Kadis PUPR Morotai: Proyek Talud Desa Yayasan Senilai Rp4,1 Miliar Sudah 100 Persen
- calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
- visibility 309
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, menyampaikan bahwa proyek pembangunan talud di Desa Yayasan telah rampung 100 persen dan dilaksanakan sesuai masa kontrak Tahun Anggaran 2025. (Sumber foto : Istimewa)
Morotai (BALENGKO) – Pekerjaan pembangunan talud di Desa Yayasan, Kabupaten Pulau Morotai, yang dibiayai melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025, kini telah mencapai progres 100 persen.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pulau Morotai, Fahmi Usman, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Selasa, (6/1/25).
Fahmi menjelaskan, proyek talud yang dikerjakan oleh CV Bangun Pratama tersebut memiliki panjang 250 meter dengan nilai kontrak kurang lebih Rp4,1 miliar. Pekerjaan berlangsung sejak Agustus hingga Desember 2025 sesuai dengan masa kontrak yang ditetapkan.
“Panjang talud batu bolder 250 meter dengan nilai kontrak kurang lebih Rp4,1 miliar. Progres pekerjaannya sudah 100 persen,” ujar Fahmi.
Ia mengakui bahwa sempat terjadi keterlambatan pada beberapa bulan sebelumnya. Namun, keterlambatan tersebut disebabkan oleh anggaran yang baru terealisasi sekitar 30 persen pada awal pelaksanaan proyek.
“Talud di Desa Yayasan sebelumnya masih dalam proses menuju 100 persen karena anggarannya baru cair sekitar 30 persen,” jelasnya.
Meski demikian, Fahmi menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak dijadikan alasan untuk menghentikan atau memperlambat pekerjaan. Pihaknya tetap mengupayakan agar proyek dapat diselesaikan sesuai dengan jadwal kontrak.
“Walaupun ada kendala pada pencairan anggaran, Alhamdulillah proyek talud tetap bisa diselesaikan,” katanya.
Selain proyek talud, Fahmi juga menyampaikan bahwa Dinas PUPR Kabupaten Pulau Morotai saat ini fokus menyelesaikan sejumlah program infrastruktur pada Tahun Anggaran 2025, termasuk pembangunan jalan tani dengan target sepanjang 15 kilometer.
“Kami berupaya menuntaskan seluruh progres proyek tahun anggaran 2025, termasuk jalan tani,” ujarnya.
Menurut Fahmi, beberapa proyek sempat mengalami perlambatan akibat curah hujan yang tinggi, sehingga menyulitkan pelaksanaan pekerjaan di lapangan. Namun, pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan secepat mungkin.
“Kendala cuaca memang berpengaruh, tetapi Insyaallah akan kami selesaikan dalam waktu sesingkat mungkin,” pungkasnya.
- Penulis: Muhammad Muzijad Mandea
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Muhammad Muzijad Mandea

Saat ini belum ada komentar