Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 238
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Memperingati Hari Guru tahun ini, bangsa Indonesia kembali diajak untuk menoleh sejenak pada realitas yang dihadapi para pendidik di seluruh pelosok negeri. Di balik peran mulia mereka dalam mencetak generasi masa depan, terdapat beban dan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan beberapa dekade lalu. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga dituntut memahami dinamika sosial, tekanan digital, perilaku remaja yang semakin kompleks, serta ekspektasi publik yang terus meningkat.

Ironisnya, dalam situasi yang menuntut profesionalisme tinggi itu, guru kerap menjadi pihak yang paling mudah disalahkan. Ketika seorang guru mengambil tindakan untuk menjaga disiplin kelas, menegakkan aturan, atau melindungi ketertiban belajar, risiko tuduhan dan salah tafsir hampir selalu mengintai. Satu potongan video yang direkam tanpa konteks, satu laporan sepihak, atau satu unggahan media sosial yang viral dapat langsung mengubah posisi guru dari pilar pendidikan menjadi pihak yang dicurigai, bahkan sebelum kebenaran dites melalui proses yang objektif.

Fenomena ini menunjukkan bahwa guru saat ini hidup di tengah era kerentanan sosial, di mana tindakan yang dimaksudkan untuk mendidik dapat dengan mudah ditafsirkan sebagai tindakan yang melukai. Kondisi ini bukan hanya menciptakan tekanan psikologis, tetapi juga membangun atmosfer ketakutan yang dapat menghambat kreativitas dan keberanian guru dalam menjalankan tugasnya.

Banyak guru mengaku kini harus berhati-hati dalam setiap gerakan dan keputusan, bukan karena tidak ingin mendidik dengan tegas, tetapi karena khawatir dipersepsikan secara keliru. Padahal, pendidikan yang bermakna tidak tumbuh dari ketakutan, melainkan dari kepercayaan. Kepercayaan bahwa guru mampu menilai situasi di kelasnya. Kepercayaan bahwa guru memahami karakter murid-muridnya. Kepercayaan bahwa guru bertindak atas dasar tanggung jawab, bukan emosi.

Di tengah tekanan tersebut, semangat sebagian besar guru tetap tidak padam. Mereka tetap hadir lebih awal daripada murid-muridnya, tetap menyusun RPP meski hari telah larut, tetap melayani pertanyaan siswa meski di luar jam mengajar, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Ada kekuatan diam yang hanya dimiliki guru—kekuatan untuk terus memberikan yang terbaik meski sering kali tidak terlihat dan tidak diberi apresiasi.

Hari Guru tahun ini menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali kehormatan profesi guru. Bangsa ini perlu menyadari bahwa guru adalah penjaga masa depan. Jika ruang gerak mereka terus dibatasi oleh stigma dan kecurigaan, maka yang terancam bukan hanya profesi mereka, melainkan masa depan pendidikan itu sendiri. Sudah saatnya masyarakat, orang tua, dan institusi pendidikan membuka ruang dialog yang sehat. Alih-alih saling menyalahkan, perlu dibangun pemahaman bersama bahwa pendidikan adalah proses kolaboratif. Peran guru tidak boleh dikecilkan, apalagi dilemahkan oleh persepsi publik yang terburu-buru.

Kita harus kembali menghormati guru bukan hanya dalam seremoni Hari Guru, tetapi dalam kehidupan sehari-hari: menghargai keputusan profesional mereka, melindungi mereka dari tuduhan yang tidak berdasar, dan memastikan mereka memiliki ruang aman untuk mendidik dengan hati dan integritas. Pada akhirnya, di balik semua tantangan yang mereka hadapi, guru tetap memilih untuk berdiri di depan kelas, menuntun, membimbing, dan mencerdaskan.

Mereka adalah sosok-sosok yang mungkin sering disalahpahami, tetapi justru paling berjasa dalam membentuk karakter bangsa. Selamat Hari Guru 2025. Semoga seluruh guru Indonesia terus diberi kekuatan, perlindungan, dan penghormatan yang layak atas pengabdian yang tidak ternilai.

  • Penulis: Mujais Apling, S.Pd.,M,.Pd (Dekan Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Belajar Langsung dari Jejak Sejarah: OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai Kunjungi Museum Perang Dunia II

    Belajar Langsung dari Jejak Sejarah: OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai Kunjungi Museum Perang Dunia II

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Redaksi BS
    • visibility 278
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Menjelajahi Sejarah” dengan mengunjungi Museum Perang Dunia II di Desa Totodoku dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang warisan sejarah global yang tersimpan di tanah Morotai serta […]

  • Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    Silaturahmi Wakil Gubernur Jawa Barat dan Wakil Gubernur Maluku Utara: Pererat Kerja Sama Antarwilayah

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Ternate, 1 Mei 2025 — Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, melakukan kunjungan silaturahmi ke Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, Kamis malam (1/5), pukul 21.00 WIT. Pertemuan hangat ini berlangsung di kediaman resmi Wakil Gubernur Maluku Utara di Kota Ternate. Silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan antarprovinsi, khususnya dalam menjalin […]

  • Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur Universitas Alma Ata Yogyakarta Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Bima, NTB

    Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur Universitas Alma Ata Yogyakarta Galang Dana untuk Korban Banjir Bandang Bima, NTB

    • calendar_month Sabtu, 8 Feb 2025
    • account_circle balengko space
    • visibility 391
    • 0Komentar

    Balengko Space, Yogyakarta, Sabtu (8/2/24) – Himpunan Mahasiswa Indonesia Timur Universitas Alma Ata Yogyakarta menggelar aksi penggalangan dana untuk membantu korban banjir bandang yang melanda Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Aksi solidaritas ini berlangsung di lampu merah Gamping, arah Kampus Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjaya) 1, dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang. Selain Himpunan […]

  • Program Pengabdian Masyarakat PK-252 Kitorang Sangga: Membangun Impian Anak Pesisir untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    Program Pengabdian Masyarakat PK-252 Kitorang Sangga: Membangun Impian Anak Pesisir untuk Masa Depan yang Lebih Baik

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Muzsta
    • visibility 1.152
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Februari 2025 – Program pengabdian masyarakat PK-252 Kitorang Sangga telah sukses dilaksanakan di Taman Anak Pesisir, Cilincing, Jakarta Utara. Kegiatan ini diinisiasi oleh para awardee LPDP untuk memberikan pendidikan dan kesadaran lingkungan kepada anak-anak pesisir. Dengan tema besar “Samudra Lestari, Nusantara Berdaya”, program ini bertujuan untuk menginspirasi anak-anak pesisir Indonesia agar mereka bisa […]

  • Source : Istimewa

    Peringati Milad, Cendekia Society.Id Salurkan Paket Alat Tulis untuk Santri di Palu

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 340
    • 0Komentar

    PALU, (BALENGKO SPACE) – Memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan sekaligus memperingati hari jadinya (Milad), komunitas Cendekia Society.Id menyelenggarakan aksi kemanusiaan bertajuk “Sedekah Ceria Ramadhan”. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Panti Asuhan Raudatul Ummat, Kelurahan Talise, Kota Palu, pada Selasa (24/2/2026). Sebanyak 35 santri dan anak yatim piatu berkumpul bersama para relawan untuk mengikuti rangkaian acara […]

  • Forum BEM Se-DIY menggelar aksi damai memperingati Hari HAM Sedunia di Perempatan Gondomanan, Yogyakarta, disertai sholat ghoib dan doa bersama untuk korban banjir bandang di Sumatera, 10 Desember 2025.”

    Forum BEM Se-DIY Gelar Aksi Hari HAM Sedunia, Sholat Ghoib, dan Penggalangan Dana Akbar untuk Sumatera

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Yogyakarta, BALENGKO — 12 Desember 2025, Dalam momentum peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia yang jatuh pada 10 Desember, Forum BEM Se-DIY menggelar aksi damai di Perempatan Gondomanan, Yogyakarta. Ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Daerah Istimewa Yogyakarta bersama elemen masyarakat sipil turut hadir dalam aksi yang berlangsung sekitar siang hingga sore hari. Koordinator […]

expand_less