BATOMA Datangi KemenHAM dan Komnas HAM, Tuntut Negara Hentikan Rasisme terhadap Yakob dan Yance Sayuri
- calendar_month Sel, 23 Des 2025
- visibility 257
- comment 0 komentar

Massa aksi BATOMA Jabodetabek membawa poster dan spanduk penolakan rasisme saat menggelar aksi di depan Komnas HAM RI, Jakarta, Senin (22/12/2025). Foto: Istimewa.
Jakarta (BALENGKO) — Barisan Terobos Maluku Utara (BATOMA) Jabodetabek bersama massa dari Maluku, Maluku Utara, dan Papua menggelar aksi solidaritas di Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) RI dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI, Jakarta, menolak tindakan rasisme yang menimpa pesepak bola nasional Yakob Sayuri dan Yance Sayuri.
Aksi bertajuk “Dari Timur untuk Yakob dan Yance” ini digelar sebagai respons atas maraknya ujaran rasial seperti “monyet”, “hitam”, “keriting”, dan “penghuni hutan” yang diarahkan kepada Yakob dan Yance Sayuri di stadion maupun media sosial.
Koordinator Lapangan aksi, Vinot, menegaskan bahwa ujaran tersebut merupakan bentuk dehumanisasi dan pelanggaran hak asasi manusia. Menurutnya, rasisme tidak dapat dibenarkan dalam konteks apa pun, termasuk dalam dunia sepak bola.
Usai menggelar aksi, perwakilan BATOMA mengikuti audiensi dengan KemenHAM RI. Dalam pertemuan tersebut, BATOMA menyampaikan kronologi lengkap rasisme yang dialami Yakob dan Yance Sayuri, termasuk fakta bahwa ujaran rasial juga ditujukan kepada anak Yance Sayuri yang masih di bawah umur melalui media sosial.
Audiensi tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri HAM, Yosef Sampurna Nggarang, bersama jajaran KemenHAM terkait. Pihak KemenHAM menyatakan bahwa kasus rasisme terhadap Yakob dan Yance Sayuri merupakan persoalan hak asasi manusia yang membutuhkan penanganan serius dan terkoordinasi.
KemenHAM RI menyampaikan komitmen untuk berkomunikasi dan berkoordinasi dengan PSSI serta pihak terkait di dunia sepak bola nasional guna mencegah terulangnya praktik rasisme dan memberikan perlindungan kepada atlet dan keluarganya.
Setelah dari KemenHAM RI, BATOMA melanjutkan aksi ke Komnas HAM RI. Dalam pertemuan tersebut, Komnas HAM menegaskan bahwa ujaran rasis yang menyamakan manusia dengan binatang merupakan pelanggaran HAM serius dan tidak boleh dinormalisasi.
Komnas HAM RI menyatakan akan mengambil langkah lanjutan dengan melibatkan lembaga terkait, termasuk aparat penegak hukum, guna memastikan adanya pertanggungjawaban atas tindakan rasisme tersebut.
BATOMA menilai selama ujaran rasial masih dibiarkan tanpa sanksi tegas, maka slogan “No Racism” di sepak bola Indonesia hanya akan menjadi jargon. BATOMA menegaskan negara harus hadir dan bertindak untuk menghentikan rasisme struktural dalam sepak bola nasional.
- Penulis: Redaksi Balengko Space
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Novit

Saat ini belum ada komentar