Literasi Digital Spasial FKIP UNKHAIR Rua Tingkatkan Ketangguh
- calendar_month 13 jam yang lalu
- visibility 58
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kegiatan Literasi Digital Spasial FKIP UNKHAIR Rua digelar bersama HAGI dan Forum PRB Ternate guna melatih warga memetakan jalur evakuasi paska-bencana. | Source : Istimewa
BALENGKO SPACE, TERNATE – Upaya pemulihan dan penguatan kapasitas masyarakat paska-bencana terus digalakkan di Kota Ternate. Langkah konkret ini diwujudkan melalui agenda Literasi Digital Spasial FKIP UNKHAIR Rua dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kemitraan yang dipusatkan di Kelurahan Rua, Kota Ternate, Senin (18/05/2026).
Kegiatan strategis yang bertajuk “Peningkatan Literasi Digital-Spasial Masyarakat Rua Melalui Pemanfaatan Dashboard Bencana dan Pemetaan Presisi Berbasis Drone” ini diinisiasi oleh Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Khairun (UNKHAIR). Dalam pelaksanaannya, akademisi berkolaborasi erat dengan Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Maluku Utara serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Ternate.
Agenda Literasi Digital Spasial FKIP UNKHAIR Rua tersebut diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas jajaran perangkat kelurahan, tokoh masyarakat, keterwakilan pemuda, hingga warga setempat.
Respons Darurat Perubahan Bentang Alam Paska-Banjir Bandang
Tim pelaksana kegiatan, Anggit Sasmita, S.T., M.Si. dan Dr. Rohima Wahyu Ningrum, S.Si., M.Sc., menjelaskan bahwa edukasi ini lahir sebagai respons mendesak atas berubahnya bentang lahan secara drastis akibat bencana banjir bandang yang menghantam Kelurahan Rua pada 25 Agustus 2024 silam.
Bencana hebat tersebut tidak hanya menyisakan trauma kolektif yang mendalam, tetapi juga menyebabkan sistem peringatan dini dan jalur evakuasi lama menjadi tidak relevan lagi akibat sedimentasi material sungai mati atau barangka.
“Melalui program Literasi Digital Spasial FKIP UNKHAIR Rua ini, masyarakat dibekali kemampuan memahami informasi kebencanaan berbasis data. Dengan penguasaan teknologi digital-spasial, warga dapat mendeteksi potensi risiko di lingkungannya secara mandiri dan mengambil langkah antisipasi lebih dini,” ujar tim pelaksana memaparkan urgensi program.
Praktik Aplikasi Kebencanaan dan Pemetaan Berbasis Drone
Plt. Ketua Forum PRB Kota Ternate, Moh. Ridwan Lessy, PhD, hadir sebagai pemateri utama yang mengupas tuntas pemanfaatan teknologi kebencanaan modern. Warga dilatih langsung menggunakan aplikasi InaRISK milik BNPB untuk membaca potensi ancaman gempa bumi, longsor, hingga tsunami lewat gawai masing-masing. Selain itu, warga diarahkan memanfaatkan platform Info BMKG guna menangkal persebaran informasi hoaks.
Tidak sebatas teori, perwakilan HAGI Maluku Utara turut memandu simulasi taktis dengan membagi warga ke dalam kelompok yang mewakili 8 RT di Kelurahan Rua. Setiap kelompok mengidentifikasi kawasan padat penduduk, akses jalan, dan titik aman.
Data hasil diskusi berbasis komunitas tersebut kemudian dikawinkan dengan data spasial presisi hasil perekaman kamera drone. Sinergitas data ini melahirkan peta rekomendasi jalur evakuasi serta titik kumpul baru yang jauh lebih akurat, aman, dan mudah diakses oleh masyarakat Kelurahan Rua secara berkelanjutan. (BS)
- Penulis: Mursid Puko
- Editor: Mustakim

Saat ini belum ada komentar