Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer
- calendar_month 20 jam yang lalu
- visibility 74
- comment 0 komentar

Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara. Source : Istimewa
Pendidikan Ekonomi Sejak Dini
Masih ada anggapan bahwa anak SD belum mampu memahami konsep ekonomi sehingga pendidikan ekonomi dianggap belum perlu diajarkan sejak dini. Pandangan ini sesungguhnya kurang tepat. Anak memiliki kapasitas kognitif untuk memahami konsep ekonomi, asalkan disajikan secara kontekstual dan dekat dengan pengalaman hidup mereka. Mengajarkan ekonomi kepada anak SD tidak berarti memperkenalkan teori ekonomi mikro atau makro. Anak cukup dikenalkan pada konsep sederhana seperti kebutuhan dan keinginan, mengenal dan menggunakan uang, menabung dengan celengan, berbagi, serta belajar memilih ketika sumber daya terbatas. Konsep-konsep inilah yang menjadi fondasi berpikir ekonomi.
Anak SD mampu memahami konsep ekonomi melalui aktivitas di rumah, seperti memasak, berkebun, memancing, kegiatan jual beli sederhana, mengenal berbagai jenis uang, hingga menabung. Bahkan, anak dapat menjelaskan mengapa menabung itu penting dan mengapa tidak semua keinginan bisa dipenuhi sekaligus. Tantangannya terletak pada bagaimana orang tua dan guru mendampingi serta mengarahkan mereka.
Para ahli pendidikan ekonomi telah lama menekankan pentingnya pengenalan ekonomi sejak usia dini. James Tobin, peraih Nobel Ekonomi, menyatakan bahwa pengetahuan ekonomi adalah bekal penting bagi semua warga negara, terlepas dari latar belakang pendidikan formalnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa ekonomi bukan hanya milik para ekonom atau pengambil kebijakan, tetapi milik setiap orang. Lebih jauh, Robert Duvall, Presiden National Council on Economic Education (NCEE), menyatakan bahwa literasi ekonomi merupakan keterampilan penting yang setara dengan kemampuan membaca dan menulis. Tanpa pemahaman ekonomi yang memadai, seseorang mudah terjebak dalam keputusan konsumtif, utang berlebihan, terjebak investasi bodong dan perilaku ekonomi yang merugikan diri sendiri (Ahmad, 2023).
- Penulis: Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar