Sosok yang Menginspirasi Lahirnya Kepemimpinan Baru: Keteguhan Alwalid Muhammad dan Jalan Panjang Advokasi Kemanusiaan
- calendar_month Sel, 18 Nov 2025
- visibility 851
- comment 0 komentar

Alwalid Muhammad, sosok muda yang konsisten dalam advokasi kemanusiaan, berdiri mengepalkan tangan sebagai simbol perlawanan dan perjuangan dalam advokasi kemanusiaan, mengenakan kemeja rapi dengan ekspresi penuh keteguhan dan kepemimpinan. | Sumber foto : istimewa
TERNATE (BALENGKO) — Lembaga Bantuan Hukum Ansor Maluku Utara menyampaikan penghormatan terhadap rekam jejak perjuangan kemanusiaan yang telah menjadi fondasi organisasi, terutama melalui peran Ketua LBH Ansor Maluku, Alwalid Muhammad, yang selama bertahun-tahun berdiri di garis depan pembelaan terhadap kelompok mustadhafin tanpa diskriminasi.
Dalam catatan perjalanan advokasi, salah satu momentum yang paling menentukan adalah keberanian beliau membela empat mahasiswa Universitas Khairun yang di-drop out secara sepihak akibat demonstrasi kritis mereka. Pada saat itu, tekanan politik dan tekanan dari internal organisasi bukan hal kecil. Banyak yang meminta agar LBH Ansor menarik diri dari kasus tersebut, mempertimbangkan risiko dan gesekan yang mungkin muncul.
Namun, Alwalid memilih jalan yang paling berat: membela mereka yang tidak punya daya tawar.
Ia menegaskan bahwa LBH Ansor bukanlah institusi yang memilah manusia berdasarkan agama, suku, atau orientasi ideologi. Siapa pun yang sedang diperjuangkan hak dan keadilannya, berhak mendapatkan bantuan hukum tanpa syarat.
Sikap itu kemudian menjadi titik balik bagi banyak kader muda Ansor, termasuk Zulfikran Bailussy, yang hari ini menjabat sebagai Ketua LBH Ansor Maluku Utara. Dari ketegasan dan dedikasi Alwalid Muhammad, ia belajar bahwa advokasi tidak boleh tunduk pada tekanan, apalagi kompromi dengan ketidakadilan.
“Beliau mengajarkan bahwa organisasi berbasis keagamaan justru harus menjadi benteng pertama ketika kemanusiaan diinjak-injak. Prinsip itu yang membuat saya mantap bergabung hingga hari ini memimpin LBH Ansor Maluku Utara,” ujar Zulfikran.
LBH Ansor Maluku Utara menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut akan terus menjadi arah perjuangan organisasi: membela yang tertindas, tegakan yang adil untuk semua dan memastikan hukum bekerja untuk semua warga negara, tanpa kecuali.
Rilis ini juga menjadi pengingat bahwa advokasi bukan tentang mencari aman, bukan tentang posisi politik, dan bukan tentang popularitas. Advokasi adalah soal keberanian mengambil risiko ketika manusia lain membutuhkan perlindungan.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar