Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 444
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Peran Keluarga dan Sekolah

Pendidikan ekonomi untuk anak tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab guru di sekolah. Keluarga justru menjadi menjadi tempat yang pertama dan utama pendidikan ekonomi untuk anak. Orang tua merupakan pendidik pertama bagi anak, baik secara langsung maupun tidak langsung. Perilaku ekonomi orang tua dalam menjalankan aktivitas ekonomi seperti mengelolah uang, mengelolah usaha, membelajarkan pendapatan akan ditiru oleh anak. Nasehat ekonomi tanpa contoh perilaku ekonomi yang baik seringkali tidak efektif. Anak belajar ekonomi lebih banyak dari apa yang mereka lihat dibanding apa yang mereka dengarkan.

Di sekolah, guru dapat mengajarkan konsep ekonomi ke dalam pembelajaran tematik. Ilmu ekonomi tidak harus berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri, akan tetapi dapat diintegrasikan dalam pelajaran bahasa, ilmu pengetahuan alam, matematika, atau pendidikan pancasila. Sayangnya, hingga saat ini pendidikan ekonomi di tingkat SD masih belum memperoleh perhatian serius. Literasi ekonomi sering dianggap tidak penting dari capaian akademik lainya.  Padahal, literasi ekonomi justru menjadi kebutuhan mendasar di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang begitu cepat.

Investasi Jangka Panjang Bangsa

Pendidikan ekonomi anak merupakan investasi jangka panjang yang hasilnya tidak dapat terlihat. Investasi ini tidak dapat diukur melalui ujian sekolah atau ujian nasional. Namu dalam jangka panjang, pendidikan ekonomi akan turut menentukan kualitas dan kesejahteraan warga negara.

Anak yang belajar ekonomi sejak diri akan tumbuh menjadi individu yang rasional dalam mengambil keputusan ekonomi. Mereka akan menjadi pelaku ekonomi yang rasional, jujur, kerja keras, dan bertanggung jawab dalam melakukan aktivitas ekonomi. Mereka akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, tidak muda terjebak dalam perilaku konsumtif, terjebak pada investasi bodong, lebih produktif, dan peduli terhadap kesejahteraan bersama.

Di tengah budaya konsumsi yang semakin masif, pendidikan ekonomi anak sejak SD bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama. Jika bangsa ini ingin membangun landasan ekonomi yang kuat menuju kemandirian ekonomi, maka pendidikan ekonomi harus dimulai sejak dini. Ekonomi tidak bermula dari kebijakan ekonomi dan pasar modal. Ia bermula dari pembelajaran ekonomi menggunakan celengan kecil di kamar anak. Dari sana masa depan ekonomi bangsa dibangun. 

  • Penulis: Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    Maluku Utara dan Angka NEET Tinggi: Mungkinkah Sumber Daya Alam Belum Maksimal Memberdayakan Generasi Muda?

    • calendar_month Rabu, 19 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 922
    • 0Komentar

    Sumber Foto : BloombergDimas Ardian Pada 6 Februari 2025, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data mengenai Persentase Usia Muda (15-24 Tahun) yang Tidak Sedang Sekolah, Bekerja, atau Mengikuti Pelatihan, atau yang dikenal dengan istilah NEET (Not in Education, Employment, or Training). NEET merujuk pada sekelompok penduduk usia muda yang tidak aktif di dunia pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apapun. […]

  • Foto: Roy Suryo dievakuasi oleh petugas menggunakan ambulans dari Polda Metro Jaya menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, pada Jumat (19/6/2026). (Rifkianto Nugroho/detikcom)

    Berkas Lengkap, Roy Suryo dan dr Tifa Dipindahkan ke Rutan Polda Metro Jelang Penyerahan ke Kejaksaan

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan tindakan pengamanan terhadap Roy Suryo dan dr Tifa bertujuan menjamin kelancaran penyerahan tanggung jawab perkara kepada jaksa penuntut umum (JPU). Pihak JPU juga dipastikan mengonfirmasi kesesuaian barang bukti sebelum proses persidangan dimulai. Sebagai bentuk transparansi, kepolisian mempersilakan pihak kuasa hukum maupun keluarga tersangka untuk menempuh jalur […]

  • Ketua LBH Ansor Ternate Zulfikran Bailussy memberikan keterangan pers soal pencalonan Sarbin Sehe dan Rio C. Pawane di HIPMI dan KONI Maluku Utara.

    Jangan Sesatkan Publik, LBH Ansor Tegaskan Pencalonan Pejabat di HIPMI dan KONI Tidak Langgar Hukum

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 541
    • 0Komentar

    KONI: Lembaga Olahraga Nonprofit, Bukan Lembaga Pemerintah Terkait pencalonan Sarbin Sehe sebagai Ketua KONI Maluku Utara, LBH Ansor menegaskan hal tersebut juga tidak melanggar aturan. “KONI bukan lembaga pemerintah, bukan BUMD, dan bukan badan usaha. Tidak ada larangan bagi pejabat publik mencalonkan diri, asalkan tidak menyalahgunakan jabatan atau fasilitas negara,” ujar Zulfikran. LBH Ansor: Hukum […]

  • Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    Status Ibu Kota Sofifi Masih Tanda Tanya, Bacarita Otonomi Ungkap Ketimpangan Administratif

    • calendar_month Selasa, 24 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Sofifi secara resmi ditetapkan sebagai ibu kota Provinsi Maluku Utara oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 4 Agustus 2010. Namun sejak itu hingga kini, belum terbentuk pemerintahan otonom yang beroperasi penuh di wilayah tersebut. Banyak fungsi pemerintahan masih dijalankan dari Kota Ternate, yang notabene bukan lagi ibu kota secara hukum. Kondisi ini menimbulkan sejumlah persoalan […]

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

  • Audiensi PW GP Ansor Maluku Utara dan Danrem 152/Baabullah, Ini Agenda yang Dibahas

    Audiensi PW GP Ansor Maluku Utara dan Danrem 152/Baabullah, Ini Agenda yang Dibahas

    • calendar_month Senin, 4 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.510
    • 0Komentar

    “Kami siap berkolaborasi dengan TNI di berbagai bidang. Mulai dari program keagamaan, penguatan sosial masyarakat, hingga upaya kemandirian ekonomi. Alhamdulillah, semua rencana itu disambut dengan sangat baik oleh Pak Danrem dan jajarannya. Kini tinggal menunggu eksekusinya di lapangan,” ungkap Syarif. Ia juga menggarisbawahi bahwa TNI, sejak dahulu hingga kini, selalu hadir dalam kehidupan masyarakat. Peran […]

expand_less