Keajaiban di Samudra Pasifik: 26 Hari Terombang-ambing di Laut Lepas, Nelayan Ternate Ditemukan Selamat
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 45
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sebuah foto yang memperlihatkan Esau Sidemo, dalam keadaan baik dikapal LNG Endeavour. (Foto: X/@NaraSenyap)
BALENGKO SPACE, TERNATE – Sebuah kisah keajaiban dan daya tahan hidup yang luar biasa datang dari wilayah perairan utara Indonesia. Esau Sidemo (57), seorang nelayan tangguh asal Desa Bido, Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Maluku Utara, berhasil ditemukan selamat setelah terombang-ambing selama 26 hari di Samudra Pasifik.
Peristiwa dramatis ini bermula ketika Esau bertolak melaut dari kediamannya di Desa Bido pada Selasa (07/07/2026). Namun, di tengah pelayaran, perahu kecil yang ditumpanginya mengalami masalah hingga hanyut terbawa arus laut lepas dan kehilangan kontak dengan keluarga.
Usaha pencarian intensif yang berhari-hari tak membuahkan hasil akhirnya memuncak pada sebuah keajaiban pada Sabtu (01/08/2026) pukul 17.23 WIT (GMT+9). Esau ditemukan di koordinat 07°33.5′ LU – 138°59.7′ BT oleh awak kapal tanker LNG Endeavour, sebuah kapal kargo berbendera Prancis yang sedang melintasi Samudra Pasifik.
Jeli Pandang Awak Kapal dan Aksi Penyelamatan Dramatis
Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa perahu kecil milik Esau sama sekali tidak terdeteksi oleh radar maupun sistem navigasi canggih milik kapal kargo tersebut.
“Perahu kecil yang digunakan korban tidak terdeteksi oleh radar maupun peralatan navigasi kapal, sehingga penemuan terjadi berkat kejelian awak kapal,” ungkap Iwan dikutip dari Detik.Sulsel.
Melihat sesosok manusia terombang-ambing di tengah samudra, Nahkoda Kapal LNG Endeavour langsung mengambil keputusan cepat untuk menghentikan laju dan mengubah haluan kapal menuju lokasi korban.
Proses evakuasi berlangsung cukup dramatis. Saat kapal mendekat, Esau yang melihat secercah harapan langsung melompat ke laut. Awak kapal dengan siaga melemparkan pelampung penyelamat yang berhasil diraih oleh korban. Esau kemudian diangkat ke atas kapal menggunakan gangway dalam kondisi fisik yang sangat lemah.
Kondisi Fisik dan Mental Dipastikan Baik
Setibanya di atas kapal, korban langsung dilarikan ke fasilitas medis kapal untuk mendapatkan perawatan intensif, berkoordinasi langsung via konsultasi jarak jauh (telemedicine) dengan dokter dari Prancis.
Kepastian kabar keselamatan ini disampaikan langsung oleh perwakilan awak kapal LNG Endeavour kepada keluarga korban di Pulau Batang Dua melalui pesan singkat WhatsApp.
“Kami telah menemukan anggota keluarga Anda. Sekarang dia sudah aman di atas kapal kami, dan kondisi fisik serta mentalnya baik,” tulis pesan menguatkan dari awak kapal yang sempat diunggah di platform X oleh akun
@NaraSenyap.
Kabar penyelamatan ini juga direspons cepat oleh Command Center Basarnas Ternate setelah menerima laporan dari anggota DPRD dapil Batang Dua pada Minggu (02/08/2026) pukul 14.00 WIT. Saat ini, proses koordinasi pemulangan Esau Sidemo dari kapal LNG Endeavour menuju tanah air sedang terus dimatangkan oleh pihak berwenang bersama Kantor SAR Ternate.
(BS/Red)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media
- Sumber: X @NaraSenyap

Saat ini belum ada komentar