Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

Seni Mengajarkan Kesederhanaan pada anak di Dunia yang Serba Pamer

  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 362
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Dalam konteks anak SD, pendidikan ekonomi memiliki manfaat jangka panjang yang sangat penting. Anak-anak pada dasarnya sudah bisa membuat pilihan. Namun, pilihan tersebut seringkali bersifat emosional. Melalui pendidikan ekonomi, anak diajak memahami alasan di balik sebuah pilihan. Mengapa tidak semua keinginan harus dipenuhi? Mengapa menabung itu penting? Mengapa harus berbagi? Pertanyaan-pertanyaan sederhana ini menjadi pintu masuk untuk membentuk karakter ekonomi anak yang rasional, hemat, dan bertanggung jawab.

Tidak Sulit Mengajarkan Ekonomi

Pendidikan ekonomi untuk anak sekolah dasar dibutuhkan pendekatan pembelajaran inovatif. Anak usia 7–12 tahun memiliki kebiasaan belajar yang khas. Anak biasanya cepat bosan, menyukai aktivitas konkret, dan belajar paling efektif melalui pengalaman langsung. Oleh karena itu, pembelajaran ekonomi yang disampaikan secara teoritis dan satu arah hampir pasti gagal menarik minat anak.

Setidaknya ada empat cara sederhana yang bisa dilakukan orang tua dan guru di Maluku Utara untuk mengenalkan konsep ekonomi kepada anak. Pertama, melalui buku cerita yang dekat dengan realitas anak Maluku Utara. Cerita tentang anak yang rajin menabung uang jajannya untuk membeli perlengkapan sekolah, membantu orang tua berjualan di kios kecil, atau ikut ayahnya melaut, akan lebih mudah dipahami karena sesuai dengan kehidupan mereka. Dari cerita-cerita seperti ini, anak belajar nilai ekonomi sekaligus nilai kejujuran, kerja keras, dan tanggung jawab tanpa merasa digurui.

Kedua, belajar ekonomi lewat pengalaman langsung di lingkungan sekitar. Di banyak wilayah Maluku Utara, anak-anak tumbuh dekat dengan kebun, laut, dan dapur rumah tangga. Kegiatan berkebun pala, cengkeh, atau sayuran di halaman sekolah mengajarkan anak bahwa hasil tidak datang seketika, tetapi melalui proses dan perawatan. Di daerah pesisir, memancing atau ikut orang tua ke pantai menjadi pelajaran tentang usaha, kesabaran, dan menghargai hasil laut. Sementara itu, membantu ibu memasak di rumah mengajarkan anak bahwa bahan makanan terbatas dan harus digunakan dengan bijak. Dari kegiatan sederhana ini, anak belajar mengelola kebutuhan tanpa sadar sedang belajar ekonomi.

Ketiga, pembelajaran melalui wirausaha kecil-kecilan yang sesuai dengan potensi lokal. Anak dapat diajak membuat jajanan sederhana, olahan hasil kebun, atau kerajinan khas daerah untuk dijual di lingkungan sekolah atau sekitar rumah. Ketika anak belajar menghitung modal, menentukan harga, dan membagi hasil, mereka mulai memahami konsep biaya, keuntungan, dan tanggung jawab. Pengalaman ini penting untuk menumbuhkan jiwa mandiri dan kewirausahaan sejak dini, terutama di daerah kepulauan yang kaya potensi alam.

Keempat, memanfaatkan media video dan multimedia interaktif secara bijak. Anak-anak Maluku Utara kini juga akrab dengan gawai dan media digital. Video animasi tentang menabung, mengatur uang jajan, atau memilih kebutuhan dapat membantu anak memahami konsep ekonomi secara visual. Jika dikemas dengan cerita yang dekat dengan kehidupan pesisir dan keluarga nelayan, pesan tentang hidup hemat dan perencanaan keuangan akan lebih mudah diterima. Media digital, jika dimanfaatkan dengan tepat, justru bisa menjadi alat untuk membentengi anak dari budaya konsumtif yang semakin kuat.

  • Penulis: Iswadi M. Ahmad Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe meninjau revitalisasi Anjungan Malut di TMII Jakarta

    Revitalisasi Anjungan Maluku Utara di TMII Ditinjau Wagub Malut

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 483
    • 0Komentar

    TMII juga membuka peluang kerja sama dengan Pemprov Malut melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), mencakup penyediaan ruang promosi, penyelenggaraan pameran tematik, serta fasilitasi business matching untuk produk UMKM lokal. Wagub turut menyatakan dukungan agar produk unggulan Malut bisa masuk ke sentra oleh-oleh TMII melalui kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM. Kunjungan ini diharapkan menjadi […]

  • SEKOLAH TANPA BEBAN, BELAJAR DENGAN TENANG

    SEKOLAH TANPA BEBAN, BELAJAR DENGAN TENANG

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 847
    • 0Komentar

    Apalagi kata-kata bijak “Sekolah tanpa Beban, Belajar dengan Tenang” didalamnya sarat dengan pesan psikologi, utamanya pada aspek psikologi Pendidikan agama yang berfungsi memberikan landasan dan arahan bagi seorang guru dalam melakukan interaksi dan komunikasi antara guru dan murid di Sekolah, sehingga timbul saling rasa menghormati, saling mempercayai, saling mencintai, saling memberikan simpati dan empati, saling […]

  • Keluarga bahagia bermain bersama di taman sebagai cara menjaga kesehatan mental

    Cara Menjaga Kesehatan Mental di Tengah Tekanan Hidup Sehari-hari

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 417
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE – Kesehatan mental adalah bagian penting dari kesejahteraan hidup seseorang. Namun, di tengah tekanan pekerjaan, akitivtas kuliah, sekloah, masalah keluarga, dan tuntutan sosial yang semakin kompleks, menjaga kesehatan mental seringkali terabaikan. Padahal, mental yang sehat adalah pondasi dari produktivitas, kebahagiaan, dan hubungan sosial yang baik. Mengapa Kesehatan Mental Itu Penting? Kesehatan mental memengaruhi […]

  • Foto: Jamaah IKA-PMII Kota Tidore Kepulauan bersama warga Nahdliyin mengikuti Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025).

    Sambut Tahun Baru 2026, IKA-PMII Tikep Gelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025). Istighosah dipimpin oleh Kiai Anim Fatahna dan berlangsung khidmat. Kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) turut menambah semangat jamaah yang memadati masjid. Dalam […]

  • Mobil terbakar dalam aksi solidaritas Yogyakarta menuntut keadilan untuk Affan Kurniawan.

    Yogyakarta Membara: Ribuan Massa Tuntut Keadilan untuk Affan Kurniawan

    • calendar_month Jumat, 29 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 541
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA — Massa menggelar aksi solidaritas di Yogyakarta pada Jumat (29/8/2025) untuk merespons meninggalnya Affan Kurniawan. Dari amatan redaksi Balengko Space di lapangan sekitar Pkl. 18.00 WIB , terlihat satu unit mobil yang diduga milik kepolisian terbakar di depan Markas Polda DIY. Aksi yang dilakukan hari ini sebagai bentuk protes atas tewasnya Affan, […]

  • Pembukaan Festival Sorai Waisai 2025 oleh mahasiswa KKN UGM di Pelabuhan Falaya, Raja Ampat

    Festival Sorai Waisai 2025: Pengabdian Mahasiswa UGM di Raja Ampat

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 804
    • 0Komentar

    Wakil Bupati menambahkan bahwa Festival Sorai Waisai akan dijadikan program tahunan resmi, sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam melanjutkan semangat kolaboratif yang telah dibangun. Capaian Program dan Penampilan Budaya Koordinator mahasiswa, Irnandini Putri Imroatus, menyampaikan bahwa selama 50 hari pengabdian, tim telah menyelesaikan lebih dari 150 program kerja, menjangkau 5.700 partisipan dari berbagai latar belakang, serta […]

expand_less