Diskusi SEMAINDO Bahas Geothermal Halmahera Barat: Potensi Energi Bersih dan Isu Keadilan Ekologis
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 80
- comment 0 komentar
- print Cetak

Suasana diskusi publik SEMAINDO Halmahera Barat tentang pengembangan geothermal dan transisi energi rendah karbon di Jakarta, Kamis (12/3/2026). Source : Istimewa
Karena itu, ia menekankan pentingnya penerapan prinsip Free, Prior, and Informed Consent (FPIC) atau persetujuan bebas, didahului, dan diinformasikan kepada masyarakat sebelum proyek dijalankan.
Selain kritik, Riki juga menawarkan sejumlah alternatif model transisi energi berkeadilan, di antaranya melalui koperasi energi berbasis masyarakat, pengembangan agrovoltaik yang mengintegrasikan energi surya dengan pertanian, serta pemanfaatan mikrohidro dan biogas lokal untuk memperkuat ekonomi komunitas.
“Energi bersih harus juga menghadirkan keadilan. Pertanyaannya bukan hanya siapa yang menikmati energi tersebut, tetapi juga siapa yang menanggung dampaknya,” ujarnya.
Ketua SEMAINDO Halmahera Barat DKI Jakarta, Sahrir Jamsin, berharap diskusi ini dapat menjadi ruang dialog konstruktif antara pemerintah, akademisi, masyarakat sipil, dan generasi muda dalam merumuskan arah pengembangan energi yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Menurutnya, pengembangan energi panas bumi bukan hanya berkaitan dengan kebutuhan energi nasional, tetapi juga menyangkut aspek lingkungan, sosial, serta keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.
“Sebagai generasi muda dari Halmahera Barat, kami berharap setiap langkah pembangunan energi ke depan dilakukan secara transparan, adil, dan melibatkan masyarakat. Energi bersih seharusnya tidak hanya menjadi solusi bagi negara, tetapi juga membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan di daerah,” ujar Sahrir.
SEMAINDO berharap dialog seperti ini dapat terus dilakukan agar setiap kebijakan pengembangan energi di masa depan mampu menyeimbangkan antara kebutuhan pembangunan nasional dengan perlindungan lingkungan serta hak-hak masyarakat yang hidup di sekitar wilayah sumber energi.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar