Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Aliansi Peduli Iran Demo Kedubes AS dan Kemenlu: Kecam Agresi Militer, Tuntut Perlindungan WNI

Aliansi Peduli Iran Demo Kedubes AS dan Kemenlu: Kecam Agresi Militer, Tuntut Perlindungan WNI

  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 184
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

JAKARTA (BALENGKO) – Ratusan massa Aliansi Peduli Iran (API) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat dan Kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat (6/3/2026), untuk mengecam serangan militer AS terhadap Iran. Massa yang terdiri dari Pemuda Muslimin DKI, SEMMI Jakarta Raya, dan LMND DKI Jakarta ini menilai agresi tersebut melanggar hukum internasional dan mengancam stabilitas ekonomi global.

Koordinator Lapangan API, Rizky, menegaskan bahwa serangan sepihak tersebut melanggar Pasal 2 Ayat 4 Piagam PBB mengenai larangan agresi terhadap kedaulatan negara lain.

Ancaman Ekonomi dan Hukum Internasional

Dalam orasinya, Rizky menyoroti dampak konflik di Selat Hormuz yang berpotensi memicu lonjakan harga energi di Indonesia. Sebagai jalur distribusi minyak dunia, ketegangan di kawasan tersebut dinilai akan membebani rakyat kecil akibat kenaikan harga bahan bakar.

“Ini bukan sekadar konflik regional, melainkan ancaman serius terhadap Jus Cogen atau norma hukum internasional yang melarang agresi dan kejahatan perang,” ujar Rizky di depan Kedubes AS.

Desak Peran Aktif Kemenlu RI

Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, mendesak Pemerintah Indonesia menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif sesuai amanat Pembukaan UUD 1945. Ia meminta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) memprioritaskan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di zona konflik.

“Sesuai UU No. 37 Tahun 1999, perlindungan terhadap mahasiswa dan pekerja migran di Timur Tengah harus menjadi prioritas melalui langkah diplomasi dan persiapan evakuasi,” tegas Yanto.

Sementara itu, Ketua LMND DKI Jakarta, Randen Akagits, menyebut agresi militer ini merupakan instrumen kapitalisme global dan imperialisme untuk mengamankan akumulasi modal di kawasan tersebut.

Pernyataan Sikap dan Tuntutan API

Aksi yang berlangsung tertib tersebut menghasilkan empat tuntutan utama kepada pemerintah dan lembaga internasional:

  1. Kecam Agresi Militer: Mengutuk serangan sepihak AS dan sekutunya yang merusak tatanan hukum internasional.
  2. Peran PBB: Mendesak Dewan Keamanan PBB segera menghentikan eskalasi konflik guna mencegah krisis kemanusiaan.
  3. Stabilitas Ekonomi: Meminta Pemerintah RI mengantisipasi kenaikan harga energi nasional demi menjaga daya beli masyarakat sesuai Pasal 33 UUD 1945.
  4. Perlindungan WNI: Menuntut perlindungan maksimal bagi warga negara Indonesia di kawasan terdampak melalui koordinasi internasional yang cepat.

Massa menutup aksi dengan menyerahkan pernyataan sikap kepada perwakilan instansi terkait sebagai bentuk komitmen sipil terhadap perdamaian dunia.

  • Penulis: Agung Gumelar
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSPK UGM bersama Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta menggelar diskusi publik “Ketimpangan Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara” di Ruang Sartono PSPK UGM, Selasa (13/01/2026).

    Diskusi PSPK UGM & IKPM-HT Mengurai Ketimpangan di Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 13 Januari 2026 — Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan Universitas Gadjah Mada (PSPK UGM) bekerja sama dengan Ikatan Komunikasi Pelajar Mahasiswa Halmahera Timur (IKPM-HT) Yogyakarta menggelar diskusi publik bertajuk “Ketimpangan Kawasan Transmigrasi UPT Patlean, Maba Utara”, Selasa sore (13/01/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian agenda Rural Development Outlook 2026 PSPK UGM. Diskusi berlangsung […]

  • USHP Fakultas Hukum Universitas Janabadra Luncurkan Living Law, Program Baru Berbasis Praktik Sosial

    USHP Fakultas Hukum Universitas Janabadra Luncurkan Living Law, Program Baru Berbasis Praktik Sosial

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 226
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO) — Unit Studi Hukum Perdata (USHP) Fakultas Hukum Universitas Janabadra Yogyakarta, tengah merancang program inovatif bertajuk Living Law sebagai langkah penguatan peran organisasi dalam dinamika akademik dan sosial kampus. Program ini diinisiasi untuk menegaskan bahwa hukum perdata tidak hanya dipahami secara teoritis di ruang kelas, tetapi juga dihidupkan melalui praktik sosial, ruang diskusi […]

  • Oleh: Irfandi R. Hi Mustafa Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara

    BUKAN LAGI GEDUNG DAN IJAZAH

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Irfandi R. Hi Mustafa Dosen Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Memasuki petengahan 2026, wajah pendidikan Indonesia sedang berada di persimpangan jalan yang krusial. Jika satu dekade lalu kemegahan Gedung sekolah dan legalitas ijazah menjadi parameter tunggal kesuksesan institusi, hari ini narasi tersebut mulai using. Kita menyaksikan pergeseran fundamental dari “pendidikan berbasis fasilitas fisik” menuju “pendidikan berbasis ekosistem kompetensi”. Data menunjukkan bahwa relevansi ijazah konvensional terus […]

  • Source : www.vice.com

    Belajar Nasionalisme dari Etnis Tionghoa

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate dan Direktur Bajo Institut Malut
    • visibility 201
    • 0Komentar

    Komunitas Tionghoa sangat menarik untuk dicatat karena terdapat beberapa literatur menegaskan perihal asal-muasal etnis Tionghoa di Indonesia. Etnis ini berawal dari para migran yang masuk ke nusantara ratusan tahun yang lalu. Mereka datang dengan latar belakang sejarah Tiongkok yang tua dan besar-empat ribu tahun yang lalu. Implikasinya, etnis Tionghoa yang tersebar di seluruh Asia Tenggara-bahkan […]

  • Himpunan Mahasiswa Islam Yogyakarta menuntut keadilan bagi aktivis Madarudin Lapandewa korban kekerasan"

    Kekerasan Madarudin Lapandewa: HMI Yogyakarta Desak Pihak berwajib Tindak Tegas Pelaku di Desa Ilath

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.603
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA (22/8/25) Kekerasan terhadap Madarudin Lapandewa di Desa Ilath, Pulau Buru, Maluku, memicu respon keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta. Pada 17 Agustus lalu, sekelompok orang memukul Madarudin hingga ia mengalami luka serius. korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut. Formatur Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy, mengecam […]

  • Source : Istimewa

    GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Malut Dukung Transformasi Digital Gubernur Sherly Tjoanda

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 246
    • 0Komentar

    SOFIFI (BALENGKO) – Komitmen Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda dalam mendorong transformasi digital mendapat respons positif dari organisasi kepemudaan. Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor dan PW Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara secara resmi memberikan apresiasi atas langkah penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Ketua […]

expand_less