Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 394
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Peran Keluarga dan Sekolah

Pendidikan ekonomi untuk anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Keluarga justru menjadi menjadi tempat yang pertama dan utama pendidikan ekonomi untuk anak. Orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perilaku ekonomi orang tua dalam menjalankan aktivitas ekonomi seperti mengelolah uang, mengelolah usaha, membelajarkan pendapatan akan ditiru oleh anak. Nasehat ekonomi tanpa contoh perilaku ekonomi yang baik seringkali tidak efektif. Anak belajar ekonomi lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengarkan.

Di sekolah, guru dapat mengajarkan konsep ekonomi ke dalam pembelajaran tematik. Ilmu ekonomi tidak harus berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri, akan tetapi dapat diintegrasikan dalam pelajaran bahasa, ilmu pengetahuan alam, matematika, atau pendidikan pancasila. Sayangnya, hingga saat ini pendidikan ekonomi di tingkat SD masih belum memperoleh perhatian serius. Literasi ekonomi sering dianggap tidak penting dari capaian akademik lainya.  Padahal, literasi ekonomi justru menjadi kebutuhan mendasar di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang begitu cepat.

Investasi Jangka Panjang Bangsa

Pendidikan ekonomi anak merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat terlihat. Investasi ini tidak dapat diukur melalui ujian sekolah atau ujian nasional. Namu dalam jangka panjang, pendidikan ekonomi akan turut menentukan kualitas dan kesejahteraan warga negara.

Anak yang belajar ekonomi sejak diri akan tumbuh menjadi individu yang rasional dalam mengambil keputusan ekonomi. Mereka akan menjadi pelaku ekonomi yang rasional, jujur, kerja keras, dan bertanggung jawab dalam melakukan aktivitas ekonomi. Mereka akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, tidak muda terjebak dalam perilaku konsumtif, terjebak pada investasi bodong, lebih produktif, dan peduli terhadap kesejahteraan bersama.

Di tengah budaya konsumsi yang semakin masif, pendidikan ekonomi anak sejak SD bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama. Jika bangsa ini ingin membangun landasan ekonomi yang kuat menuju kemandirian ekonomi, maka pendidikan ekonomi harus dimulai sejak dini. Ekonomi tidak bermula dari kebijakan ekonomi dan pasar modal. Ia bermula dari pembelajaran ekonomi menggunakan celengan kecil di kamar anak. Dari sana masa depan ekonomi bangsa dibangun. 

  • Penulis: Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sun D: Perjalanan dari Papua ke Panggung Hip-Hop Jakarta

    Sun D: Perjalanan dari Papua ke Panggung Hip-Hop Jakarta

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 499
    • 0Komentar

    Foto : Instagram itssun_d Sun D, seorang rapper asal Indonesia Timur, memiliki perjalanan hidup yang penuh liku dan inspirasi. Dari kecintaannya pada hip-hop sejak kecil hingga menjadi bagian dari komunitas rap Jakarta, Westwew, kisahnya menunjukkan bagaimana semangat dan ketekunan dapat membawa seseorang melampaui batasan. Awal Mula: Hip-Hop di Tanah Papua Bakat rap Sun D sudah […]

  • Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 879
    • 0Komentar

    Sumber Foto : BloombergDimas Ardian Pada 6 Februari 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai Persentase Usia Muda (15-24 Tahun) yang Tidak Sedang Sekolah, Bekerja, atau Mengikuti Pelatihan, atau yang dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training). NEET merujuk pada sekelompok penduduk usia muda yang tidak aktif di dunia pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apapun. […]

  • Ketua Umum PBNU KH Yahya Kholil Staquf saat bertemu dengan kader IPNU se-Indonesia di Jakarta (30/1). (Source : Istimewa)

    Gus Yahya ke Kader IPNU: Langkah Besar NU di Abad Kedua adalah Untuk Masa Depan Kalian

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 156
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Kholil Staquf (Gus Yahya), menegaskan bahwa transformasi besar yang dilakukan NU di abad kedua merupakan investasi bagi generasi muda, khususnya pelajar dan santri. Hal tersebut disampaikan Gus Yahya dalam pertemuan silaturahmi bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) se-Indonesia di Jakarta, […]

  • Wagub Maluku Utara Sarbin Sehe melepas kontingen Pramuka Maluku Utara menuju Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus Nasional 2025 di Cibubur

    Wagub Maluku Utara Lepas Kontingen Pramuka Berkebutuhan Khusus ke Kemah Nasional 2025

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 470
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, melepas secara resmi 19 kontingen Pramuka Maluku Utara untuk mengikuti Kemah Pramuka Berkebutuhan Khusus (KPBK) Nasional 2025 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata Pramuka, Cibubur, Jakarta Timur, pada 13–19 Agustus 2025. Acara pelepasan berlangsung di Syamatira Caffe, Selasa (12/8/25) Dalam sambutannya, Sarbin menegaskan bahwa gerakan pramuka […]

  • ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    ASN Diduga Terlibat Aksi Tolak DOB Sofifi, LBH Ansor Desak Mendagri Turun Tangan

    • calendar_month Rabu, 23 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.033
    • 0Komentar

    Zulfikran menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Namun, hak tersebut harus dilakukan secara tertib dan tidak boleh disertai intimidasi, kekerasan, atau tindakan yang merusak ketertiban umum. “Demonstrasi tidak boleh dijadikan alat tekanan atau pemaksaan kehendak. Jika mengganggu pemerintahan atau menciptakan potensi konflik sosial, maka sudah masuk ranah pelanggaran hukum,” jelasnya. LBH […]

  • Bank Indonesia Gelar Silaturahmi, Kajian, dan Buka Puasa Bersama Wakil Gubernur Maluku Utara dan IAIN Ternate

    Bank Indonesia Gelar Silaturahmi, Kajian, dan Buka Puasa Bersama Wakil Gubernur Maluku Utara dan IAIN Ternate

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Nurul Hafizatul
    • visibility 282
    • 0Komentar

    Ternate, Jumat (21/3/2025) – Bank Indonesia (BI) sukses menggelar acara Silaturahmi, Kajian, dan Buka Puasa Bersama dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, serta civitas akademika Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate. Acara bertema RABBANI 2025 – Ramadhan Berkah Bersama Bank Indonesia ini menjadi wujud nyata kepedulian dan sinergi dalam meningkatkan keberkahan di bulan suci Ramadan. Dalam sambutannya, KH. […]

expand_less