Wagub Sarbin Sehe Tabuh Genderang Perang Lawan Bom Ikan di Maluku Utara
- calendar_month Sab, 24 Jan 2026
- visibility 45
- comment 0 komentar

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, memberikan arahan dalam pembukaan Musprov POSSI Maluku Utara di Emerald Hotel Ternate, Kamis (22/1/2026). Dalam kesempatan tersebut, Wagub menegaskan kesiapan pemerintah melakukan operasi besar guna memberantas praktik bom ikan di wilayah perairan Maluku Utara. (Foto: Ika/RRI).
TERNATE (BALENGKO) – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk melakukan operasi besar-besaran guna memberantas praktik penangkapan ikan menggunakan bahan peledak (bom ikan). Langkah tegas ini diambil demi menyelamatkan ekosistem laut yang menjadi modal utama masa depan ekonomi berkelanjutan di wilayah Maluku Utara.
Pernyataan tersebut disampaikan Sarbin saat membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Maluku Utara di Emerald Hotel Ternate, Kamis (22/1/2026). Ia menekankan bahwa perlindungan laut bukan sekadar isu lingkungan, melainkan agenda strategis untuk mengalihkan ketergantungan ekonomi dari sektor pertambangan ke sektor wisata bahari.
Putus Rantai Pasok dari Hulu ke Hilir
Berbeda dengan pola penanganan sebelumnya, Sarbin mengungkapkan bahwa strategi kali ini akan menyasar sisi ekonomi para pelaku. Pemerintah Provinsi akan membentuk tim lintas sektor yang terdiri dari aparat keamanan dan instansi teknis untuk memperketat pengawasan, tidak hanya di perairan, tetapi juga di pasar-pasar ikan.
“Kita akan menutup ruang ekonomi bagi praktik ilegal ini. Pasar ikan tidak boleh lagi menerima hasil tangkapan dari bom ikan. Jika mata rantai distribusinya diputus di darat, maka praktik di laut akan berhenti dengan sendirinya,” ujar Sarbin dengan nada tegas.
Laut Sebagai Aset Wisata Masa Depan
Menurut Sarbin, potensi laut Maluku Utara merupakan aset tak ternilai yang harus dijaga dari ancaman sampah dan destruktif fishing. Ia menilai bahwa masa depan Maluku Utara terletak pada pengembangan sport tourism dan wisata bahari yang mampu menarik wisatawan dunia.
“Nilai jual kita ke depan adalah olahraga dan wisata bahari. Laut kita masih jauh lebih baik dibanding banyak daerah lain, namun keindahan biota laut ini sangat rentan hancur jika pengeboman ikan terus dibiarkan,” tambahnya di hadapan pengurus POSSI dan pimpinan cabang olahraga.
Komitmen Lingkungan Berbasis Ekonomi
Langkah ini sejalan dengan strategi nasional dalam pemberantasan kejahatan lingkungan berbasis ekonomi. Wagub berharap, dengan penegakan hukum yang ketat dan pengawasan pasar yang konsisten, masyarakat akan terdorong untuk beralih ke metode penangkapan ikan yang ramah lingkungan.
Melalui operasi besar ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara menargetkan pemulihan habitat laut agar tetap lestari sebagai warisan bagi generasi mendatang dan pondasi baru bagi pertumbuhan ekonomi daerah yang hijau dan berkelanjutan.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar