Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Demi Responsivitas Pelayanan, Kades Tanjung Saleh Jelaskan Konteks Penataan Perangkat Desa; DPMD Minta Perbaikan Administratif

Demi Responsivitas Pelayanan, Kades Tanjung Saleh Jelaskan Konteks Penataan Perangkat Desa; DPMD Minta Perbaikan Administratif

  • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
  • visibility 138
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, MOROTAI – Kepala Desa Tanjung Saleh, Kecamatan Morotai Utara, Halil Boba, menegaskan bahwa langkah penataan perangkat desa dan anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) yang ia lakukan dilandasi oleh urgensi peningkatan kinerja pelayanan publik dan responsivitas terhadap keluhan warga. Langkah ini diambil setelah pihaknya menerima sejumlah laporan mengenai tidak aktifnya fungsi LPM selama tiga bulan terakhir.

Penegasan tersebut disampaikan Halil Boba usai melakukan pertemuan internal dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Morotai, Rabu (15/07/2026). Pertemuan tersebut dihadiri oleh Kepala DPMD, Mujakir Sibua, yang meminta klarifikasi terkait mekanisme administrasi pemberhentian dua Kepala Urusan (Kaur) dan satu anggota LPM.

Sekretaris DPMD Pulau Morotai, yang mewakili hasil rapat tersebut kepada media, menyampaikan bahwa secara administratif, Surat Keputusan (SK) yang diterbitkan perlu disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan agar tidak terjadi cacat prosedur.

“Secara substansi, Bapak Kadis memahami dinamika di lapangan. Namun, secara regulasi, SK tersebut perlu diperbaiki agar sesuai dengan aturan yang berlaku. Oleh karena itu, diminta untuk dilakukan pembatalan dan penyesuaian mekanisme,” ujar Sekretaris DPMD.

Konteks Kinerja dan Aspirasi Warga

Halil Boba menjelaskan bahwa keputusan menata ulang struktur perangkatnya bukan tanpa alasan. Ia menyoroti kinerja LPM yang dinilai stagnan dan tidak merespons aspirasi masyarakat.

“Fungsi utama LPM adalah menampung dan merespons aspirasi masyarakat. Namun faktanya, selama tiga bulan terakhir, LPM tidak aktif. Masyarakat kerap mengeluh karena suara mereka tidak didengar. Ini bukan sekadar soal ketidakhadiran saat pelantikan, melainkan soal fungsi yang tidak berjalan,” tegas Halil.

Ia juga menyayangkan polemik ini bermula dari penyebaran dokumen SK melalui media sosial tanpa adanya dialog terlebih dahulu. Menurut Halil, pendekatan kekeluargaan dan komunikasi langsung seharusnya menjadi prioritas sebelum isu dibawa ke ranah publik.

“Jika merasa dirugikan, seharusnya datang bertanya langsung. Jangan langsung memotret SK dan mengunggahnya ke media sosial. Itu yang membuat situasi menjadi rumit. Saya mempertahankan SK LPM karena ingin menunjukkan keseriusan saya dalam membenahi kinerja lembaga desa,” tambahnya.

Klarifikasi Ucapan dan Komitmen Kesetaraan

Terkait kontroversi pernyataannya sebelumnya, “Mau kerja apa kalau perempuan?”, Halil Boba secara terbuka mengakui bahwa kalimat tersebut keluar dalam kondisi emosi sesaat saat kegiatan kerja bakti, dan sama sekali tidak bermaksud merendahkan martabat perempuan.

“Saya akui itu salah. Bahasa saya saat itu terlalu emosional karena tekanan pekerjaan lapangan yang berat. Maksud saya bukan mendiskriminasi, melainkan menggambarkan realitas beban kerja fisik di desa. Saya siap meminta maaf kepada publik atas ketidaknyamanan yang timbul,” ujar Halil Boba saat ditemui di kediamannya di Desa Daruba, RT 09 Leomonade.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan tindak lanjut dari masukan DPMD serta tokoh masyarakat, Halil Boba telah mengambil langkah konkret. Ia memutuskan untuk mengembalikan Ningsi Mandea, salah satu perangkat desa perempuan yang sempat diberhentikan, ke dalam struktur pemerintahan desa dengan penugasan baru yang lebih sesuai, yaitu mengelola data desa.

“Saya sudah mempertimbangkan masukan dari masyarakat dan Majelis Taklim. Ningsi Mandea akan kembali bertugas, namun dengan penempatan di bagian pengelolaan data agar lebih efektif,” jelasnya.

Siap Bertanggung Jawab Secara Hukum

Menanggapi arahan DPMD untuk membatalkan SK dan memperbaiki prosedur, Halil Boba menyatakan sikap kooperatif. Ia berkomitmen untuk segera merevisi administrasi tersebut sesuai koridor hukum.

Namun, terkait anggota LPM, Halil tetap pada pendiriannya untuk mempertanggungjawabkan alasan penataan tersebut di hadapan DPMD.

“Untuk masalah LPM, saya siap berhadapan dengan DPMD. Jika dipanggil, saya akan hadir memberikan penjelasan lengkap mengenai ketidakaktifan mereka. Saya siap menerima risiko dan konsekuensi hukum, asalkan prosesnya adil dan melihat fakta kinerja di lapangan,” pungkasnya.

Polemik ini diharapkan dapat menjadi evaluasi bersama bagi pemerintah desa dan dinas terkait untuk menciptakan tata kelola desa yang tidak hanya benar secara administrasi, tetapi juga efektif dalam melayani masyarakat.

  • Penulis: Mujizad Mandea

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Siswa SD mengikuti lokakarya Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole di Ternate

    Gandeng Siswa SD, BPK Malut Gelar Lokakarya Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole Berbasis Etnosains

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 165
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Maluku Utara menggelar lokakarya edukatif bertajuk Merawat Warisan Kukuran Desa Tongole di Sekolah Dasar Negeri (SDN) 4 Kota Ternate, Rabu (05/08/2026). Mengangkat tema “Pengetahuan Lokal dan Etnosains untuk Siswa Sekolah Dasar”, agenda ini diikuti oleh puluhan siswa gabungan dari SD N 3, SD N 4, SD N […]

  • Aktivitas pertambangan nikel dan tumpang tindih konsesi IUP Maluku Utara

    Jaga Integritas Tata Kelola Tambang, BEM UNUTARA Desak Bareskrim Tuntaskan Kasus Dugaan Pemalsuan Dokumen IUP

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 323
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, TERNATE – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (BEM UNUTARA) menaruh perhatian serius terhadap sengkarut perizinan tambang di wilayah Halmahera. Mereka mendesak pengusutan tuntas atas kasus dugaan pemalsuan Surat Keputusan (SK) Bupati Halmahera Timur Nomor 188.45/540-05/2010 yang kini tengah bergulir di Bareskrim Polri. Laporan dugaan pemalsuan dokumen tersebut sebelumnya dilayangkan oleh […]

  • Komunitas PATCOIFA Sula Gelar Literasi Pesisir dan Bakti Sosial di Desa Pastabulu

    Komunitas PATCOIFA Sula Gelar Literasi Pesisir dan Bakti Sosial di Desa Pastabulu

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 639
    • 0Komentar

    Sumber Foto : Istimewa Pastabulu, 25/1/25 – Komunitas Literasi PATCOIFA Sula mengadakan kegiatan Literasi Pesisir dan Bakti Sosial yang bertempat di Desa Pastabulu, Kecamatan Mangoli Utara. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja komunitas untuk tahun 2025 yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu lingkungan pesisir dan laut melalui edukasi serta kolaborasi. Ketua Umum Komunitas […]

  • Seorang kader PMII memegang kotak donasi bertuliskan “Aksi Galang Dana Peduli Sumatera” sambil berdiri di pinggir jalan raya Gejayan, Yogyakarta, mengenakan jas almamater biru dan masker hitam.

    Aksi Solidaritas PMII Komisariat Wahid Hasyim UII Galang Dana untuk Korban Musibah di Sumatera

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 423
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 30 November 2025 — Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat Wahid Hasyim Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar aksi solidaritas berupa penggalangan dana untuk membantu korban musibah di Sumatera. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 30 November 2025, di kawasan Perempatan Gejayan, Ring Road Utara, Yogyakarta. Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa […]

  • Gambar Ilustrasi, Source : Istimewa

    Distribusi Air Makin Stabil, Kinerja Pelayanan PDAM Galela Raih Apresiasi Warga

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 560
    • 0Komentar

    GALELA (BALENGKO) – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Galela mendapatkan respons positif dari masyarakat terkait peningkatan signifikan kualitas pelayanan dalam beberapa pekan terakhir. Distribusi air bersih yang sebelumnya sering terkendala, kini dilaporkan berjalan lancar, stabil, dan merata di berbagai wilayah pelayanan. Langkah strategis PDAM Galela dalam membenahi sistem distribusi dan pengelolaan jaringan dinilai berhasil menjawab […]

  • Korban Kecelakaan di Morotai Mengaku Ditekan Saat Teken Surat Damai, Kaki Terancam Infeksi

    Korban Kecelakaan di Morotai Mengaku Ditekan Saat Teken Surat Damai, Kaki Terancam Infeksi

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Mujizad Mandea
    • visibility 475
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, MOROTAI — Seorang ibu rumah tangga berinisial CMB, warga Kabupaten Pulau Morotai, mengalami patah kaki serius setelah diduga ditabrak sepeda motor yang dikendarai seorang oknum anggota polisi berinisal AS (24/5/2026) sekitar pukul 22.00 WIT. Kecelakaan tersebut terjadi di pertigaan depan Kantor Samsat Daruba, tepatnya di depan Toko Haji Murni. Saat itu, korban baru […]

expand_less