Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

Dilema Guru Masa Kini: Tegas Disalahkan, Diam Dipertanyakan

  • calendar_month Selasa, 25 Nov 2025
  • visibility 236
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Memperingati Hari Guru tahun ini, bangsa Indonesia kembali diajak untuk menoleh sejenak pada realitas yang dihadapi para pendidik di seluruh pelosok negeri. Di balik peran mulia mereka dalam mencetak generasi masa depan, terdapat beban dan tantangan yang jauh lebih berat dibandingkan beberapa dekade lalu. Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga dituntut memahami dinamika sosial, tekanan digital, perilaku remaja yang semakin kompleks, serta ekspektasi publik yang terus meningkat.

Ironisnya, dalam situasi yang menuntut profesionalisme tinggi itu, guru kerap menjadi pihak yang paling mudah disalahkan. Ketika seorang guru mengambil tindakan untuk menjaga disiplin kelas, menegakkan aturan, atau melindungi ketertiban belajar, risiko tuduhan dan salah tafsir hampir selalu mengintai. Satu potongan video yang direkam tanpa konteks, satu laporan sepihak, atau satu unggahan media sosial yang viral dapat langsung mengubah posisi guru dari pilar pendidikan menjadi pihak yang dicurigai, bahkan sebelum kebenaran dites melalui proses yang objektif.

Fenomena ini menunjukkan bahwa guru saat ini hidup di tengah era kerentanan sosial, di mana tindakan yang dimaksudkan untuk mendidik dapat dengan mudah ditafsirkan sebagai tindakan yang melukai. Kondisi ini bukan hanya menciptakan tekanan psikologis, tetapi juga membangun atmosfer ketakutan yang dapat menghambat kreativitas dan keberanian guru dalam menjalankan tugasnya.

Banyak guru mengaku kini harus berhati-hati dalam setiap gerakan dan keputusan, bukan karena tidak ingin mendidik dengan tegas, tetapi karena khawatir dipersepsikan secara keliru. Padahal, pendidikan yang bermakna tidak tumbuh dari ketakutan, melainkan dari kepercayaan. Kepercayaan bahwa guru mampu menilai situasi di kelasnya. Kepercayaan bahwa guru memahami karakter murid-muridnya. Kepercayaan bahwa guru bertindak atas dasar tanggung jawab, bukan emosi.

Di tengah tekanan tersebut, semangat sebagian besar guru tetap tidak padam. Mereka tetap hadir lebih awal daripada murid-muridnya, tetap menyusun RPP meski hari telah larut, tetap melayani pertanyaan siswa meski di luar jam mengajar, dan tetap mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam pendidikan. Ada kekuatan diam yang hanya dimiliki guru—kekuatan untuk terus memberikan yang terbaik meski sering kali tidak terlihat dan tidak diberi apresiasi.

Hari Guru tahun ini menjadi momen penting untuk meneguhkan kembali kehormatan profesi guru. Bangsa ini perlu menyadari bahwa guru adalah penjaga masa depan. Jika ruang gerak mereka terus dibatasi oleh stigma dan kecurigaan, maka yang terancam bukan hanya profesi mereka, melainkan masa depan pendidikan itu sendiri. Sudah saatnya masyarakat, orang tua, dan institusi pendidikan membuka ruang dialog yang sehat. Alih-alih saling menyalahkan, perlu dibangun pemahaman bersama bahwa pendidikan adalah proses kolaboratif. Peran guru tidak boleh dikecilkan, apalagi dilemahkan oleh persepsi publik yang terburu-buru.

Kita harus kembali menghormati guru bukan hanya dalam seremoni Hari Guru, tetapi dalam kehidupan sehari-hari: menghargai keputusan profesional mereka, melindungi mereka dari tuduhan yang tidak berdasar, dan memastikan mereka memiliki ruang aman untuk mendidik dengan hati dan integritas. Pada akhirnya, di balik semua tantangan yang mereka hadapi, guru tetap memilih untuk berdiri di depan kelas, menuntun, membimbing, dan mencerdaskan.

Mereka adalah sosok-sosok yang mungkin sering disalahpahami, tetapi justru paling berjasa dalam membentuk karakter bangsa. Selamat Hari Guru 2025. Semoga seluruh guru Indonesia terus diberi kekuatan, perlindungan, dan penghormatan yang layak atas pengabdian yang tidak ternilai.

  • Penulis: Mujais Apling, S.Pd.,M,.Pd (Dekan Fakultas Inovasi Pendidikan Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Peringati IWD 2026, FPUD Malut Demo di Kantor Wali Kota Ternate: Soroti Penindasan Perempuan dan Isu Lingkungan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Muzijad Mandea
    • visibility 355
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Front Perjuangan untuk Demokrasi Maluku Utara (FPUD-Malut) menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Wali Kota Ternate pada Minggu (8/3/2026). Aksi yang bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional (IWD) ini menyoroti ketimpangan struktur sosial, kebijakan ekonomi-politik, hingga tuntutan perlindungan hukum bagi pekerja perempuan. Koordinator Lapangan FPUD-Malut, Amex, dalam orasinya menegaskan bahwa IWD bukan sekadar […]

  • Kapolres Pulau Morotai Peringatkan Personel: Jauhi Judol dan Pinjol Ilegal Lewat Gaktiblin Rutin

    Kapolres Pulau Morotai Peringatkan Personel: Jauhi Judol dan Pinjol Ilegal Lewat Gaktiblin Rutin

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle Muzijad Mandea
    • visibility 116
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Propam Polres Pulau Morotai menggelar kegiatan Penegakan, Ketertiban dan Disiplin (Gaktiblin) terhadap personel sebagai langkah preventif untuk memperkuat disiplin sekaligus mencegah anggota terlibat pinjaman online (pinjol) ilegal dan judi online (judol). Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (30/8/2026) sekitar pukul 09.00 WIT di lingkungan Polres Pulau Morotai. Pelaksanaan Gaktiblin dipimpin oleh Aipda […]

  • LBH Ansor Ternate Apresiasi Abolisi Tom Lembong, Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kriminalisasi 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji

    LBH Ansor Ternate Apresiasi Abolisi Tom Lembong, Desak Presiden Prabowo Perhatikan Kriminalisasi 11 Masyarakat Adat Maba Sangaji

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.417
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, Ternate, 1 Agustus 2025 — Lembaga Bantuan Hukum (LBH) GP Ansor Kota Ternate menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas keputusan pemberian abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong (Tom Lembong), yang sebelumnya divonis dalam kasus impor gula. Ketua LBH Ansor Ternate, Zulfikran Bailussy, menyatakan bahwa keputusan Presiden yang telah […]

  • Asesor pendidikan terpaksa menggulung celana untuk melintasi banjir rob saat bertugas di Desa Jorjoga, Taliabu Utara.

    Banjir Rob Rendam Desa Jorjoga, Warga Minta Respons Cepat Pemkab Taliabu

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 330
    • 0Komentar

    Taliabu (BALENGKO) — Kondisi cuaca yang tidak stabil pada awal Desember menyebabkan banjir rob melanda Desa Jorjoga, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu. Air laut yang naik ke permukiman warga membuat sebagian masyarakat harus bertahan sambil menunggu banjir surut, Jumat (5/12/2025). Sunaidin, pemuda kelahiran Jorjoga, mengungkapkan bahwa masyarakat sangat berharap adanya bantuan dari Pemerintah Daerah […]

  • (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023

    Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
    • visibility 978
    • 0Komentar

    “Era Baru PMII”, yang ditandai dengan perubahan dalam arsitektur organisasi, strategi pergerakan, dan orientasi kebijakan organisasi, tampaknya masih jauh dari kenyataan dalam proses pembentukan kader saat ini. Dalam kenyataannya, sistem kaderisasi PMII masih terhambat oleh pendekatan konvensional yang mengarah dari puncak struktur ke bawah, yang lebih berfokus pada kepatuhan terhadap hierarki organisasi. Pendekatan ini gagal […]

  • Source : Istimewa

    Ketua GP Ansor Haltim: Polemik Tunjangan DPRD Malut Harus Disikapi Objektif, Hindari ‘Trial by Opinion’

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 371
    • 0Komentar

    HALMAHERA TIMUR (BALENGKO) – Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Halmahera Timur, Julkarnain Rajak, angkat bicara mengenai polemik tunjangan DPRD Provinsi Maluku Utara yang kini tengah ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara. Julkarnain menegaskan bahwa supremasi hukum harus ditegakkan di atas landasan yang objektif, bukan dibentuk oleh desakan opini publik. Ia meminta semua […]

expand_less