Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Don Dasco: Pembisik Keadilan yang Mengoreksi Ketimpangan Hukum di Indonesia

Don Dasco: Pembisik Keadilan yang Mengoreksi Ketimpangan Hukum di Indonesia

  • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
  • visibility 193
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ansor Maluku Utara menilai langkah rehabilitasi terhadap Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), serta abolisi terhadap Thomas Trikasih Lembong, bukan sekadar keputusan politik biasa. Keduanya adalah contoh paling baru bagaimana negara kembali mengoreksi proses hukum yang dianggap tidak selaras dengan nilai keadilan.

Dan dalam dua peristiwa ini, ada satu nama yang konsisten muncul di garis depan:
Prof. Dr. Sufmi “don” Dasco Ahmad.

Hukum Tidak Selalu Menemukan Kebenaran

Sebagai lembaga bantuan hukum, kami memahami betul bagaimana sistem hukum sering bergerak tanpa nurani. Tidak jarang hukum berjalan, tetapi kebenaran tertinggal. Tidak sedikit kasus yang didorong oleh tekanan kekuasaan, permainan agenda, atau kekeliruan prosedural.

Dalam banyak kesempatan, masyarakat hanya bisa pasrah karena semua pintu koreksi seolah tertutup.

Namun dalam dua momentum besar ini, negara mengambil langkah korektif:
• Abolisi untuk Tom Lembong, dan
• Rehabilitasi penuh untuk Dirut ASDP, Ira Puspadewi, beserta direksi lain.

Kedua keputusan ini tidak lahir dari ruang hampa. Ada tangan dan pikiran yang bekerja untuk memastikan Presiden mendapat perspektif yang utuh tentang cacat keadilan dalam perkara tersebut.

Menurut LBH Ansor Malut, peran itu dimainkan oleh Don Dasco

Kami tidak menyanjung. Kami menilai berdasarkan fakta politik-hukum yang tampak.

Dalam setiap momen koreksi negara, Don Dasco selalu berada dalam posisi strategis:
• menyerap laporan masyarakat,
• menimbang ulang fakta hukum yang terabaikan,
• mengingatkan eksekutif ketika hukum berjalan melenceng dari asas fairness,
• dan memastikan keputusan final negara tidak dibajak oleh kepentingan tertentu.

Di negeri yang sistem hukumnya sering terjebak dalam formalitas kaku, peran ini penting.
Sangat penting.

Mengapa LBH Ansor Malut Menyebutnya “Pembisik Keadilan”?

Karena pembisik keadilan bukan orang yang memperhalus situasi.
Ia justru orang yang mengoreksi arah.

Ia memberi desakan moral pada pimpinan negara ketika prosedur hukum telah gagal menangkap substansi.

Ia mendorong koreksi negara bukan dengan sentimentalitas, tapi dengan keberanian politik.

Dalam konteks abolisi Tom Lembong dan rehabilitasi Dirut ASDP Ira Puspadewi, LBH Ansor Malut melihat pola yang sama:
keberanian untuk memastikan keadilan substantif menang, meski harus berhadapan dengan tekanan opini dan resistensi lembaga penegak hukum.

Apresiasi yang Tetap Kritis

LBH Ansor Maluku Utara menyampaikan apresiasi atas peran strategis Don Dasco. Namun kami tetap memberikan batas tegas:
• Rehabilitasi dan abolisi bukan hak istimewa elite.
• Mekanisme koreksi tidak boleh menjadi alat melindungi pelaku korupsi.
• Keputusan negara harus tetap berbasis fakta yang objektif, bukan negosiasi kepentingan.
• Transparansi harus dijaga agar masyarakat memahami alasan dan dasar koreksi tersebut.

Apresiasi tidak berarti kehilangan kewaspadaan. Justru sebaliknya semakin besar kekuasaan korektif, semakin besar pula tanggung jawab moralnya.

Kesimpulan

Dalam situasi hukum yang sering kali pincang, Indonesia membutuhkan figur yang berani menegakkan keadilan di luar diksi legalisme sempit. Dalam dua peristiwa besar abolisi Tom Lembong dan rehabilitasi Dirut ASDP Ira Puspadewi LBH Ansor Malut melihat peran itu dijalankan oleh:

Prof. Dr. Sufmi “Don” Dasco Ahmad

Pembisik keadilan. Penegur nurani negara. Korektor ketika hukum tersesat.

Begitulah pandangan LBH Ansor Maluku Utara.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wagub Maluku Utara Ajak ASN Proaktif Ikuti Pemeriksaan Kesehatan Play Button

    Wagub Maluku Utara Ajak ASN Proaktif Ikuti Pemeriksaan Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 8 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.098
    • 0Komentar

    Sofifi, Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk aktif mengikuti program pemeriksaan kesehatan. Imbauan ini disampaikan saat apel perdana pasca libur lebaran yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Maluku Utara, Sofifi, Selasa (8/4/25). Dalam arahannya, Wagub Sarbin menekankan pentingnya keterlibatan aktif ASN […]

  • Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe bersama Kepala Kanwil Kemenag Maluku Utara H. Amar Manaf, para tokoh agama, dan ratusan santri Alkhairaat Ternate berfoto bersama usai peringatan Hari Santri Nasional 2025 di halaman Lembaga Pendidikan Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, Rabu (22/10/2025).

    Wagub Maluku Utara Hadiri Peringatan Hari Santri 2025 di Alkhairaat Ternate

    • calendar_month Rabu, 22 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 436
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) — Suasana penuh khidmat menyelimuti halaman Lembaga Pendidikan Alkhairaat Kalumpang, Kota Ternate, Rabu (22/10/2025) pagi. Ratusan santri dan dewan guru berbaris rapi menyambut kedatangan Wakil Gubernur Maluku Utara KH. Sarbin Sehe, yang hadir dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025. Peringatan Hari Santri kali ini juga dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian […]

  • Kebiasaan tidur siang di berbagai Negara, dan manfaatnya buat tubuh

    Kebiasaan tidur siang di berbagai Negara, dan manfaatnya buat tubuh

    • calendar_month Selasa, 14 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 444
    • 0Komentar

    Ilustrasi : Pexels Ditengah hiruk-pikuk kesibukan kita sehari-hari, sering kali kita mengabaikan hal-hal kecil yang ternyata memiliki dampak besar bagi kesehatan. Salah satu contohnya adalah tidur siang. Meski dianggap kurang umum di Indonesia, tidur siang adalah tradisi yang sudah mengakar di berbagai negara, bahkan menjadi bagian dari budaya mereka, berikut ini adalah kebiasaan tidur di […]

  • Wagub Maluku Utara tinjau jembatan ambruk di Payahe–Dehepodo, Dusun Yef, Kota Tidore Kepulauan

    Wagub Maluku Utara Tinjau Jembatan Ambruk Desa Sigela

    • calendar_month Minggu, 10 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 546
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MALUT — Minggu siang, 10 Agustus 2025, pukul 13.43 WIT, Wagub Maluku Utara KH. Sarbin Sehe tinjau jembatan ambruk di ruas jalan Payahe, tepatnya di Dusun Yef, Desa Sigela, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan. Jembatan tersebut ambruk diduga akibat curah hujan tinggi yang melanda wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan […]

  • Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara

    Seorang Nelayan Meninggal Dunia Akibat Tersambar Petir di Perairan Morotai Utara

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 462
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Seorang nelayan asal Desa Mira, Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai, dilaporkan meninggal dunia akibat tersambar petir saat melaut di wilayah perairan perbatasan Desa Bido dan Desa Yao, Kecamatan Morotai Utara, Kamis (18/6/2026). Korban diketahui bernama Sofyan Awat (54). Saat kejadian, korban sedang melakukan aktivitas memancing bersama sejumlah rekannya menggunakan perahu […]

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

expand_less