Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Wacana Revisi Perda Miras dan Pelacuran Ditentang, SAPMA PP: Bisa Rusak Moral Generasi

Wacana Revisi Perda Miras dan Pelacuran Ditentang, SAPMA PP: Bisa Rusak Moral Generasi

  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 245
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Kota Tangerang (BALENGKO) — Wacana revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol serta Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran menuai penolakan dari berbagai pihak.

Kedua perda tersebut rencananya masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kota Tangerang tahun 2026. Namun, sejumlah elemen masyarakat menilai revisi aturan tersebut tidak sejalan dengan nilai dan identitas Kota Tangerang sebagai daerah yang mengusung semboyan Akhlaqul Karimah.

Ketua Formatur Satuan Siswa, Pelajar, dan Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Tangerang, Roni Zaenuri, menyebut wacana revisi itu sebagai kebijakan yang keliru dan berpotensi merusak moral generasi muda.

“Wacana ini sangat tidak masuk akal. Kota Tangerang dikenal sebagai kota yang menjunjung nilai Akhlaqul Karimah. Perda tersebut merupakan salah satu fondasi nilai itu. Jika direvisi, sama saja pemerintah kota mendegradasi semboyan tersebut,” ujar Roni, Jumat (16/1/2026).

Ia menilai, pemerintah daerah seharusnya memperkuat nilai-nilai luhur, bukan justru mengusulkan kebijakan yang dinilai dapat menghilangkan identitas daerah.

“Pemerintah Kota Tangerang harus lebih bijak menentukan perda mana yang perlu diprioritaskan. Jangan sampai justru mengajukan revisi yang dapat merusak citra dan jati diri kota ini,” katanya.

Roni juga menegaskan penolakan pihaknya terhadap rencana pembahasan kedua perda tersebut di DPRD Kota Tangerang.

“Karena sudah masuk Prolegda, kami meminta DPRD Kota Tangerang menghentikan pembahasan revisi ini. Apa pun alasannya, tidak ada kompromi, karena ini menyangkut nilai luhur dan masa depan Kota Tangerang,” tegasnya.

Menurut Roni, penolakan tersebut didasarkan pada hasil kajian dan survei internal yang dilakukan oleh SAPMA PP Kota Tangerang.

“Ini bukan sekadar opini, tetapi berdasarkan kajian dan survei kawan-kawan SAPMA. Kami meminta dengan tegas agar revisi ini tidak dibahas, apalagi sampai disahkan,” pungkasnya.

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Agung Gumelar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Karmila, Ketua Umum perempuan pertama PMII Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra Yogyakarta periode 2025–2026

    Karmila Terpilih sebagai Ketua Umum Perempuan Pertama PMII Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 586
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 7 Oktober 2025 – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Sultan Agung Universitas Janabadra Yogyakarta resmi menetapkan Karmila, kader asal Labuan Bajo, Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai Ketua Umum periode 2025–2026 dalam Rapat Tahunan Komisariat (RTK) yang digelar pada 4 September 2025 di Omah PMII Yogyakarta. Karmila tercatat sebagai perempuan pertama yang terpilih […]

  • Kantor Kepolisian Polsek Pulau Makian Maluku Utara

    Mandeg 3 Bulan, Dugaan Kasus Penganiayaan Anak di Polsek Pulau Makian Disorot

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 352
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, HALMAHERA SELATAN – Penanganan perkara dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap anak di bawah umur oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Pulau Makian, Polres Halmahera Selatan, menuai sorotan tajam. Kasus yang teregistrasi dengan Nomor: LP/B/07/IV/2026/SPKT/Unit Reskrim/Polsek Pulau Makian sejak 11 April 2026 tersebut dinilai berjalan lambat, tidak transparan, dan mengabaikan asas prioritas perlindungan anak. Selama hampir […]

  • Warga Kawasi dan WALHI melaporkan dugaan Dampak Lingkungan Harita Nickel Obi ke lima lembaga negara terkait bencana banjir lumpur merah yang berulang.

    Dampak Lingkungan Harita Nickel Obi Digugat Warga ke Lembaga Negara

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 383
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, JAKARTA – Tata kelola ekologi di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Pulau Obi kini menjadi sorotan tajam di tingkat nasional. Aliansi warga Desa Kawasi dan Desa Soligi, didampingi WALHI Nasional, WALHI Maluku Utara, serta Koalisi Pengacara Lingkungan (KAPAL) Maluku Utara, resmi mendatangi lima lembaga negara sekaligus di Jakarta, akhir pekan kemarin. Perwakilan warga […]

  • Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    Komunitas Magister Maluku Utara DIY Tanyakan Arah Pendidikan Malut: Apakah Kita Sedang Membangun Sekolah atau Sekadar Bangunan?

    • calendar_month Minggu, 15 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 2.654
    • 0Komentar

    Balengkospace.com, Yogyakarta, 15 Juni 2025 – Komunitas Magister Peduli Pendidikan Maluku Utara (KOMPPI-MU) di Yogyakarta menyuarakan kritik tajam terhadap arah kebijakan pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Melalui rilis pers resminya, KOMPPI menilai bahwa banyak program pendidikan yang dijalankan masih bersifat seremonial dan tidak menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya di daerah terpencil. Ketua KOMPPI […]

  • Kondisi banjir setinggi atap rumah yang merendam permukiman warga di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, Rabu (7/1/2026). (Istimewa)

    Banjir Setinggi Atap Rumah Rendam Kecamatan Ibu Halmahera Barat, Warga Selamatkan Diri ke Atap

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 545
    • 0Komentar

    Halmahera Barat (BALENGKO) – Banjir dengan ketinggian dilaporkan mencapai atap rumah melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, pada Rabu (7/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi setelah wilayah setempat diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang sejak dini hari. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari keterangan warga setempat, banjir merendam sejumlah wilayah permukiman, di […]

  • Dunia Tanpa Rem: Geopolitik Sebagai Arena Kekuasaan

    Dunia Tanpa Rem: Geopolitik Sebagai Arena Kekuasaan

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Subhan Samsudin
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Tatanan dunia bekerja seperti mesin besar yang kehilangan tuas pengaman. Roda-roda ekonomi, teknologi, dan militer berputar semakin cepat, sementara sistem pengendali justru aus oleh kepentingan sempit. Ketika rem institusional melemah, geopolitik berubah dari mekanisme stabilisasi menjadi arena uji nyali para pemegang kuasa.

expand_less