Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » KABAR NUSANTARA » Indra Dom Dom : Skateboard, Musik dan perjalanan Tanpa Batas di Dunia Kreatif Jakarta

Indra Dom Dom : Skateboard, Musik dan perjalanan Tanpa Batas di Dunia Kreatif Jakarta

  • calendar_month Jumat, 17 Jan 2025
  • visibility 574
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

Sumber Foto : Instagram @indra_domdom

Jakarta, sebuah kota yang penuh dinamika, menjadi rumah bagi banyak jiwa kreatif. Salah satunya adalah Indra Dom Dom, seorang skateboarder sekaligus beatmaker yang terus menyalakan semangatnya di dua dunia yang penuh tantangan ini. Berikut adalah cerita menariknya dalam perjalanan skate dan musik, yang tak hanya menggambarkan passion, tetapi juga dedikasi dan kecintaan sejati.

Awal Mula: Inspirasi dari Sebuah Game dan Sang Legenda

“Gelombang massive kebangkitan skateboard itu sekitar pertengahan 1999, waktu munculnya game Tony Hawk Pro Skater. Saat itu tiba-tiba banyak banget orang yang mulai main skate,” kenang Indra. Namun, perjalanannya sebenarnya dimulai lebih awal, di tahun 1996. “Waktu itu gue belajar karena kakak dan teman-temannya main skateboard.”

Momentum ini semakin kuat ketika pada tahun 2000, muncul event skateboard berskala internasional di Bandung dan Jakarta, Philips X Rush. “Event itu bikin gue makin pengen seriusin main skate,” tambahnya. Salah satu sosok yang menjadi inspirasi terbesar adalah Adymas Haryo. “Dia legenda! Dia yang bikin gue yakin bahwa skateboard itu keren banget.”

Skateboard dan Musik: Dua Dunia yang Selalu Sejalan

Ketika ditanya bagaimana ia menyeimbangkan skateboard dan beatmaking, jawaban Indra sederhana namun penuh makna. “Sejauh ini gue nggak pernah mikir gimana cara menyeimbangkan keduanya. Karena ini dua hal yang gue suka dan gue cinta, semuanya berjalan organik. Kalau lagi pengen skate, ya skate. Kalau lagi pengen bikin musik, ya bikin musik. Do for love.”

Menurutnya, kedua passion ini saling memengaruhi. “Musik gue banyak banget terinspirasi dari skate, begitu juga gaya skate gue banyak dipengaruhi dari selera musik gue. Jadi keduanya saling melengkapi.”

Tantangan dan Pandangan untuk Industri Kreatif di Indonesia

Berbicara tentang tantangan sebagai skateboarder dan beatmaker di Jakarta, Indra menyadari perbedaan besar antara Indonesia dan luar negeri. “Tantangannya baru terasa setelah gue bandingin dengan kondisi di luar. Industri kreatif di sini belum terlalu diapresiasi seperti di luar negeri. Tapi itu nggak bikin gue berhenti, justru bikin gue makin semangat.”

Visi dan Proyek di Masa Depan

Indra memiliki pendekatan unik terhadap kariernya. “Gue masih mempertahankan kesenangan di skateboard. Meskipun usia bertambah, selalu ada cara buat tetap bersenang-senang. Bahkan kalau udah nggak riding, mendokumentasikan visual dan membuat karya di sana tetap bisa jadi cara berekspresi.”

Untuk musik, Indra membiarkan kreativitasnya mengalir tanpa batasan genre. “Hari ini gue pengen bikin keroncong, gue bikin keroncong. Besok gue bikin jazz, gue usahakan semaksimal mungkin. Intinya gue hanya menikmati apa yang gue kerjakan tanpa beban.”

Kesimpulan: Cinta yang Tak Pernah Padam

Dari skateboard hingga musik, perjalanan Indra Dom Dom adalah bukti bahwa passion yang tulus mampu mengatasi tantangan apa pun. Dengan semangat yang terus membara, ia menunjukkan bahwa bersenang-senang dengan apa yang kita cintai adalah kunci untuk terus maju. “I’m just enjoying my passion,” tutupnya penuh senyuman.

  • Penulis: Admin

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Suasana interaktif saat personel Densus 88 AT Polri berdialog dengan pelajar di Ternate terkait kreativitas digital. Fokus utama kegiatan adalah menekan angka anak terpapar radikalisme yang pada tahun 2025 mencapai 112 anak di Indonesia. (Source: Istimewa)

    Waspada Digital Grooming, Satgaswil Maluku Utara Densus 88 AT Polri Edukasi Siswa SMA Islam Ternate Terkait Bahaya Radikalisme Online

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 427
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Maluku Utara Densus 88 Anti Teror (AT) Polri terus memperkuat benteng pertahanan generasi muda terhadap ancaman radikalisme. Kali ini, Tim Pencegahan Satgaswil Malut menggelar sosialisasi dan edukasi intensif bagi siswa-siswi SMA Islam Kota Ternate guna mengantisipasi penyebaran paham radikal melalui media daring, Selasa (10/2). Dalam kegiatan tersebut, Anggota […]

  • Hari Kartini 2025: SD Negeri Ngrukeman Daerah Istimewa Yogyakarta Gelar Karnaval Anak Berbusana Adat

    Hari Kartini 2025: SD Negeri Ngrukeman Daerah Istimewa Yogyakarta Gelar Karnaval Anak Berbusana Adat

    • calendar_month Selasa, 22 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 670
    • 0Komentar

    Yogyakarta, 22 April 2025 – SD Negeri Ngrukeman memperingati Hari Kartini dengan menggelar karnaval budaya pada Senin, 21 April 2025. Kegiatan ini berlangsung mulai pukul 08.00 WIB di lingkungan sekolah yang berlokasi di Jalan Sunan Kudus, RT 3, Ngrukeman, Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ratusan siswa dan guru mengikuti longmarch sambil membawa spanduk serta […]

  • Oleh: Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut

    Menggugat “Rektornya Rektor”: Menanti Fajar Baru Kepemimpinan Visioner.

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Ada fenomena aneh tapi nyata kawan pada rezim kepemimpinan Rektorat di IAIN Ternate saat ini. Memang ada Rektor, Wakil Rektor satu, dua, dan tiga. Namun, ada jabatan yang lebih tinggi dari seorang Rektor dan sangat besar pengaruhnya dalam mengambil sebuah kebijakan strategis tapi sangat menyebalkan. Jabatan itu diistilah dengan “Rektornya Rektor” di IAIN Ternate yang […]

  • Oleh: Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara

    MBG dan Bayang-Bayang Bread and Circuses: Jangan Sampai Rakyat Diberi Makan Lalu Lupa Bertanya

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle Zulfikran Bailussy, S.H. Ketua LBH GP Ansor Maluku Utara
    • visibility 356
    • 0Komentar

    Ada sebuah pelajaran politik dari sejarah Romawi yang menurut saya menarik untuk direnungkan dalam konteks kebijakan publik Indonesia hari ini. Lebih dari dua ribu tahun lalu, penyair Romawi Juvenal memperkenalkan istilah panem et circenses, yang kemudian dikenal luas sebagai bread and circuses atau “roti dan pertunjukan”. Istilah itu digunakan Juvenal untuk menggambarkan masyarakat yang semakin […]

  • HMI

    Arah Baru Komsariat Janabadra: HMI Komisariat Janabadra Canangkan “Rekonstruksi Arah Perkaderan” Sambut Era 5.0

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 573
    • 0Komentar

    Yogyakarta (BALENGKO), 6 Desember 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Janabadra Cabang Yogyakarta baru saja menggelar acara pelantikan pengurus periode 2025–2026. Acara ini menjadi momentum penting dengan diangkatnya tema sentral: “Rekonstruksi Arah Perkaderan Komsariat Janabadra Demi Menciptakan Kader Umat dan Kader Bangsa dalam Pergulatan 5.0.” Panggilan Jiwa untuk Pembaharuan Kaderisasi Ketua Umum HMI Komisariat […]

  • Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

    Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle FAHMIL USMAN, S.Gz.,M.Gz
    • visibility 584
    • 0Komentar

    Indonesia sedang berpacu dengan waktu untuk menurunkan prevalensi stunting demi menyelamatkan generasi masa depan. Berbagai kebijakan nasional telah digulirkan, mulai dari penguatan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi masyarakat serta makan bergizi gratis di sekolah. Namun, satu faktor krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar adalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Di beberapa daerah, […]

expand_less