Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Ratusan Mahasiswa Unipas Demo DPRD Morotai, Sempat Terjadi Aksi Dorong dengan Aparat

Ratusan Mahasiswa Unipas Demo DPRD Morotai, Sempat Terjadi Aksi Dorong dengan Aparat

  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • visibility 297
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE MOROTAI – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Pasifik (Unipas) Morotai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (17/6/2026) kemarin. Demonstrasi tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang membawa sejumlah tuntutan terkait isu nasional maupun daerah.

Massa aksi terdiri atas BEM Unipas, BEM FPIK, BEM FKIP, BEM Ekonomi, BEM Teknik, BEM FISIP, dan BEM Matematika. Mereka memulai aksi dari titik kumpul kampus sebelum bergerak menuju Kantor Bupati dan DPRD Pulau Morotai.

Setibanya di depan gedung DPRD sekitar pukul 13.34 WIT, mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian. Dalam aksi itu, massa juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun DPRD.

Salah satu isu yang disoroti mahasiswa ialah sengketa lahan di kawasan lingkar bandara yang melibatkan masyarakat dengan TNI Angkatan Udara. Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menilai DPRD harus mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“DPRD harus hadir menyelesaikan persoalan lahan yang selama ini terus menimbulkan konflik antara masyarakat dan TNI AU,” ujar salah satu orator dalam aksi.

Selain persoalan agraria, mahasiswa juga menuntut pemerintah memperhatikan distribusi BBM subsidi bagi nelayan dan kendaraan umum. Mereka menilai kebutuhan BBM masyarakat di Morotai hingga kini belum terpenuhi secara maksimal.

“Kami datang membawa aspirasi masyarakat, tetapi hingga berjam-jam tidak ada satu pun anggota DPRD yang menemui massa aksi. Sikap diam ini menunjukkan ketidakseriusan wakil rakyat dalam menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat Morotai,” tegas salah satu perwakilan mahasiswa.

Mahasiswa turut menyoroti potensi sektor pariwisata, khususnya kawasan wisata sejarah Army Dock, yang dianggap mampu meningkatkan pendapatan asli daerah apabila dikelola secara serius.

Dalam demonstrasi tersebut, massa membawa 10 tuntutan, di antaranya menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menolak program MBG dan Koperasi Merah Putih, mencabut UU Polri dan UU TNI, menyelesaikan sengketa lahan masyarakat dengan TNI AU, menambah kuota BBM subsidi untuk nelayan dan kendaraan umum, serta menolak pemutusan anggaran akhir studi mahasiswa Unipas.

Namun hingga hampir dua jam aksi berlangsung, massa mengaku belum mendapat tanggapan dari pimpinan maupun anggota DPRD Pulau Morotai. Kondisi itu memicu kekecewaan peserta aksi.

Presiden BEM Unipas Morotai Rifaldi Majid menjelaskan sekitar pukul 15.00 WIT, kami mencoba masuk ke area dalam gedung DPRD. Upaya tersebut mendapat penghadangan dari aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di lokasi sehingga sempat terjadi aksi saling dorong.

“Kami tidak datang untuk membuat kericuhan, tetapi ingin memastikan tuntutan masyarakat benar-benar didengar dan diperjuangkan oleh DPRD Pulau Morotai,” kata Rifaldi

Dalam insiden itu, seorang mahasiswa terlihat terjatuh di tengah kerumunan massa. Meski demikian, mahasiswa tersebut dilaporkan masih sadar dan tidak mengalami luka serius.

Situasi sempat memanas beberapa saat sebelum akhirnya kembali kondusif setelah aparat keamanan melakukan pengendalian massa. Hingga aksi berakhir, mahasiswa masih bertahan di sekitar kantor DPRD sambil menunggu respons atas tuntutan yang mereka sampaikan.

  • Penulis: Mujizad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korban Kecelakaan di Morotai Mengaku Ditekan Saat Teken Surat Damai, Kaki Terancam Infeksi

    Korban Kecelakaan di Morotai Mengaku Ditekan Saat Teken Surat Damai, Kaki Terancam Infeksi

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 490
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Seorang ibu rumah tangga berinisial CMB, warga Kabupaten Pulau Morotai, mengalami patah kaki serius setelah diduga ditabrak sepeda motor yang dikendarai seorang oknum anggota polisi berinisal AS (24/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIT. Kecelakaan tersebut terjadi di pertigaan depan Kantor Samsat Daruba, tepatnya di depan Toko Haji Murni. Saat itu, korban baru […]

  • Sandisk Optimus GX PRO 850P. Foto: Dok. Sandisk

    Sandisk Rilis SSD Resmi PS5 Super Cepat, Harganya Bisa Beli 5 Konsol!

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 172
    • 0Komentar

    Punya masalah ruang penyimpanan di PS5 memang menyebalkan. Namun, apakah Anda rela merogoh kocek sedalam harga lima unit konsol baru hanya untuk sebuah SSD? Produsen memori raksasa asal Amerika Serikat, Sandisk, baru saja meluncurkan lini Solid State Drive (SSD) terbaru yang dirancang khusus untuk memperluas kapasitas penyimpanan PlayStation 5 dan PlayStation 5 Pro. Alih-alih menjadi […]

  • Penulis : Fahmil Usman Source : Istimewa

    Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Fahmil Usman
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki […]

  • Foto tulisan tangan milik YBS (10), korban dugaan bunuh diri di Kabupaten Ngada, NTT, yang tersebar di kalangan media, Kamis (29/1/2026). Korban merupakan siswa kelas IV sekolah dasar yang tinggal bersama neneknya. (Foto: HUMAS POLRES NGADA/Kompas.id)

    Diduga Kecewa Tak Bisa Beli Pena, Siswa SD di Ngada Ditemukan Meninggal Dunia

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle balengko space
    • visibility 256
    • 0Komentar

    NGADA NTT (BALENGKO) — Seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial YBS (10) ditemukan meninggal dunia setelah diduga mengakhiri hidup di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026). Peristiwa memilukan ini dipicu oleh kesedihan korban yang tidak bisa membeli perlengkapan sekolah karena keterbatasan ekonomi keluarga. Kronologi Penemuan Dilansir dari tribunnews.com Jasad YBS ditemukan di sebuah […]

  • Syawalan dan Silaturahmi warga Maluku Utara di Yogyakarta 2025

    Syawalan dan Silaturahmi warga Maluku Utara di Yogyakarta 2025

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.044
    • 0Komentar

    Yogyakarta, (19/4/25) — Sesepuh Maluku Utara, mahasiswa, dan perwakilan Organda kabupaten berkumpul di Pantai Depok, Yogyakarta, dalam acara syawalan dan silaturahmi. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB dan menjadi momen halal bihalal warga Maluku Utara yang menetap di Yogyakarta. Acara berlangsung santai namun penuh makna. Para sesepuh dan mahasiswa mengikuti rangkaian […]

  • Kapolres Pulau Morotai Peringatkan Personel: Jauhi Judol dan Pinjol Ilegal Lewat Gaktiblin Rutin

    Kapolres Pulau Morotai Peringatkan Personel: Jauhi Judol dan Pinjol Ilegal Lewat Gaktiblin Rutin

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 122
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Propam Polres Pulau Morotai menggelar kegiatan Penegakan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) terhadap personel sebagai langkah preventif untuk memperkuat disiplin sekaligus mencegah anggota terlibat pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol). Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (30/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIT di lingkungan Polres Pulau Morotai. Pelaksanaan Gaktiblin dipimpin oleh Aipda […]

expand_less