Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Aliansi Mahasiswa Nusantara Gelar Dialog Kebangsaan: Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Suara Kritis Kaum Muda

Aliansi Mahasiswa Nusantara Gelar Dialog Kebangsaan: Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran dan Suara Kritis Kaum Muda

  • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
  • visibility 363
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Yogyakarta (BALENGKO) — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) menggelar Deklarasi dan Dialog Kebangsaan bertema “Menyambut Satu Tahun Pemerintahan Prabowo–Gibran: Kebijakan, Harapan, dan Dukungan Kaum Muda” pada Senin, 27 Oktober 2025, di Canggir Bumi Coffee, Yogyakarta.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi terbuka bagi generasi muda untuk menilai arah kebijakan nasional sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai aktor strategis dalam pembangunan bangsa.

Gunawan Fiantara, Koordinator Wilayah AMAN DIY, menegaskan bahwa momen satu tahun pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming menjadi waktu yang tepat untuk mengevaluasi kinerja pemerintah secara jujur, kritis, dan konstruktif.

“Kami mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam menyelesaikan proyek infrastruktur strategis. Jalan, bandara, dan pelabuhan yang kini menyambungkan ujung timur ke barat Indonesia bukan hanya simbol fisik—tapi juga harapan bagi pertumbuhan ekonomi daerah terpencil,” ujar Gunawan dalam sambutannya.

Ia juga memberi catatan positif terhadap percepatan transformasi digital di sektor pelayanan publik.

“Sekarang mahasiswa bisa urus izin penelitian, beasiswa, atau KIP lewat satu aplikasi. Ini terobosan nyata yang mengurangi birokrasi dan potensi korupsi kecil di kampus,” tambahnya.

Namun, Gunawan menilai keberanian pemerintah dalam mereformasi subsidi energi tetap perlu dikawal secara transparan.

“Kebijakan mengalihkan subsidi BBM ke pendidikan dan kesehatan berisiko, tapi berani. Kami hargai keputusan itu—selama eksekusinya tepat sasaran dan tidak memberatkan rakyat kecil,” tegasnya.

Lebih lanjut, Gunawan menegaskan bahwa apresiasi terhadap pemerintah harus diiringi dengan keberpihakan nyata kepada generasi muda.

“Kami tidak datang untuk menghakimi, tapi untuk mengingatkan. Kinerja fisik dan ekonomi makro cukup mengesankan, tapi dimensi sosial-kebudayaan dan partisipasi politik pemuda masih belum tersentuh sepenuhnya,” katanya.

Dalam dialog tersebut, AMAN juga menyoroti pentingnya pelibatan mahasiswa dalam perancangan kebijakan publik.

Sumber foto : Istimewa

“Kami apresiasi langkah-langkah kementerian, tapi jangan lupakan suara di kampus, di basis, dan di pelosok desa. Jangan sebut kebijakan pro-pemuda jika mahasiswa sendiri tidak dilibatkan dalam perancangannya,” tegas Gunawan.

Di bidang pendidikan, AMAN meminta agar akses beasiswa lebih inklusif.

“Program Beasiswa Merdeka bagus, tapi aksesnya masih terbatas pada kampus dan jurusan tertentu. Kami minta diperluas untuk mahasiswa vokasi dan calon guru penggerak,” ujarnya.
Gunawan juga mengkritisi sistem seleksi beasiswa yang dinilai belum berpihak kepada pelajar dari keluarga prasejahtera.
“Anak desa yang cerdas tapi minim dokumen digital masih terpinggirkan. Sistem harus lebih ramah, lebih manusiawi,” ucapnya.

Dalam isu lingkungan, Gunawan mengapresiasi kebijakan penghentian penebangan hutan primer, namun menilai transisi energi masih setengah hati.

“Kami dukung program energi terbarukan, tapi batu bara masih menyumbang 58% energi nasional. Harus ada roadmap jelas menuju energi bersih,” tuturnya.

Gunawan menutup dialog dengan menyerukan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan kaum muda.

“Kami bukan oposisi abadi, tapi mitra kritis. Apresiasi kami tulus, kritik kami juga tulus. Satu tahun bukan waktu panjang, tapi cukup untuk menilai komitmen. Jangan berhenti di sini — tumbuhkan kebijakan yang tidak hanya pro-growth, tapi juga pro-rakyat, pro-keadilan, dan pro-masa depan,” pesannya.

Dialog kebangsaan ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta dan menghasilkan sejumlah rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada lembaga eksekutif dan legislatif, sebagai bentuk kontribusi nyata generasi muda dalam tata kelola pemerintahan.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Nuel Jean Gaston

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kondisi jalan rusak di Pulau Moti, Kota Ternate, yang mengalami kerusakan di sejumlah titik dan dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama kendaraan roda dua dan roda empat. Sumber: Istimewa

    Kerusakan Jalan di Pulau Moti Kian Parah, Warga Minta Perbaikan Segera

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 328
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) — Kondisi jalan di Kecamatan Pulau Moti, Kota Ternate, dilaporkan mengalami kerusakan di sejumlah titik dan dinilai mengganggu aktivitas masyarakat. Berdasarkan informasi warga, beberapa ruas jalan mengalami kerusakan yang cukup signifikan sehingga menyulitkan pengguna kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. Salah satu titik yang disebut mengalami kerusakan berat berada di Kelurahan Moti […]

  • “Seorang pria berdiri sambil memegang buku di depan rak buku, dengan pencahayaan hangat yang menyoroti suasana ruang belajar.

    Revolusioner Religion for Justice: Agama sebagai Kesadaran Pembebasan Dari Syariati ke Eko Prasetyo

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Ketua LBH Ansor Maluku Utara Zulfikran Bailussy,SH.
    • visibility 390
    • 0Komentar

    Agama selalu berada pada persimpangan: menjadi kekuatan pembebasan atau menjadi alat domestikasi. Sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa ketika agama turun ke jalan kehidupan sosial, ia dapat mengguncang tatanan yang menindas. Pandangan ini bukan baru. Ali Syariati, dalam salah satu esainya, mengingatkan: “Agama yang membebaskan adalah agama yang melahirkan manusia yang sadar, bukan manusia yang pasrah.”Bagi Syariati, […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe bersama Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara H. Amar Manaf, para tokoh agama, dan ratusan santri Alkhairaat Ternate berfoto bersama usai peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Lembaga Pendidikan Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, Rabu (22/10/2025).

    Wagub Maluku Utara Hadiri Peringatan Hari Santri 2025 di Alkhairaat Ternate

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Lembaga Pendidikan Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, Rabu (22/10/2025) pagi. Ratusan santri dan dewan guru berbaris rapi menyambut kedatangan Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe, yang hadir dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Peringatan Hari Santri kali ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian […]

  • Kolaborasi DKP dan Warga, Taman Lelong Ternate Dibersihkan dari Tanaman Air

    DKP Ternate Bersihkan Taman Lelong dari Tanaman Air pada Hari Clean Up Day

    • calendar_month Minggu, 28 Sep 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Taman Lelong, salah satu ikon ruang publik di Kota Ternate, dipenuhi tanaman air yang mengganggu estetika dan fungsi kolam. Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate turun tangan langsung melakukan aksi pembersihan pada Sabtu sore (27/9/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Clean Up Day. Kepala DKP Kota Ternate, Faisal Harun […]

  • Refleksi Perjalanan 26 Tahun Kota Ternate: Perjalanan Panjang Dalam  Menyongsong Pembangunan

    Refleksi Perjalanan 26 Tahun Kota Ternate: Perjalanan Panjang Dalam Menyongsong Pembangunan

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle M. Fajrinindra Mile
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Saya terdistraksi sejenak setelah menonton kajian dari Metro TV, utamanya dalam suatu pembahasan besar dalam program Menolak Lupa: Evolusi Kota Jakarta (2021). Pembahasan tersebut merefleksikan bahwa riwayat kota Jakarta merupakan suatu perjalanan historis yang panjang dimana Jakarta dibangun tidak hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi bagaimana suatu kota tumbuh mengikuti dinamika yang panjang seiring perkembangan zaman. […]

  • Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

    Spiritual Anak Rantau; Menjemput Ramadhan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Kasman j. Momole
    • visibility 346
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah rangkaian aktivitas yang penuh dengan berbagai bentuk ibadah, baik pada ranah teologis, psikologis, maupun sosial. Secara teologis, Ramadhan menegaskan ketaatan manusia dalam menjalankan perintah agama. Secara psikologis, Ramadhan melatih jiwa agar lebih tertib dan tenang. Secara sosial, Ramadhan menguatkan silaturahmi dan menumbuhkan kepekaan terhadap sesama. Secara teologis, puasa telah ditegaskan dalam firman Allah […]

expand_less