Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Ratusan Mahasiswa Unipas Demo DPRD Morotai, Sempat Terjadi Aksi Dorong dengan Aparat

Ratusan Mahasiswa Unipas Demo DPRD Morotai, Sempat Terjadi Aksi Dorong dengan Aparat

  • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
  • visibility 212
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE MOROTAI – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Universitas Pasifik (Unipas) Morotai menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (17/6/2026) kemarin. Demonstrasi tersebut diikuti ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas yang membawa sejumlah tuntutan terkait isu nasional maupun daerah.

Massa aksi terdiri atas BEM Unipas, BEM FPIK, BEM FKIP, BEM Ekonomi, BEM Teknik, BEM FISIP, dan BEM Matematika. Mereka memulai aksi dari titik kumpul kampus sebelum bergerak menuju Kantor Bupati dan DPRD Pulau Morotai.

Setibanya di depan gedung DPRD sekitar pukul 13.34 WIT, mahasiswa menyampaikan orasi secara bergantian. Dalam aksi itu, massa juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes terhadap berbagai persoalan yang dinilai belum mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah maupun DPRD.

Salah satu isu yang disoroti mahasiswa ialah sengketa lahan di kawasan lingkar bandara yang melibatkan masyarakat dengan TNI Angkatan Udara. Dalam orasinya, perwakilan mahasiswa menilai DPRD harus mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan konflik tersebut.

“DPRD harus hadir menyelesaikan persoalan lahan yang selama ini terus menimbulkan konflik antara masyarakat dan TNI AU,” ujar salah satu orator dalam aksi.

Selain persoalan agraria, mahasiswa juga menuntut pemerintah memperhatikan distribusi BBM subsidi bagi nelayan dan kendaraan umum. Mereka menilai kebutuhan BBM masyarakat di Morotai hingga kini belum terpenuhi secara maksimal.

“Kami datang membawa aspirasi masyarakat, tetapi hingga berjam-jam tidak ada satu pun anggota DPRD yang menemui massa aksi. Sikap diam ini menunjukkan ketidakseriusan wakil rakyat dalam menyikapi persoalan yang dihadapi masyarakat Morotai,” tegas salah satu perwakilan mahasiswa.

Mahasiswa turut menyoroti potensi sektor pariwisata, khususnya kawasan wisata sejarah Army Dock, yang dianggap mampu meningkatkan pendapatan asli daerah apabila dikelola secara serius.

Dalam demonstrasi tersebut, massa membawa 10 tuntutan, di antaranya menurunkan harga kebutuhan pokok dan BBM, menolak program MBG dan Koperasi Merah Putih, mencabut UU Polri dan UU TNI, menyelesaikan sengketa lahan masyarakat dengan TNI AU, menambah kuota BBM subsidi untuk nelayan dan kendaraan umum, serta menolak pemutusan anggaran akhir studi mahasiswa Unipas.

Namun hingga hampir dua jam aksi berlangsung, massa mengaku belum mendapat tanggapan dari pimpinan maupun anggota DPRD Pulau Morotai. Kondisi itu memicu kekecewaan peserta aksi.

Presiden BEM Unipas Morotai Rifaldi Majid menjelaskan sekitar pukul 15.00 WIT, kami mencoba masuk ke area dalam gedung DPRD. Upaya tersebut mendapat penghadangan dari aparat kepolisian dan Satpol PP yang berjaga di lokasi sehingga sempat terjadi aksi saling dorong.

“Kami tidak datang untuk membuat kericuhan, tetapi ingin memastikan tuntutan masyarakat benar-benar didengar dan diperjuangkan oleh DPRD Pulau Morotai,” kata Rifaldi

Dalam insiden itu, seorang mahasiswa terlihat terjatuh di tengah kerumunan massa. Meski demikian, mahasiswa tersebut dilaporkan masih sadar dan tidak mengalami luka serius.

Situasi sempat memanas beberapa saat sebelum akhirnya kembali kondusif setelah aparat keamanan melakukan pengendalian massa. Hingga aksi berakhir, mahasiswa masih bertahan di sekitar kantor DPRD sambil menunggu respons atas tuntutan yang mereka sampaikan.

  • Penulis: Mujizad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Oleh: Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)

    Konsolidasi Jam’iyah Nahdlatul Ulama untuk Sula Bermartabat

    • calendar_month Jumat, 19 Des 2025
    • account_circle Sahabuddin Lumbessy (Ketua PC IKA PMII Kepulauan Sula)
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Memperkuat sistem pengelolaan Jam’iyah Nahdlatul Ulama (NU) di daerah merupakan ikhtiar strategis untuk mewujudkan cita-cita luhur para pendiri NU. Dalam perjalanan panjang organisasi, NU telah melalui berbagai dinamika yang justru menempa dirinya menjadi organisasi keagamaan yang kuat, adaptif, dan memiliki basis jamaah terbesar di Indonesia. Data tahun 2019 mencatat jumlah anggota NU mencapai 91,2 juta […]

  • Resmi Dilantik Cak Imin, Naswin Rowo Pimpin DPC PKB Pulau Morotai Periode 2026-2031

    Resmi Dilantik Cak Imin, Naswin Rowo Pimpin DPC PKB Pulau Morotai Periode 2026-2031

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 98
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Pimpinan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Pulau Morotai periode 2026-2031 resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar. Acara pelantikan tersebut berlangsung di Alun-alun Fatahillah, Kota Tua Jakarta, pada Rabu (22/7/2026) malam. Dalam susunan kepengurusan baru ini, Naswin Rowo dipercaya menjabat sebagai Ketua Dewan Tanfidz. […]

  • LBH GP Ansor Maluku Utara Lapor Polda terkait penghinaan.

    Terancam UU ITE: LBH GP Ansor Lapor Polda Malut Usai Akun Facebook Hina Ansor Malut

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 687
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara mengambil langkah tegas dengan menempuh jalur hukum terkait dugaan penghinaan dan pencemaran nama baik di media sosial. Laporan resmi tersebut dilayangkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara. Persoalan ini bermula dari komentar negatif pada unggahan berita di grup Facebook […]

  • Foto Penulis: Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai.

    GURU ADALAH PELOPOR KEMAJUAN BANGSA

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea. Ketua Literasi Pasifik Morotai
    • visibility 105
    • 0Komentar

    E ksistensi suatu bangsa tidak pernah ditentukan semata-mata oleh kekayaan alam yang melimpah atau kekuatan militer yang hegemonik. Jauh di lubuk eksistensinya, keberlanjutan dan kejayaan sebuah negara bangsa (nation-state) sangat bergantung pada kualitas manusia yang mendiaminya. Dalam konteks ini, pendidikan tampil sebagai konduktor utama yang mengarahkan simfoni kemajuan tersebut. Dan di garda terdepan dari seluruh […]

  • Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi.

    Aktivitas Pembukaan Lahan AMP PT Intimkara di Cucumare Disorot, Izin Lingkungan Dipertanyakan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 203
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Aktivitas pembukaan lahan seluas lebih dari satu hektare di Desa Cucumare, Kabupaten Pulau Morotai, untuk pembangunan mess serta lokasi penampungan material Asphalt Mixing Plant (AMP) milik PT Intimkara diduga telah berlangsung sejak dua pekan terakhir tanpa keterbukaan informasi dan kejelasan persyaratan administrasi. Kegiatan tersebut bahkan belum diketahui memiliki dokumen lingkungan yang […]

  • Warga Kawasi dan WALHI melaporkan dugaan Dampak Lingkungan Harita Nickel Obi ke lima lembaga negara terkait bencana banjir lumpur merah yang berulang.

    Dampak Lingkungan Harita Nickel Obi Digugat Warga ke Lembaga Negara

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 302
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Tata kelola ekologi di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pulau Obi kini menjadi sorotan tajam di tingkat nasional. Aliansi warga Desa Kawasi dan Desa Soligi, didampingi WALHI Nasional, WALHI Maluku Utara, serta Koalisi Pengacara Lingkungan (KAPAL) Maluku Utara, resmi mendatangi lima lembaga negara sekaligus di Jakarta, akhir pekan kemarin. Perwakilan warga […]

expand_less