Aksi Tolak 10 IUP Pulau Mangoli Diwarnai Dugaan Kekerasan di Kongres HPMS Ternate
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 304
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sejumlah mahasiswa membentangkan poster saat berlangsungnya Kongres HPMS di Asrama Haji, Ternate, Minggu (11/1/2026). Sumber foto: Istimewa.
Ternate (BALENGKO), 12 Januari 2026 — Aksi penyampaian aspirasi penolakan 10 Izin Usaha Pertambangan (IUP) bijih besi di Pulau Mangoli, Kepulauan Sula, dilaporkan berujung pada dugaan kekerasan dalam Kongres Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) di Asrama Haji, Ternate Selatan, Minggu malam (11/1/2026).
Tiga mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Sula membentangkan poster penolakan sesaat setelah pembukaan kongres oleh Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe. Aksi tersebut disebut dilakukan secara damai sebagai bentuk penyampaian aspirasi.
Namun, Front Mahasiswa Sula mengklaim aksi itu mendapat respons represif dari oknum panitia. Seorang mahasiswa dilaporkan mengalami luka lebam, sementara dua lainnya didorong keluar ruangan dan mendapat intimidasi verbal.
Hingga berita ini diterbitkan, panitia Kongres HPMS belum memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut.
Front Mahasiswa Sula mengecam tindakan tersebut dan mendesak pencabutan 10 IUP bijih besi di Pulau Mangoli. Mereka menilai aktivitas pertambangan berpotensi mengancam tanah adat, lingkungan, dan sumber penghidupan masyarakat setempat.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Ider

Saat ini belum ada komentar