Perkuat Ketahanan Wilayah: Bupati Morotai dan Pangdam XXVIII/MKR Bangun Komitmen Strategis
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 37
- comment 0 komentar
- print Cetak

Rusli Sibua, menghadiri acara malam keakraban dan perkenalan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXVIII. (Source: Istimewa)
BALENGKO SPACE, KOTA TERNATE – Bupati Pulau Morotai, Rusli Sibua, menghadiri acara malam keakraban dan perkenalan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XXVIII/Moloku Kie Raha, Mayjen TNI Nefra Firdaus, di Hotel Bela, Kota Ternate, pada Kamis (29/10/2026) kemarin.
Kehadiran orang nomor satu di Morotai ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam mempererat sinergi dengan jajaran TNI.
Kegiatan tersebut dinilai menjadi momentum strategis untuk menyamakan persepsi dan mempererat komunikasi kelembagaan antara TNI dan pemerintah daerah. Kolaborasi ini dianggap krusial dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus mendukung akselerasi agenda pembangunan di Provinsi Maluku Utara.
Dalam sambutannya, Mayjen TNI Nefra Firdaus menegaskan bahwa kehadiran Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha bertujuan memperkuat sistem pertahanan wilayah, memelihara stabilitas keamanan, dan memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah.
Ia juga menekankan pentingnya membuka ruang seluas-luasnya bagi putra-putri daerah untuk berkontribusi dalam pertahanan negara.
“Langkah nyata ini akan diwujudkan melalui rekrutmen prajurit TNI yang direncanakan pada tahun 2027,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Rusli Sibua menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat bertugas kepada Pangdam XXVIII/MKR yang baru. Ia mengapresiasi kontribusi nyata TNI dalam pembangunan daerah, khususnya melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang telah menjangkau kebutuhan masyarakat hingga ke pelosok pedesaan.
“Kehadiran kepemimpinan baru di lingkungan Kodam diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan koordinasi lintas institusi, khususnya dalam mendukung percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” harapnya.
Ia menambahkan, pembangunan daerah tidak bisa hanya bertumpu pada kapasitas pemerintah, melainkan memerlukan kolaborasi dengan seluruh elemen strategis, termasuk TNI, untuk menciptakan stabilitas dan memperkuat ketahanan wilayah.
Menurut Rusli, sinergi ini memiliki nilai strategis yang sangat tinggi bagi wilayah kepulauan seperti Maluku Utara. Mengingat tantangan geografis, keterjangkauan pelayanan, serta dinamika sosial dan keamanan, koordinasi yang kuat, terukur, dan berkelanjutan menjadi sebuah keharusan.
“Melalui momentum ini, kami berharap hubungan harmonis antara TNI dan pemerintah daerah semakin kokoh. Tidak hanya dalam menjaga keamanan dan kedaulatan wilayah, tetapi juga dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tandasnya
- Penulis: Muh. Muzijad Mandea
- Editor: Redaksi BS

Saat ini belum ada komentar