekor fantastis 12 laga tanpa kekalahan sekaligus mengokohkan posisi atas klasemen Liga 1 Indonesia. Dewa United sempat mengguncang Malut United ketika Egy Maulana Vikri memanfaatkan umpan dengan baik lalu menghujamkannya ke gawang Malut United pada menit […]

  • ilustrasi

    ISRA’ MI’RAJ dan PERADABAN SUJUD

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
    • visibility 244
    • 0Komentar

    Menurut saya hanya ada dua nilai-value dalam peristiwa kemukjizatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad Saw yang menjadi spirit kebangsaan untuk digunakan oleh seorang pemimpin baik Presiden, Gubernur, Bupati dan Walikota dalam membangun Indonesia yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur. Pertama, kalau hendak sukses membangun bangsa Indonesia ini menjadi sebuah negara yang maju, kuat dan hebat maka […]

  • Seleksi Calon Rektor UNUTARA 2026 Gedung Rektorat Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara

    Resmi Serahkan Berkas, Sunaidin Ode Mulae Mendaftar Jadi Calon Rektor UNUTARA 2026–2030

    • calendar_month Senin, 17 Agt 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 420
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Tahapan Pemilihan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) periode 2026–2030 memasuki babak baru. Panitia Pemilihan Rektor UNUTARA secara resmi menerima pendaftaran dan berkas persyaratan dari salah satu pendaftar, Sunaidin Ode Mulae, S.S., M.Hum., di Gedung Rektorat UNUTARA, Ternate, Senin (17/08/2026). Berkas pendaftaran diserahkan langsung oleh Sunaidin Ode Mulae dan diterima oleh […]

  • GP Ansor Maluku Utara Bersilaturrahim dengan Sultan Ternate: Kolaborasi untuk Mengembangkan Pariwisata Religius dan Menghidupkan Budaya Islam di Kota Ternate

    GP Ansor Maluku Utara Bersilaturrahim dengan Sultan Ternate: Kolaborasi untuk Mengembangkan Pariwisata Religius dan Menghidupkan Budaya Islam di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 11 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 868
    • 0Komentar

    Ternate, (11/4/25) – Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Maluku Utara mengawali masa kepengurusannya dengan melakukan silaturrahim bersama Yang Mulia Sultan Ternate, sebagai langkah awal untuk memperkuat sinergi dengan Kesultanan Ternate, khususnya dalam mengembangkan potensi pariwisata religius di Kota Ternate. Dalam pertemuan penuh kehangatan tersebut, Sultan Ternate menyampaikan pentingnya menghidupkan kembali budaya-budaya Islam yang pernah mengakar […]

  • Foto: Jamaah IKA-PMII Kota Tidore Kepulauan bersama warga Nahdliyin mengikuti Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025).

    Sambut Tahun Baru 2026, IKA-PMII Tikep Gelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025). Istighosah dipimpin oleh Kiai Anim Fatahna dan berlangsung khidmat. Kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) turut menambah semangat jamaah yang memadati masjid. Dalam […]

expand_less