Belajar Langsung dari Jejak Sejarah: OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai Kunjungi Museum Perang Dunia II
- calendar_month 16 jam yang lalu
- visibility 70
- comment 0 komentar
- print Cetak

OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai mengunjungi Museum Perang Dunia II di Totodoku (26/7/2026) untuk memperdalam wawasan sejarah dan identitas lokal. (Source: Istimewa)
BALENGKO SPACE, MOROTAI – Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTs Negeri 1 Pulau Morotai menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Menjelajahi Sejarah” dengan mengunjungi Museum Perang Dunia II di Desa Totodoku dan Desa Juanga, Kecamatan Morotai Selatan pada Minggu (26/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan siswa tentang warisan sejarah global yang tersimpan di tanah Morotai serta memperkuat identitas lokal melalui pemahaman sejarah yang mendalam.
Kunjungan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar langsung (experiential learning) kepada siswa tentang dampak Perang Dunia II di Pasifik, khususnya di Pulau Morotai yang pernah menjadi basis militer Sekutu terbesar. Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menanamkan rasa nasionalisme, menghargai pengorbanan para pahlawan, serta memahami nilai-nilai perdamaian melalui pembelajaran sejarah yang konkret.
Ketua OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai, Siti Nurdiana Aklia, mengungkapkan bahwa melihat benda-benda peninggalan perang secara langsung memberikan kesan yang mendalam.
“Selama ini kami hanya membaca tentang Perang Dunia II di buku pelajaran. Tapi saat berdiri di hadapan artefak tua, meriam, peninggalan Jepang dan Amerika di museum ini, rasanya berbeda. Kami jadi lebih sadar bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini dibayar dengan darah dan air mata. Ini bukan sekadar cerita, tapi bukti nyata,” ujar Aklia
Pembina OSIM, Ijat Mandea menekankan bahwa kunjungan ke Museum Perang Dunia II adalah bagian integral dari pendidikan karakter siswa.
“Kami ingin siswa tidak hanya hafal tahun dan nama tokoh, tetapi mereka merasakan ‘ruh’ dari sejarah tersebut. Di museum ini, mereka belajar tentang ketangguhan, strategi, dan betapa pentingnya persatuan. Morotai memiliki sejarah dunia yang unik, dan sebagai generasi muda Morotai, mereka harus bangga dan tahu bagaimana menjaga warisan sejarah ini,” jelas Ijad
Sementara Kepala MTs Negeri 1 Pulau Morotai, Nursina Fete menyambut baik inisiatif OSIM dalam memilih lokasi belajar yang relevan dengan identitas daerah.
“Pulau Morotai adalah laboratorium sejarah alam terbuka. Dengan mengunjungi Museum Perang Dunia II, siswa kami diajak untuk mengenal jati diri daerahnya sekaligus konteks sejarah bangsa. Saya berharap setelah kegiatan ini, siswa-siswi kami menjadi duta sejarah yang mampu menceritakan kisah heroik Morotai kepada orang lain, serta menjadikan semangat juang para pejuang sebagai motivasi untuk berprestasi di bidang akademik maupun non-akademik,” tandas Nursina
Selama di museum, para siswa dipandu oleh pemandu wisata lokal yang menjelaskan kronologi kedatangan pasukan Sekutu, pertempuran udara, serta kehidupan masyarakat Morotai saat itu. Siswa juga diperbolehkan melihat koleksi artefak seperti pecahan bom, peralatan militer, dan foto-foto dokumenter langka. Antusiasme terlihat jelas saat sesi tanya jawab, di mana siswa banyak menanyakan detail strategi perang dan dampak sosial bagi warga lokal pasca-perang.

Kegiatan ditutup dengan foto bersama di depan monumen utama museum dan refleksi singkat tentang makna perdamaian. Melalui kegiatan ini, OSIM MTs Negeri 1 Pulau Morotai berharap dapat terus melestarikan memori kolektif bangsa dan menginspirasi generasi muda untuk cinta tanah air.
- Penulis: Redaksi BS
- Editor: Balengko Creative Media

Saat ini belum ada komentar