Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » PMII Kepulauan Sula APBD 2026 Soroti Belanja Pegawai 50 Persen

PMII Kepulauan Sula APBD 2026 Soroti Belanja Pegawai 50 Persen

  • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
  • visibility 196
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, SANANA – Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Sula kembali memantik sorotan tajam dari kalangan aktivis mahasiswa. Langkah taktis ini mencuat setelah Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII Kepulauan Sula APBD 2026) menggelar diskusi mendalam terkait postur anggaran daerah yang dinilai minim keberpihakan pada publik.

Sorotan kritis tersebut mengemuka usai PC PMII Kepulauan Sula mengikuti agenda Serap Aspirasi bersama Anggota DPD RI Komite II, Dr. R. Graal Taliawo, S.Sos., M.Si., yang berlangsung di Sekretariat PC PMII Kabupaten Kepulauan Sula, Senin (18/05/2026).

Struktur belanja daerah yang timpang dinilai menjadi hulu masalah yang menghambat akselerasi pembangunan di bumi Hai Fua tersebut.

Belanja Pegawai Gemuk, Belanja Modal Tercekik

Berdasarkan rincian data postur anggaran, total APBD Kabupaten Kepulauan Sula diproyeksikan menyentuh angka Rp656,79 miliar. Namun ironisnya, porsi belanja pegawai justru tercatat mendominasi hingga meraup lebih dari 50 persen dari total keseluruhan belanja daerah.

Kondisi ini memicu kekhawatiran dari PMII Kepulauan Sula APBD 2026, mengingat alokasi untuk belanja barang dan jasa, serta belanja modal yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat sipil, justru porsinya tergolong sangat minim.

Sekretaris Cabang PC PMII Kepulauan Sula, Vardi Upara, menilai Pemkab Kepulauan Sula wajib memberikan klarifikasi publik yang transparan mengenai formulasi pendapatan serta arah penggunaan anggaran agar tidak memicu mosi tidak percaya di tengah masyarakat.

“Usai membedah data dalam serap aspirasi DPD RI, kami melihat ada urgensi bagi Pemda Sula untuk membuka ruang transparansi pengelolaan anggaran. Ketika belanja pegawai mendominasi lebih dari separuh APBD, sementara masyarakat bawah masih terseok-seok menghadapi buruknya infrastruktur dan pelayanan dasar, maka wajar jika publik mempertanyakan keberpihakan kebijakan ini,” tegas Vardi Upara kepada Balengko Space.

Kontrol Sosial Demi Pemerintahan yang Akuntabel

Vardi menegaskan, riak kritik yang dilayangkan oleh PMII Kepulauan Sula APBD 2026 bukan didasari oleh motif politik praktis untuk menyerang wibawa pemerintah daerah. Sebaliknya, hal itu merupakan fungsi kontrol sosial konstitusional mahasiswa agar tata kelola keuangan daerah berjalan lebih akuntabel dan tepat sasaran.

Penjelasan terbuka mengenai sumber dana eksternal dan prioritas belanja dinilai mutlak dilakukan eksekutif demi mengukur dampak kesejahteraan secara riil.

“APBD itu murni uang rakyat, bukan modal operasional birokrat semata. Karena itu, penggunaannya harus rasional, jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan di depan hukum dan publik. Pemda harus berani membeberkan ini secara transparan ke hadapan masyarakat Sula,” pungkas Vardi mengakhiri. (BS)

  • Penulis: Mursid Puko
  • Editor: Musta

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HMI Cabang Morotai Tolak Morofest: Pemda Dinilai Lebih Pilih Seremonial daripada Tangani Karhutla

    HMI Cabang Morotai Tolak Morofest: Pemda Dinilai Lebih Pilih Seremonial daripada Tangani Karhutla

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle Jainudin Naba
    • visibility 127
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Morotai menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Pemerintahan Terpadu, Jalan Muhajirin Baru, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Kamis (15/10/2026). Massa aksi secara tegas menolak pelaksanaan Festival Morotai (Morofest) dan menyoroti berbagai permasalahan mendasar yang dinilai diabaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda). Koordinator Lapangan, Hasanudin Saba, […]

  • Sarbin Sehe: Saatnya Merajut Kebersamaan untuk Maluku Utara

    Sarbin Sehe: Saatnya Merajut Kebersamaan untuk Maluku Utara

    • calendar_month Kamis, 6 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 678
    • 0Komentar

    Sumber Foto :  Andry Saputra Maluku Utara, (6/2/25) – Sarbin Sehe, Wakil Gubernur Terpilih Maluku Utara, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh tahapan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara 2024, termasuk rapat pleno penetapan pasangan calon terpilih yang digelar hari ini oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Maluku Utara. Dalam keterangannya seusai mengikuti rapat […]

  • Dari Wacana ke Aksi: IMM Achmad Yani Tawarkan Solusi Sampah Lewat Inovasi Keranjang Daur Ulang

    Dari Wacana ke Aksi: IMM Achmad Yani Tawarkan Solusi Sampah Lewat Inovasi Keranjang Daur Ulang

    • calendar_month Senin, 23 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 655
    • 0Komentar

    BalengkoSpace.com, Yogyakarta, 23 Juni 2025 Ruang Auditorium Kampus 1 Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjaya) Yogyakarta menjadi saksi perhelatan Seminar Nasional bertajuk “Jogja Darurat Sampah” pada Sabtu (21/6). Acara yang berlangsung sejak pukul 14.35 hingga 17.50 WIB ini menghadirkan beragam perspektif terkait krisis pengelolaan sampah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, […]

  • Oleh: Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara

    MBG dan Bayang-Bayang Bread and Circuses: Jangan Sampai Rakyat Diberi Makan Lalu Lupa Bertanya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara
    • visibility 349
    • 0Komentar

    Ada sebuah pelajaran politik dari sejarah Romawi yang menurut saya menarik untuk direnungkan dalam konteks kebijakan publik Indonesia hari ini. Lebih dari dua ribu tahun lalu, penyair Romawi Juvenal memperkenalkan istilah panem et circenses, yang kemudian dikenal luas sebagai bread and circuses atau “roti dan pertunjukan”. Istilah itu digunakan Juvenal untuk menggambarkan masyarakat yang semakin […]

  • Forum BEM Se-DIY aksi damai Hari Kesehatan Mental Sedunia di Yogyakarta menuntut pembebasan aktivis dan tahanan politik

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi pada Hari Kesehatan Mental Sedunia: Tuntut Pembebasan Aktivis dan Tahanan Politik

    • calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 393
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 11 Oktober 2025 – Forum Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menggelar aksi damai dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia pada Jum’at (10/10). Aksi ini sekaligus menjadi momentum untuk menyuarakan krisis kebebasan akademik dan demokrasi di Indonesia, serta menuntut pembebasan aktivis Jogja dan seluruh tahanan politik. Dalam pernyataannya, Forum BEM […]

  • Dialog publik PMII bahas sengketa lahan Ternate

    Ternate Krisis Kepercayaan: Pejabat Absen Dialog Sengketa Lahan, PC PMII Ternate Bereaksi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 996
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Ternate, Kamis (14/8/25) Sengketa lahan yang melibatkan Polda Maluku Utara (Malut) dan warga di kawasan Ubo-Ubo, Kayu Merah, dan Bastiong Karance di Ternate kini memasuki babak baru. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ternate dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Kota Ternate mengambil peran penting, menyoroti ketidakadilan dan potensi konflik sosial. Pada […]

expand_less