Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • visibility 167
  • comment 0 komentar

Perkaderan sebagai usaha organisasi yang dilaksanakan secara sadar dan sistematis mesti memperhatikan tiga aspek utama yang diamanatkan dalam Pedoman Perkaderan HMI: Pertama, menentukan prioritas rekrutmen calon kader dari mahasiswa pilihan, yakni yang memiliki integritas pribadi, bersedia terus menerus meningkatkan pengembangan kualitas diri, berorientasi pada prestasi dan menggali potensi leadership, serta berkomitmen untuk memajukan organisasi. Kedua, memperhatikan kualitas para pengurus, pengelola latihan, relevansitas pedoman perkaderan, dan sarana-prasarana yang mendukung suksesi kegiatan-kegiatan perkaderan. Ketiga, membangun iklim yang menghargai prestasi individu, mendorong semangat belajar kader, menjamin ruang demokratis, membangun nalar kritis, serta membangun kepekaan sosial kader terhadap persoalan-persoalan zaman yang terus berkembang. Berdasarkan Pedoman Dasar BPL telah menegaskan bahwa BPL berfungsi sebagai lembaga yang fokus terhadap latihan kader yang berorientasi pada pembentukan watak, pola pikir, visi, orientasi serta berwawasan ke-HMI-an yang paling elementer. Dengan demikian BPL memiliki kedudukan dan peranan yang tegas mengenai otoritasnya terhadap latihan kader yang dengan pengelolaan pelatihan yang bermutu dapat mempersiapkan kader-kader umat dan bangsa yang dapat berkontribusi aktif membangun masa depan Islam dan Indonesia yang gemilang. Kaderisasi dalam organisasi memiliki makna yaitu proses penyiapan sumber daya manusia agar kelak mereka menjadi pemimpin yang mampu membangun peran dan fungsi organisasi secara lebih baik (Saputra, 2014).

Namun tentu makna dari kaderisasi sendiri tidak bisa dipersempit dengan hanya melakukan pengembangan terhadap peran dan fungsi organisasi, lebih dari itu kaderisasi memiliki konteks yang lebih luas seperti mempelajari kepemimpinan, manajemen sumber daya dan penurunan informasi dan nilainilai politik kepada para kader. Kegiatan kaderisasi terdiri dari dua unsur pokok, yaitu pengader dan kader. Pengader adalah orang-orang yang sudah lebih dahulu berada dalam organisasi kemudian menyusun agenda proses kaderisasi, menentukan pola perkaderan juga menyusun materimateri kaderisasi. Para tim instruktur biasanya orang yang sudah kompeten dalam bidang tentang materi yang akan dibagikan kepada kader. instruktur harus telah memahami dan mendalami terlebih dahulu materi dan muatan-muatan yang akan ditarnsformasikan kepada kader. Sedangkan kader yaitu objek kaderisasi atau biasa disebut sebagai peserta kaderisasi. Peserta kaderisasi adalah individu-individu yang disiapkan secara khusus dan dipersiapkan dengan terencana untuk meneruskan perjuangan dan menjalankan visi misi organisasi. Peserta kaderisasi biasanya merupakan mahasiswa islam dan memiliki ketertarikan untuk tergabung dengan organisasi. Selain itu peserta kaderisasi juga memiliki ke-cenderungan dan kecocokan terhadap visi misi organisasi yang hendak ia jalani. Sebagai organisasi kader, wujud nyata perjuangan HMI dalam komitmen keumatan dan kebangsaan adalah melakukan proses perkaderan yang bertujuan membina kader berkualitas insan cita yang terbagi dalam tiga jenjang perkaderan: Latihan Kader I (Basic Training), Latihan Kader II (Intermediate Training), dan Latihan Kader III (Advance Training). Dengan harapan dan penuh keyakinan bahwa mereka akan mampu mencapai tataran kesadaran yang sangat tinggi akan tanggung jawabnya terhadap diri sendiri, negara, pemerintah dan msyarakat aparatur serta masyarakat Indonesia seluruhnya dan seutuhnya untuk memimpin perjuangan pembangunan sekarang demi terwujudnya masyarakat adil dan makmur yang diridhoi Allah SWT.

  • Penulis: Madarudin Lapandewa
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Putra Daerah Halut di Jakarta Kecam DLH: Jangan Jadi Penonton Saat Hutan Ngidiho Dibabat!

    • calendar_month Sel, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 37
    • 0Komentar

    Sebagai putra daerah Halmahera Utara, Wempy mengingatkan bahwa kepentingan ekonomi sesaat tidak boleh mengorbankan keberlanjutan hidup masyarakat. Ia menguraikan lima dampak fatal yang mengintai jika pembabatan hutan untuk aktivitas tambang ini tidak segera dihentikan: “Hutan Halmahera bukan sekadar ruang produksi, tapi sistem kehidupan. Kami tidak akan tinggal diam melihat eksploitasi jangka pendek yang mengorbankan masa […]

  • Source : Istimewa

    Kemiskinan yang Tak Kunjung Usai di Lombok Timur: Pembangunan untuk Siapa?

    • calendar_month Sab, 7 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Azka Irfani
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Masalah lain yang tak kalah serius adalah ketimpangan akses pendidikan. Kemiskinan di Lombok Timur bukan hanya diwariskan melalui kondisi ekonomi, tetapi juga melalui keterbatasan kesempatan belajar. Anak-anak dari keluarga miskin sering kali terpaksa mengubur mimpi untuk melanjutkan pendidikan tinggi karena alasan biaya dan akses. Akibatnya, lingkaran kemiskinan terus berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya. […]

  • Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

    Gerakan Mahasiswa : Merebut Kemenangan atau Tunduk pada Kekuasaan

    • calendar_month Kam, 31 Jul 2025
    • account_circle Faturahman Djaguna
    • visibility 713
    • 0Komentar

    Historis Gerakan Mahasiswa Dari Radikalisme kekooptasi Sejarah gerakan mahasiswa dunia menunjukkan bahwa mahasiswa pernah menjadi kekuatan revolusioner yang amat sangat signifikan. Dalam catatan gerakan Mei 1968 di Prancis yang dipimpin oleh mahasiswa serta aksi protes di universitas berkeley pada 1964 di Amerika Serikat dalam kampanye free speech movement, yang menjadi simbol perlawanan terhadap hegemoni kapitalisme, […]

  • Crazy Zal saat perilisan EP Youngster yang mengangkat tema generasi muda era 2000-an Play Button

    Crazy Zal Hadirkan Hip-Hop 2000-an di EP Youngster

    • calendar_month Rab, 6 Agu 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 437
    • 0Komentar

    Inspirasi dan Harapan dari Generasi 2000-an Melalui “Youngster,” Crazy Zal berharap pendengar dapat menemukan semangat dan dorongan untuk terus berjuang meraih impian. Karya ini menjadi bentuk apresiasi dan pernyataan terhadap identitas generasi muda yang penuh potensi dan tak mudah menyerah. “Ini bukan hanya soal musik, tapi tentang bagaimana kita memaknai hidup, menerima jatuh bangun, dan […]

  • Tali bukan Solusi: Balengko Space Ajak Generasi Muda Pahami Isu Bunuh Diri

    Tali bukan Solusi: Balengko Space Ajak Generasi Muda Pahami Isu Bunuh Diri

    • calendar_month Sab, 8 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Ternate, Sabtu, (8/2/25) – Balengko Space sukses mengadakan workshop bertajuk “Tali Bukan Solusi dari Permasalahan yang Kamu Hadapi” yang membahas fenomena bunuh diri di Kota Ternate dari perspektif Psikologi dan Agama. Acara ini berlangsung di Only Six Coffee pada Sabtu, (8/2/25), pukul 16.00 WIT – 17.30 WIT, dengan sasaran utama mahasiswa […]

  • Wagub Malut Pimpin Apel Siaga Haji 2025

    Wagub Malut Pimpin Apel Siaga Haji 2025

    • calendar_month Sen, 5 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Ternate, 5 Mei 2025 – Pemerintah Provinsi Maluku Utara menunjukkan komitmen kuat dalam memastikan kelancaran pemberangkatan jamaah calon haji musim 1446 H/2025 M. Hal ini tercermin dalam Apel Siaga yang digelar di halaman Asrama Haji Ternate, Senin (5/5). Dalam wawancara bersama kontributor Balengko Space, Wakil Gubernur Maluku Utara menekankan bahwa keberangkatan haji adalah momentum kebersamaan. […]

expand_less