Immanuel “Noel” Ebenezer: Luka, Empati, dan Gerak di Jalanan Kekuasaan Luka 1998: Barak Kuda dan Sumpah Seorang Anak Manusia
- calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
- visibility 394
- comment 0 komentar
- print Cetak

Immanuel Ebenezer Gerungan (atau dikenal juga sebagai Noel; lahir 22 Juli 1975) adalah seorang politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan aktivis Indonesia kelahiran Riau. | Sumber foto : Istimewa
Epilog: Lentera di Lorong Gelap
Di laci meja kerjanya, Noel menyimpan dua benda, surat sidak bertanda tangan Menaker dan foto seorang buruh memeluk ijazahnya – senyumnya seperti anak yang baru lulus sekolah. Malam hari, dalam sunyi kementerian, ia menulis di buku catatan:
“Kekuasaan tanpa empati hanya memperpanjang barak kuda. Empati tanpa keberanian hanya menambah air mata. Di simpang keduanya, negara menemukan wajahnya.”
Sejarah mungkin akan mencatat Noel dengan kontroversi, sikapnya pada Munarman, langkahnya yang keras di pabrik, narasinya tentang polisi dan buruh. Tetapi bagi 311 buruh yang ijazahnya dikembalikan, bagi para difabel yang kini melamar kerja tanpa dihantui angka umur, dan bagi keluarga yang makan malam karena sedekah diam-diam, Noel bukan sekadar pejabat. Ia adalah lentera di lorong yang lama gelap.
“Keadilan bukan hadiah; ia direbut manusia.” Noel memilih menyalakan lentera itu, meski angin politik terus mengguncangnya. Di sela waktu, “Maafkanlah, tetapi tetaplah bersuara bagi mereka yang tak bersuara.”
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar