Pisau Bermata Dua Media Sosial: Antara Promosi dan Ancaman “Viral” bagi UMKM
- calendar_month Kam, 22 Jan 2026
- visibility 53
- comment 0 komentar

Ilustrasi foto : Ai
Media sosial kini bertransformasi menjadi panggung utama bagi pelaku usaha kecil. Dari warung makan sederhana hingga bisnis rumahan, platform digital menawarkan solusi promosi yang murah dengan jangkauan tanpa batas. Namun, di balik kemudahan tersebut, tersimpan risiko besar yang sering kali diabaikan: risiko menjadi viral karena kesalahan.
Di era yang serba cepat ini, satu kekhilafan kecil bisa menjadi konsumsi publik hanya dalam hitungan jam. Pelayanan yang kurang ramah, keterlambatan pengiriman, atau respons yang kurang tepat bisa dengan mudah diunggah dan disebarluaskan. Bagi usaha kecil, situasi ini bukanlah perkara sepele. Berbeda dengan korporasi besar yang memiliki tim Public Relations (PR) atau konsultan komunikasi, pelaku usaha kecil sering kali harus menghadapi tekanan publik seorang diri.
Fenomena ini diperparah oleh pergeseran perilaku konsumen. Keluhan yang dulunya disampaikan secara langsung lewat meja kasir, kini lebih sering bermuara di kolom komentar atau unggahan cerita. Tujuannya beragam, mulai dari sekadar berbagi pengalaman hingga upaya menekan pelaku usaha agar memberikan respons cepat. Sayangnya, tidak semua pelaku usaha kecil siap secara mental maupun teknis menghadapi pola komunikasi yang agresif seperti ini.
Sering kali, sebuah isu menjadi bola salju yang merusak citra bukan karena masalah awalnya, melainkan karena respons pemilik usaha yang emosional, lambat, atau tidak jelas. Di sinilah letak kerentanan usaha kecil. Dampaknya tidak berhenti pada rusaknya reputasi di layar ponsel; penurunan penjualan, hilangnya kepercayaan pelanggan setia, hingga berhentinya operasional usaha menjadi konsekuensi nyata yang harus ditanggung.
Hal ini menunjukkan bahwa tantangan bisnis di masa sekarang telah bergeser. Keberhasilan sebuah usaha tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas produk atau kompetitifnya harga, tetapi juga oleh kecakapan dalam berkomunikasi dan kedewasaan dalam menyikapi kritik. Media sosial bukan sekadar etalase jualan, melainkan ruang publik yang menuntut tanggung jawab dan etika.
Pada akhirnya, di era digital ini, setiap pengusaha kecil sedang mengikuti ujian “sikap”. Viralitas mungkin tidak selalu bisa dihindari, namun cara seorang pemilik usaha merespons krisis akan menjadi penentu: apakah bisnis tersebut akan tumbuh lebih kuat, atau justru gulung tikar di tengah riuhnya komentar netizen.
- Penulis: Andika Putra Pratama Mahasiswa S1 Manajemen
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar