Dua Hari Lebih Listrik Padam Total, Warga Pulau Muari Kayoa Barat Menjelis dan Tuntut Respons Cepat PLN
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 14
- comment 0 komentar
- print Cetak

Source : Ist
BALENGKO SPACE, KAYOA BARAT – Jeritan masyarakat kawasan pesisir dan kepulauan terkait pelayanan dasar kembali mencuat. Warga di Pulau Muari, khususnya yang bermukim di Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, mengeluhkan pemadaman listrik total yang berlangsung sejak 27 hingga 29 Juli 2026.
Pemadaman listrik berhari-hari yang kerap berulang dalam beberapa waktu terakhir ini dinilai sangat melumpuhkan roda kehidupan masyarakat, pusat pelayanan publik, hingga sendi perekonomian lokal.
“Aktivitas harian kami serba sulit. Mulai dari anak-anak yang terganggu belajar, bahan makanan yang membusuk di mesin pendingin, hingga jaringan komunikasi dan pompa air bersih yang mati total karena bergantung penuh pada suplai listrik,” ungkap salah seorang warga Desa Bokimiake saat menyampaikan keluhannya.
Lumpuhkan Sektor Perekonomian dan Pelayanan Publik
Wilayah kepulauan seperti Pulau Muari sangat bergantung pada kontinuitas pasokan daya dari PT PLN (Persero) untuk menggerakkan fasilitas kesehatan, pusat pendidikan, kantor pemerintahan desa, hingga usaha mikro warga.
Penurunan kualitas pelayanan kelistrikan ini tidak hanya mendatangkan kerugian materiil bagi pelaku usaha kecil di pulau, tetapi juga memicu ketidakpastian akibat minimnya keterbukaan informasi. Tokoh masyarakat setempat menyayangkan ketiadaan pengumuman resmi mengenai penyebab pasti gangguan serta estimasi waktu normalisasi jaringan dari pihak pengelola PLN di Kayoa Barat.
Desak Evaluasi Menyeluruh dan Penanganan Cepat
Mewakili suara warga pulau, tokoh masyarakat Desa Bokimiake mendesak PT PLN untuk tidak sekadar melakukan penanganan sementara (tambal sulam), melainkan perbaikan komprehensif terhadap infrastruktur dan mesin pendorong kelistrikan di wilayah Kayoa Barat.
“Harapan kami sederhana, listrik bisa kembali normal dan stabil. Jangan biarkan masyarakat pulau terus-menerus dirugikan. Pihak PLN harus segera mengambil langkah cepat, melakukan evaluasi menyeluruh, dan terbuka memberi informasi agar kebutuhan energi warga terpenuhi secara berkelanjutan,” tegas warga.
Hingga laporan ini diturunkan, masyarakat Pulau Muari masih menunggu iktikad baik dan aksi nyata dari pihak manajemen PLN untuk segera menormalisasi suplai energi listrik di wilayah mereka.
(BS/Red)
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media
- Sumber: Mursid Puko

Saat ini belum ada komentar