Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Episentrum Rempah Dunia atau Sekadar Citra? Catatan Kritis untuk Ternate

Episentrum Rempah Dunia atau Sekadar Citra? Catatan Kritis untuk Ternate

  • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
  • visibility 460
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Pemerintah Kota Ternate kembali menyiapkan panggung. Tema “Episentrum Rempah Dunia” diangkat dalam Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026. Agenda pun disusun rapi: festival, simposium, hingga parade budaya. Sekilas, semuanya tampak meyakinkan, seolah dengan kemasan yang tepat, Ternate bisa kembali menjadi pusat perhatian dunia.

Namun di balik itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah yang dibangun adalah substansi, atau sekadar citra?

Ternate sejatinya tidak membutuhkan legitimasi buatan. Sejarah telah lebih dulu menempatkannya dalam peta dunia. Pada 1858, Alfred Russel Wallace menulis surat penting dari Ternate kepada Charles Darwin, sebuah momen yang kemudian mengubah arah ilmu pengetahuan modern. Tanpa festival. Tanpa panggung besar.

Ternate pernah menjadi ruang lahirnya gagasan besar.

Ironisnya, jejak sejarah itu hari ini terasa semakin jauh dari kehidupan kota. Wallace lebih sering hadir sebagai narasi yang diulang, bukan ingatan yang dirawat. Sementara itu, upaya branding terus digencarkan, rapi secara konsep, menarik secara visual, namun kerap terasa asing bagi warganya sendiri.

Di titik ini, persoalannya bukan lagi soal sejarah, melainkan cara Ternate memaknai dirinya.

Jika ditinjau melalui Model Komunikasi Lasswell, pola yang terlihat cukup jelas: pemerintah sebagai komunikator, pesan dikemas dalam bentuk branding, media menjadi saluran, dan dunia luar sebagai target. Efek yang diharapkan adalah citra, Ternate sebagai episentrum rempah dunia. Namun seperti banyak strategi komunikasi satu arah, ada elemen yang kerap terabaikan: masyarakat itu sendiri.

Kondisi ini juga tercermin dari minimnya pelibatan pemuda, khususnya mahasiswa. Pengalaman mahasiswa Ternate di Yogyakarta dalam agenda JKPI sebelumnya menjadi contoh nyata. Mereka hadir, berpartisipasi, bahkan membawa nama daerah ke ruang nasional. Namun keterlibatan tersebut belum sepenuhnya diikuti dengan ruang dialog yang setara.

Alih-alih menjadi agent of change dan agent of social control, peran mahasiswa justru berisiko tereduksi menjadi pelengkap kegiatan. Ini menunjukkan masih terbatasnya ruang partisipasi substantif dalam proses pembangunan narasi kota.

Persoalan ini bukan sekadar teknis penyelenggaraan acara, melainkan soal paradigma. Komunikasi masih cenderung bersifat top-down, di mana masyarakat ditempatkan sebagai objek pendukung, bukan subjek yang ikut menentukan arah dan makna.

Padahal, dalam perspektif pemasaran kota, sebagaimana diingatkan Philip Kotler, city branding tidak lahir dari slogan. Ia tumbuh dari keterlibatan, dari rasa memiliki, dan dari warga yang merasa menjadi bagian dari cerita besar itu sendiri.

Tanpa fondasi tersebut, “Episentrum Rempah Dunia” berisiko menjadi sekadar narasi simbolik, terlihat kuat dari kejauhan, tetapi rapuh saat didekati.

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap miskomunikasi dalam pelaksanaan agenda justru menunjukkan adanya celah yang belum terjawab: komunikasi internal dengan masyarakat. Ternate mungkin terdengar lantang saat berbicara ke dunia, tetapi masih perlu belajar untuk mendengar warganya sendiri.

Jika belajar dari Wallace, pelajarannya sederhana: Ternate bukan sekadar lokasi, melainkan ruang dialog. Tempat pengalaman, pengamatan, dan pemikiran bertemu secara alami.

Ambisi menjadikan Ternate sebagai episentrum rempah dunia tentu sah dan layak didukung. Namun tanpa keberanian membuka ruang dialog yang inklusif, ambisi tersebut berisiko berhenti pada permukaan, hidup di baliho, panggung acara, dan laporan resmi.

Sementara itu, suara-suara yang seharusnya menjadi fondasi,termasuk generasi muda, tetap berada di pinggiran.

Dan bisa jadi, justru dari pinggiran itulah kita melihat dengan lebih jernih: bahwa yang sedang dibangun hari ini bukan sepenuhnya episentrum, melainkan citra tentang episentrum.

  • Penulis: Amril Hi. Ade (Mahasiswa Kota Ternate yang menempuh pendidikan di Yogyakarta)
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Semangat Berbagi di Morotai: MTs Negeri 1 Bagikan Sembako Jelang HSN

    Semangat Berbagi di Morotai: MTs Negeri 1 Bagikan Sembako Jelang HSN

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 85
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI – Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial mewarnai peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di MTs Negeri 1 Morotai. Menyongsong hari besar tersebut, pihak madrasah menyalurkan bantuan sembako kepada siswa kurang mampu, Senin (19/10/2026). Bantuan yang merupakan hasil ikhlas dari seluruh pegawai madrasah ini diserahkan langsung oleh Kepala MTs Negeri 1 Morotai, Nursina […]

  • Hari Kartini 2025: SD Negeri Ngrukeman Daerah Istimewa Yogyakarta Gelar Karnaval Anak Berbusana Adat

    Hari Kartini 2025: SD Negeri Ngrukeman Daerah Istimewa Yogyakarta Gelar Karnaval Anak Berbusana Adat

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 669
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 22 April 2025 – SD Negeri Ngrukeman memperingati Hari Kartini dengan menggelar karnaval budaya pada Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Sunan Kudus, RT 3, Ngrukeman, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ratusan siswa dan guru mengikuti longmarch sambil membawa spanduk serta […]

  • Dokter Puskesmas Pakisaji dinonaktifkan buntut komentar menghina pasien BPJS

    Buntut Komentar Menhina Pasien BPJS di Medsos, Dokter Puskesmas Pakisaji Dinonaktifkan

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 154
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MALANG – Tindakan tak etis oknum tenaga medis di media sosial berujung sanksi tegas. Seorang dokter fungsional yang bertugas di Puskesmas Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), resmi dinonaktifkan dari tugas pelayanan kesehatan akibat melontarkan komentar bernada penghinaan kepada pasien BPJS Kesehatan. Oknum dokter bernama Herdiana Ayu Saputri tersebut menjadi sorotan publik usai […]

  • Listrik Sumatera Lumpuh Total pada Jumat malam (22/5). Gangguan sistem kelistrikan membuat wilayah Riau hingga Aceh gelap gulita. PLN sampaikan maaf.

    Listrik Sumatera Lumpuh Total dari Riau hingga Aceh Padam

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 341
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, PEKANBARU – Jaringan kelistrikan di sebagian besar wilayah Pulau Sumatera mengalami kelumpuhan hebat. Gangguan sistem interkoneksi yang terjadi pada Jumat malam (22/05/2026) mengakibatkan wilayah Sumatera Bagian Tengah hingga Sumatera Bagian Utara, mulai dari Provinsi Riau hingga ujung barat Aceh, mengalami pemadaman massal (blackout) total. Merespons insiden berskala besar ini, PT PLN (Persero) langsung […]

  • Pengurus Wilayah Ansor Maluku Utara Gelar Rapat Persiapan Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor

    Pengurus Wilayah Ansor Maluku Utara Gelar Rapat Persiapan Hari Lahir Gerakan Pemuda Ansor

    • calendar_month Rabu, 9 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 796
    • 0Komentar

    Ternate, (9/4/25) – Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Maluku Utara menggelar rapat kedua dalam rangka mempersiapkan peringatan Hari Lahir GP Ansor. Rapat ini dilaksanakan di Sekretariat PW Ansor Maluku Utara dan dipimpin langsung oleh Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Syarif. Dalam arahannya, Syarif menyampaikan beberapa poin penting terkait agenda organisasi, antara lain: […]

  • Himpunan Mahasiswa Islam Yogyakarta menuntut keadilan bagi aktivis Madarudin Lapandewa korban kekerasan"

    Kekerasan Madarudin Lapandewa: HMI Yogyakarta Desak Pihak berwajib Tindak Tegas Pelaku di Desa Ilath

    • calendar_month Jumat, 22 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.660
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA (22/8/25) Kekerasan terhadap Madarudin Lapandewa di Desa Ilath, Pulau Buru, Maluku, memicu respon keras dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta. Pada 17 Agustus lalu, sekelompok orang memukul Madarudin hingga ia mengalami luka serius. korban menjalani perawatan di rumah sakit akibat insiden tersebut. Formatur Ketua Umum HMI Cabang Yogyakarta, Isra Boy, mengecam […]

expand_less