Arah Baru Komsariat Janabadra: HMI Komisariat Janabadra Canangkan “Rekonstruksi Arah Perkaderan” Sambut Era 5.0
- calendar_month Sab, 6 Des 2025
- visibility 306
- comment 0 komentar

Sumber foto : Istimewa
Yogyakarta (BALENGKO), 6 Desember 2025 – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Janabadra Cabang Yogyakarta baru saja menggelar acara pelantikan pengurus periode 2025–2026. Acara ini menjadi momentum penting dengan diangkatnya tema sentral: “Rekonstruksi Arah Perkaderan Komsariat Janabadra Demi Menciptakan Kader Umat dan Kader Bangsa dalam Pergulatan 5.0.”
Panggilan Jiwa untuk Pembaharuan Kaderisasi
Ketua Umum HMI Komisariat Janabadra periode 2025–2026, Sinta Nuraini, menjelaskan bahwa tema tersebut merupakan “panggilan jiwa” untuk menjaga dan memperbarui proses kaderisasi di internal organisasi.
“Tema ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi panggilan jiwa—bahwa kaderisasi harus dirawat, diperbarui, dan diperteguh,” ujar Sinta. “Tujuannya agar dari ruang-ruang perkaderan melahirkan kader-kader yang mempunyai ketajaman intelektual dan bertanggung jawab dalam mewujudkan tujuan HMI yang termaktub dalam Anggaran Dasar Pasal 4: ‘Terbinahnya Insan Akademis, Pencipta, Pengabdian, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT’,” tegasnya.
Menjawab Tantangan Era 5.0
Perkembangan masyarakat memasuki Era 5.0 menjadi tantangan utama yang harus dijawab oleh organisasi kemahasiswaan. Era ini menuntut HMI Janabadra untuk mampu memformulasikan kualitas perkaderan yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Sinta menambahkan bahwa Era 5.0 akan memunculkan perubahan, baik positif maupun negatif, pada arah perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam. Hal ini mengisyaratkan adanya pergulatan pandangan dan gerakan-gerakan epistemic yang mendorong munculnya arah baru perkaderan sebagai respons terhadap tantangan keumatan dan kebangsaan.
Perkaderan: Jalan Suci Membentuk Insan Cita
Sinta juga memberikan penekanan kritis terhadap makna perkaderan. Menurutnya, perkaderan tidak boleh hanya dimaknai sebagai kegiatan training-training formal yang sekadar melahirkan “kader karbitan” yang minim tanggung jawab terhadap isu-isu kemanusiaan yang sedang marak.
“Perkaderan adalah jalan suci membentuk lima kualitas insan cita pada diri kader melalui perumusan pola perkaderan yang sesuai dengan kebutuhan zaman,” tutup Sinta Nuraini, menyerukan komitmen pengurus baru untuk menjalankan amanah tersebut.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar