Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

AKU MENEMUKAN TUHAN LEWAT NDP

  • calendar_month Minggu, 23 Nov 2025
  • visibility 1.514
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Aku menemukan Tuhan bukan di mimbar yang gaduh, melainkan di simpul tajam antara iman, ilmu, dan amal. Di situlah Nilai-Nilai Dasar Perjuangan (NDP) Himpunan Mahasiswa Islam menyalakan makna tauhid sebagai pusat gravitasi, kemanusiaan sebagai medan kerja, dan keadilan sosial sebagai faktor gerakan. Jika di baca dengan amat teliti NDP memiliki tiga poin penting yang perlu dipahami, yaitu monoteisme, individu, sosial-kemanusiaan, dari tiga hal inilah NDP sebagai mesin peradaban yang mendorong kedewasaan beragama dan keterbukaan lintas iman. Hal serupa yang di uraikan oleh Wahyuni dalam penelitinnya. Di titik inilah NDP menjadi strategi dan kerangka nilai yang membebaskan kader HMI dari mentalitas inferior menuju gerakan pembebasan.

Filsafat Islam menyediakan pisau bedah bagi pembaca NDP. Jika di baca dengan kerangka filsafat Islam, tauhid sebagai prinsip paling dasar dalam Islam, tidak hanya ungkapan teologi semata, justru lebih dari itu. Maka tauhid bila dibaca secara serius  selalu mengandung dimensi pembebasan yang paling radikal. Anda bisa memungkinkan untuk memahami bahwa pernyataan “Tiada Tuhan Selain Allah” bukan hanya kalimat ikatan dengan Islam, tetapi juga deklarasi menolak atas segala bentuk penindasan, dan tidak ada otoritas yang berhak menundukan manusia secara mutlak selain Tuhan.

Maka tauhid bukan proposisi beku melainkan etika radikal yang meruntuhkan segala “berhala” kekuasaan, identitas, dan kepentingan yang menuntut kepatuhan di luar Yang Esa. Olehnya itu, “radikal” di sini bukan tindakan fanstisme agama, tetapi kembali ke akar keesaan yang menolak kultus golongan.

Saya melihat Nurcholish Madjid melalui NDP menerjemahkan ini ke praksis kader, untuk menghubungkan antara iman yang berpikir, ilmu yang beramal, dan amal yang membebaskan. Pada saat yang sama NDP bukan dogma baru, melainkan hermeneutika imajinatif yang bergerak atas Al-Qur’an dan Sunnah dalam horizon keIndonesiaan.

Secara historis kelahiran HMI pada 5 Februari 1947 di Yogyakarta, menandai bahwa tauhid tidak saja dimaknai sebagai identitas hamba dengan Tuhan yang diikat dalam etika agama, tetapi menurut saya Lafran Pane sadar betul bahwa tauhid harus keluar dipertaruhkan sebagai tenaga kemerdekaan dalam kerangka perjuangan yang diaktualisasikan lewat pemuda Islam (HMI), bukan sekadar identitas seremonial.

Untuk itu NDP bukan hanya menjadi kurikulum wajib perkaderan, tetapi melalui NDP menuntun kader membaca Indonesia, juga melihat posisi umat Islam dan HMI di tengah pergulatan konflik global yang tidak menentu saat ini. Pada satu bagian penting dalam isi NDP tentang konsep “Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) dan Keharusan Universal (Takdir)” dari bagian inilah terlihat jelas bahwa kebebasan manusia bukan dorongan nafsu untuk bertindak, melainkan kesanggupan moral dalam ikhtiar menuju dihadapan ketetapan Tuhan.

Meskipun NDP pernah diubah dan diperdebatkan dalam percakapan besar kader HMI, hal ini menunjukkan NDP hidup, dan ketika Kongres XXVII PB HMI di Depok (2010) mengembalikan NDP ke versi Cak Nur, itu bukan nostalgia, melainkan kritik epistemik terhadap formalisme yang mematikan daya kritis iman. Pada aspek praksis, riset Heryati & Rusdiana, 2018, menunjukkan NDP bekerja sebagai etos gerakan moral yang menolak ketidakadilan, menjaga damai, dan mengawal reformasi dan juga sebuah jihād al-nafs kolektif melawan korupsi dan kemunafikan struktural.

Di sini saya menemukan Tuhan bukan “di luar” sejarah, melainkan di dalam nalar yang bertauhid. NDP memaksa akal menyeberang dari sekadar benar-doktrinal ke benar-politik yakni adil. NDP menolak dua ekstrim radikal-religiositas yang memutihkan tirani dan aktivisme yang memerah tanpa pusat etik. Dengan memadukan ontologi tauhid dan antropologi khalifah, NDP menempatkan manusia sebagai subjek berpengetahuan yang memilih dan bertanggung jawab atas ilmu sebagai aql, amal sebagai adl. Ini sebabnya, NDP bukan “ilmu kaderisasi”, tetapi ilmu membongkar berhala, berhala fanatisme dalam beragama, fanatisme mazhab yang tidak menerimah pendapat orang lain, berhala angka indeks pembangunan yang tak menyentuh kebutuhan publik, berhala politik identitas yang menukar tauhid menjadi slogan, dan berhala menjual HMI kepada kekuasaan atas kepentingan perut dan mengabaikan tujuan Islam (komitmen keIslaman dan komitmen keIndonesiaan).

Sederhana saja saya katakan, jika Tuhan tidak lagi kita temukan dalam keberpihakan pada yang rintihan migran yang diusir, pekerja yang dieksploitasi, hak warga negara tidak diberikan, perampasan ruang hidup oleh negara-oligarki kepada rakyat kecil, dan bumi yang rusak atas kerakusan kekuasaan, mereka yang lapar di persimpangan jalan. Pada saat yang sama Islam menuntut kita untuk berpihak kepada mereka.

Maka secara tegas, kita tak sedang bertauhid, hanya sedang bersekutu dengan berhala-berhala baru. Dengan demikian, NDP menantang kita untuk membaca kembali agama dengan kekuatan logika, filsafat dan argumentasi yang rasional, untuk merumuskan ijtihad sosial. Karena itu NDP harus diajarkan bukan sebagai “kitab suci organisasi”, tetapi sebagai disiplin berpikir yang selalu siap diuji oleh realitas dan dikoreksi oleh nas-nas yang lebih terang.

Menemukan Tuhan lewat NDP karena ada ikatan yang transenden pada yang imanen-iman yang memerintah nalar, nalar yang menuntun amal, dan amal yang menguji iman. Di titik temu itulah teologi menjadi etika publik, dan etika publik kembali menjadi doa dan perlawanan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen KH. Sarbin Sehe: Perkuat Kedaulatan Lewat Kolaborasi Pemerintah dan TNI

    Komitmen KH. Sarbin Sehe: Perkuat Kedaulatan Lewat Kolaborasi Pemerintah dan TNI

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 591
    • 0Komentar

    Ambon, 28 April 2025 – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, menjadi pembicara utama dalam Apel Komandan Satuan di Rindam XV/Pattimura, Ambon. Acara yang mengusung tema “Sinergi Pemerintah Daerah dan TNI dalam Pembangunan Pulau Terluar untuk Perkuat Kedaulatan, Pertahanan, dan Ketahanan Nasional” ini berlangsung pada pukul 11.00 WIT. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Sarbin Sehe […]

  • Menghidupkan Suara yang Diam: Perjalanan Tantri Atmodjo Menulis Buku Ruang Gelap di Dalam Diri

    Menghidupkan Suara yang Diam: Perjalanan Tantri Atmodjo Menulis Buku Ruang Gelap di Dalam Diri

    • calendar_month Sabtu, 24 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Di balik rutinitas sebagai mahasiswa Universitas Mercu Buana Yogyakarta, Tantri Atmodjo menyimpan sebuah misi sunyi namun bermakna: menulis buku yang bisa menyentuh hati banyak orang, terutama perempuan. Besar di Ternate, Maluku Utara, Tantri kini tengah menulis buku self-improvement berjudul Ruang Gelap di Dalam Diri. Sebuah karya yang bukan hanya menawarkan kisah, tetapi juga keberanian untuk […]

  • Source : Istimewa

    Densus 88 Sosialisasi Pencegahan Radikalisme di MTS Alkhairaat Tobelo, Soroti Modus Game Online

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 247
    • 0Komentar

    TOBELO (BALENGKO) — Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri menggelar program Densus Goes To School di Madrasah Tsanawiyah (MTS) Alkhairaat Tobelo, Kamis (5/2/2026). Kegiatan ini bertujuan membentengi siswa SMP dan SMA dari penyebaran paham radikalisme serta terorisme yang kini menyasar anak muda melalui media sosial dan game online. Waspada Digital Grooming Kanit Pencegahan Satgaswil […]

  • Source : Istimewa

    Tuntut Penyelesaian Sengketa Lahan, Massa SMIT Desak Kementerian ESDM Cabut IUP PT Arumba Jaya Perkasa

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 246
    • 0Komentar

    JAKARTA, 13 Februari 2026 (BALENGKO) – Solidaritas Masyarakat Indonesia Timur (SMIT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Jumat (13/2). Massa menuntut intervensi pemerintah pusat terkait sengketa pembebasan lahan yang melibatkan PT Arumba Jaya Perkasa di Desa Saramaake, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara. Koordinator […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Jasri Usman Kembali Pimpin PKB Malut: Melanjutkan Tradisi Kemenangan di Bumi Moloku Kieraha

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 555
    • 0Komentar

    MOROTAI (BALENGKO), 25 JANUARI 2026 – Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangkitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Pulau Morotai secara resmi menyatakan dukungan penuh atas ditetapkannya kembali Jasri Usman sebagai Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Maluku Utara untuk periode 2026-2031. Keputusan ini disampaikan menyusul penetapan struktur baru Dewan Syura dan Dewan Tanfidz DPW PKB Maluku […]

  • Kabupaten Morowali Antara potensi alam dan tantangan hukum

    Kabupaten Morowali Antara potensi alam dan tantangan hukum

    • calendar_month Rabu, 1 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.208
    • 0Komentar

    Kabupaten Morowali, yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah, Indonesia, memiliki potensi alam yang luar biasa. Kabupaten ini menjadi pusat industri dan ekonomi karena sumber daya alamnya yang melimpah, terutama dalam pertambangan, kelautan, dan pertanian/perkebunan. Tetapi potensi alam yang luar biasa ini juga membawa tantangan hukum yang signifikan, baik dalam hal pengelolaan sumber daya alam yang […]

expand_less