Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 227
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Memperingati Hari Guru tahun ini, bangsa Indonesia kembali diajak untuk menoleh sejenak pada realitas yang dihadapi para pendidik di seluruh pelosok negeri. Di balik peran mulia mereka dalam mencetak generasi masa depan, terdapat beban dan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan beberapa dekade lalu. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga dituntut memahami dinamika sosial, tekanan digital, perilaku remaja yang semakin kompleks, serta ekspektasi publik yang terus meningkat.

Ironisnya, dalam situasi yang menuntut profesionalisme tinggi itu, guru kerap menjadi pihak yang paling mudah disalahkan. Ketika seorang guru mengambil tindakan untuk menjaga disiplin kelas, menegakkan aturan, atau melindungi ketertiban belajar, risiko tuduhan dan salah tafsir hampir selalu mengintai. Satu potongan video yang direkam tanpa konteks, satu laporan sepihak, atau satu unggahan media sosial yang viral dapat langsung mengubah posisi guru dari pilar pendidikan menjadi pihak yang dicurigai, bahkan sebelum kebenaran dites melalui proses yang objektif.

Fenomena ini menunjukkan bahwa guru saat ini hidup di tengah era kerentanan sosial, di mana tindakan yang dimaksudkan untuk mendidik dapat dengan mudah ditafsirkan sebagai tindakan yang melukai. Kondisi ini bukan hanya menciptakan tekanan psikologis, tetapi juga membangun atmosfer ketakutan yang dapat menghambat kreativitas dan keberanian guru dalam menjalankan tugasnya.

Banyak guru mengaku kini harus berhati-hati dalam setiap gerakan dan keputusan, bukan karena tidak ingin mendidik dengan tegas, tetapi karena khawatir dipersepsikan secara keliru. Padahal, pendidikan yang bermakna tidak tumbuh dari ketakutan, melainkan dari kepercayaan. Kepercayaan bahwa guru mampu menilai situasi di kelasnya. Kepercayaan bahwa guru memahami karakter murid-muridnya. Kepercayaan bahwa guru bertindak atas dasar tanggung jawab, bukan emosi.

Di tengah tekanan tersebut, semangat sebagian besar guru tetap tidak padam. Mereka tetap hadir lebih awal daripada murid-muridnya, tetap menyusun RPP meski hari telah larut, tetap melayani pertanyaan siswa meski di luar jam mengajar, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Ada kekuatan diam yang hanya dimiliki guru—kekuatan untuk terus memberikan yang terbaik meski sering kali tidak terlihat dan tidak diberi apresiasi.

Hari Guru tahun ini menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali kehormatan profesi guru. Bangsa ini perlu menyadari bahwa guru adalah penjaga masa depan. Jika ruang gerak mereka terus dibatasi oleh stigma dan kecurigaan, maka yang terancam bukan hanya profesi mereka, melainkan masa depan pendidikan itu sendiri. Sudah saatnya masyarakat, orang tua, dan institusi pendidikan membuka ruang dialog yang sehat. Alih-alih saling menyalahkan, perlu dibangun pemahaman bersama bahwa pendidikan adalah proses kolaboratif. Peran guru tidak boleh dikecilkan, apalagi dilemahkan oleh persepsi publik yang terburu-buru.

Kita harus kembali menghormati guru bukan hanya dalam seremoni Hari Guru, tetapi dalam kehidupan sehari-hari: menghargai keputusan profesional mereka, melindungi mereka dari tuduhan yang tidak berdasar, dan memastikan mereka memiliki ruang aman untuk mendidik dengan hati dan integritas. Pada akhirnya, di balik semua tantangan yang mereka hadapi, guru tetap memilih untuk berdiri di depan kelas, menuntun, membimbing, dan mencerdaskan.

Mereka adalah sosok-sosok yang mungkin sering disalahpahami, tetapi justru paling berjasa dalam membentuk karakter bangsa. Selamat Hari Guru 2025. Semoga seluruh guru Indonesia terus diberi kekuatan, perlindungan, dan penghormatan yang layak atas pengabdian yang tidak ternilai.

  • Penulis: Mujais Apling, S.Pd.,M,.Pd (Dekan Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PENDIDIKAN TERJANGKAU DAN BERMUTU

    PENDIDIKAN TERJANGKAU DAN BERMUTU

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Konsep pendidikan terjangkau dan bermutu (affordable and quality education) di Provinsi Maluku Utara dapat diartikan sebagai pendidikan yang berkualitas dan dapat diakses secara mudah bagi masyarakat Provinsi Maluku Utara. Karena pendidikan adalah hak dasar yang harus dipenuhi oleh setiap individu tanpa memandang status sosial, ekonomi, dan letak rentan kendali geografis di Provinsi Maluku Utara. Pendidikan […]

  • Ramadhan Kelderak Desak Penegakan Hukum: Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kawasi Harus Diusut Sebagai Tindak Pidana Korporasi

    Ramadhan Kelderak Desak Penegakan Hukum: Dugaan Pencemaran Lingkungan di Kawasi Harus Diusut Sebagai Tindak Pidana Korporasi

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 702
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Halsel, 24 Juli 2025 – Praktisi hukum Halmahera Selatan, Muh. Ramadhan Kelderak, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan pencemaran lingkungan di Desa Kawasi, Pulau Obi, sebagai tindak pidana korporasi, bukan sekadar pelanggaran administratif. Dugaan tersebut mengarah pada perusahaan tambang nikel raksasa PT Harita Group, yang disebut-sebut sebagai pihak yang bertanggung jawab atas […]

  • Kondisi mesin pompa air yang mengalami kerusakan di Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai. (Sumber foto: Istimewa)

    Sebulan Mesin Pompa Rusak, Warga Desa Muhajirin Morotai Hidup dalam Kecemasan Akan Genangan Air

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 647
    • 0Komentar

    Morotai (BALENGKO) — Warga Desa Muhajirin, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, menyampaikan harapan agar kerusakan mesin pompa air di wilayah mereka dapat segera mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah. Mesin tersebut diketahui telah tidak berfungsi selama kurang lebih satu bulan terakhir dan dikhawatirkan dapat memicu genangan air, terutama saat curah hujan meningkat. Seorang warga berinisial […]

  • Sunaidin Ode Mulae, Dosen Antropologi Pariwisata Universitas Khairun sekaligus Pengurus KONI Maluku Utara periode 2025–2029, menyampaikan pandangannya tentang peran KONI dalam mendorong sport tourism untuk meningkatkan ekonomi daerah.

    ”KONI” BERDAMPAK MENDORONG PARIWISATA OLAHRAGA (SPORT TOURSM) UNTUK PERGERAKAN EKONOMI MALUKU UTARA

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Sunaidin Ode Mulae Dosen Antropologi Pariwisata Unkhair Pengurus KONI Maluku Utara 2025-2029
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Pendahuluan Pada tanggal 8 Oktober 1938 KONI dibentuk dengan nama Ikatan Sport Indonesia (ISI) oleh Sutardjo Kartohadikusumo sebagai ketua ISI melalui musyawarah beberapa organisasi keolahragaan seperti PSSI, Pelti, dan PBKSI (sekarang Perbasi). Pada 15 Oktober 1934 ISI menggelar Pekan Olahraga di Surakarta, sekaligus menjadi hari berdirinya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). ISI dibentuk oleh beberapa […]

  • Dari Krisis Global Menuju Modernitas Cair: Membaca Zygmunt Bauman di Era Perang dan Algoritma

    Dari Krisis Global Menuju Modernitas Cair: Membaca Zygmunt Bauman di Era Perang dan Algoritma

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 288
    • 0Komentar

    Dua dekade pertama abad ke-21 memperlihatkan dunia yang bergerak dalam ketidakpastian yang nyaris konstan. Perang tidak lagi menjadi peristiwa yang jarang terjadi, melainkan hadir sebagai latar belakang berita harian.

  • Saka Mese Nusa Jogja Apresiasi Bupati Seram Bagian Barat Bantuan Kebakaran

    Tanggap Musibah Konflik Lisabata-Patahue, Saka Mese Nusa Jogja Apresiasi Bupati Seram Bagian Barat

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 239
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, YOGYAKARTA – Langkah cepat Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dalam menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga korban kebakaran rumah akibat konflik Desa Lisabata dan Patahue mendapat respons positif dari kalangan mahasiswa perantauan. Ketua Saka Mese Nusa Student Association Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, Akmal Hitimala, secara terbuka menyampaikan apresiasinya atas perhatian dan kepedulian yang ditunjukkan […]

expand_less