Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » LOKAL UPDATE » Dua Hari Lebih Listrik Padam Total, Warga Pulau Muari Kayoa Barat Menjelis dan Tuntut Respons Cepat PLN

Dua Hari Lebih Listrik Padam Total, Warga Pulau Muari Kayoa Barat Menjelis dan Tuntut Respons Cepat PLN

  • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
  • visibility 106
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, KAYOA BARAT – Jeritan masyarakat kawasan pesisir dan kepulauan terkait pelayanan dasar kembali mencuat. Warga di Pulau Muari, khususnya yang bermukim di Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, mengeluhkan pemadaman listrik total yang berlangsung sejak 27 hingga 29 Juli 2026.

Pemadaman listrik berhari-hari yang kerap berulang dalam beberapa waktu terakhir ini dinilai sangat melumpuhkan roda kehidupan masyarakat, pusat pelayanan publik, hingga sendi perekonomian lokal.

“Aktivitas harian kami serba sulit. Mulai dari anak-anak yang terganggu belajar, bahan makanan yang membusuk di mesin pendingin, hingga jaringan komunikasi dan pompa air bersih yang mati total karena bergantung penuh pada suplai listrik,” ungkap salah seorang warga Desa Bokimiake saat menyampaikan keluhannya.

Lumpuhkan Sektor Perekonomian dan Pelayanan Publik

Wilayah kepulauan seperti Pulau Muari sangat bergantung pada kontinuitas pasokan daya dari PT PLN (Persero) untuk menggerakkan fasilitas kesehatan, pusat pendidikan, kantor pemerintahan desa, hingga usaha mikro warga.

Penurunan kualitas pelayanan kelistrikan ini tidak hanya mendatangkan kerugian materiil bagi pelaku usaha kecil di pulau, tetapi juga memicu ketidakpastian akibat minimnya keterbukaan informasi. Tokoh masyarakat setempat menyayangkan ketiadaan pengumuman resmi mengenai penyebab pasti gangguan serta estimasi waktu normalisasi jaringan dari pihak pengelola PLN di Kayoa Barat.

Desak Evaluasi Menyeluruh dan Penanganan Cepat

Mewakili suara warga pulau, tokoh masyarakat Desa Bokimiake mendesak PT PLN untuk tidak sekadar melakukan penanganan sementara (tambal sulam), melainkan perbaikan komprehensif terhadap infrastruktur dan mesin pendorong kelistrikan di wilayah Kayoa Barat.

“Harapan kami sederhana, listrik bisa kembali normal dan stabil. Jangan biarkan masyarakat pulau terus-menerus dirugikan. Pihak PLN harus segera mengambil langkah cepat, melakukan evaluasi menyeluruh, dan terbuka memberi informasi agar kebutuhan energi warga terpenuhi secara berkelanjutan,” tegas warga.

Hingga laporan ini diturunkan, masyarakat Pulau Muari masih menunggu iktikad baik dan aksi nyata dari pihak manajemen PLN untuk segera menormalisasi suplai energi listrik di wilayah mereka.

(BS/Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    Fenomena Olahraga lari, Antara Kesadaran Kesehatan dan Tren Sosial

    • calendar_month Jumat, 3 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 650
    • 0Komentar

    Balengko Space – Belakangan ini, olahraga lari menjadi fenomena yang menyita perhatian. Media sosial diramaikan dengan berbagai flyer event lomba lari yang bertebaran di Instagram, TikTok, hingga grup WhatsApp. Para influencer dan konten kreator turut mempopulerkan aktivitas ini, mengundang antusiasme masyarakat dari berbagai usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, apakah fenomena ini benar-benar […]

  • Syawalan dan Silaturahmi warga Maluku Utara di Yogyakarta 2025

    Syawalan dan Silaturahmi warga Maluku Utara di Yogyakarta 2025

    • calendar_month Sabtu, 19 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 1.016
    • 0Komentar

    Yogyakarta, (19/4/25) — Sesepuh Maluku Utara, mahasiswa, dan perwakilan Organda kabupaten berkumpul di Pantai Depok, Yogyakarta, dalam acara syawalan dan silaturahmi. Kegiatan ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB dan menjadi momen halal bihalal warga Maluku Utara yang menetap di Yogyakarta. Acara berlangsung santai namun penuh makna. Para sesepuh dan mahasiswa mengikuti rangkaian […]

  • Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H oleh PW GP Ansor Maluku Utara di Masjid Al-Khalid

    Maulid Nabi 1447 H GP Ansor Malut Penuh Khidmat

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Maluku Utara (PW GP Ansor Malut) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H/2025 M di Masjid Al-Khalid, Senin (29/9) malam. Kegiatan berlangsung khidmat dengan dihadiri pengurus, kader, tokoh agama, dan masyarakat. Peringatan Maulid tahun ini mengangkat tema “Meneladani Rasulullah, Mengokohkan Iman, Menjaga Negeri”. Rangkaian acara diawali […]

  • PW GP Ansor Maluku Utara memperingati Hardiknas 2026 dengan meluncurkan buku Pendidikan Inklusif. Langkah strategis perkuat literasi dan gagasan kader di Maluku Utara.

    Peringati Hardiknas 2026, PW GP Ansor Maluku Utara Luncurkan Buku Pendidikan Inklusif

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 149
    • 0Komentar

    TERNATE, BALENGKO SPACE – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Maluku Utara menunjukkan komitmen nyatanya dalam dunia literasi. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, organisasi kepemudaan ini resmi meluncurkan buku bertema pendidikan inklusif yang ditulis oleh Irfandi Mustafa, Bahtiar Malawan, dan Ikhlashul Ihsan. Kegiatan peluncuran yang berlangsung khidmat tersebut dipusatkan di Rotasi […]

  • BELANDA, RIWAYATMU DULU

    BELANDA, RIWAYATMU DULU

    • calendar_month Kamis, 3 Jul 2025
    • account_circle Fahrul Abd. Muid
    • visibility 1.398
    • 0Komentar

    Ketika saya merasa penasaran dengan Universitas Leiden di Belanda, maka saya memutuskan harus menyempatkan diri saya untuk berkunjung ke sana. Saya berangkat dari Kota Amsterdam menggunakan kereta-Listrik dan kemudian saya harus turun di stasiun kereta Listrik di Kota Leiden. Dari stasiun itu, kemudian saya berjalan kaki yang jaraknya lumayan jauh untuk sampai ke Universitas Leiden. […]

  • Sumber Foto: porostimur.com

    HMI Sudah Mati, yang Hidup Hanya Benderanya

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Muhammad Asmar Joma
    • visibility 620
    • 0Komentar

    Ada masa ketika bendera hijau-hitam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berkibar bukan sekadar kain simbol, tapi api kesadaran. Dari sekretariat sempit di Yogyakarta tahun 1947, Lafran Pane menyalakan obor gerakan intelektual Islam yang menolak kejumudan dan kolonialisme. HMI lahir bukan dari ruang nyaman, tapi dari kebutuhan eksistensial bangsa, mencerdaskan umat, memperjuangkan keadilan, dan menggabungkan iman dengan […]

expand_less