Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » RADAR KAMPUS » Sebut Jurnalis ‘Londo Ireng’, Presiden Prabowo Dikecam Koalisi AJI Yogyakarta dan Persma se-D.I.Yogyakarta

Sebut Jurnalis ‘Londo Ireng’, Presiden Prabowo Dikecam Koalisi AJI Yogyakarta dan Persma se-D.I.Yogyakarta

  • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
  • visibility 145
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

BALENGKO SPACE, YOGYAKARTA – Gelombang protes keras melayang kepada Presiden Prabowo Subianto pascapidatonya dalam peringatan Hari Lahir ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pada Kamis (23/07/2026). Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Yogyakarta bersama Koalisi Pers Mahasiswa (Persma) se-DIY mengecam penggunaan istilah “londo ireng” yang dialamatkan kepada wartawan, jurnalis, pengamat, serta organisasi masyarakat sipil.

Melalui pernyataan resmi pada Minggu (26/07/2026), koalisi menilai pelabelan pejoratif tersebut bukan sekadar retorika politik biasa, melainkan ancaman serius yang berpotensi mendelegitimasi profesi jurnalis yang menjalankan fungsi kontrol sosial (watchdog) terhadap kekuasaan.

“Pelabelan negatif terhadap wartawan dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap media independen, sekaligus menjadi pembenaran bagi meningkatnya intimidasi, kekerasan, hingga kriminalisasi terhadap jurnalis di lapangan,” tegas perwakilan koalisi pers dalam keterangan tertulisnya.

Koalisi mengingatkan bahwa dalam negara demokrasi, fungsi pengawasan pers dijamin penuh oleh Pasal 28F UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Kritik atas kebijakan negara tidak sepatutnya disamakan dengan aksi anti-negara atau distigmatisasi sebagai bentuk pengkhianatan.

Soroti Sensor Media dan Regulasi Berbahaya

Selain retorika pejabat publik, AJI Yogyakarta dan Persma se-DIY juga menyoroti maraknya kebijakan administratif yang dinilai membuka keran penyensoran media. Salah satu yang disorot tajam adalah Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang PSTE serta Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026.

Regulasi tersebut baru-baru ini dijadikan dasar pemblokiran konten jurnalistik milik Magdalene.co, yang dinilai menjadi preseden buruk bagi kebebasan berekspresi dan hak masyarakat atas informasi independen.

Lima Tuntutan Koalisi Pers

Menyikapi eskalasi tekanan terhadap kebebasan pers di Indonesia, Koalisi Persma se-DIY—yang terdiri dari 13 Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) kampus ternama seperti UGM, UIN Sunan Kalijaga, UII, UNY, dan ISI,bersama AJI Yogyakarta melayangkan lima tuntutan tegas:

  1. Mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengasosiasikan wartawan, jurnalis, pengamat, dan organisasi masyarakat sipil dengan istilah “londo ireng” karena berpotensi mendelegitimasi profesi jurnalistik dan mengancam kebebasan pers.
  2. Mendesak Presiden Prabowo Subianto menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf kepada komunitas pers atas pernyataan yang dapat ditafsirkan sebagai bentuk stigmatisasi terhadap kerja jurnalistik.
  3. Mendesak pemerintah menjamin perlindungan terhadap jurnalis serta menghormati kemerdekaan pers sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
  4. Mendesak pemerintah mencabut kebijakan dan regulasi yang membuka ruang penyensoran terhadap informasi publik, termasuk mengevaluasi implementasi PP. Nomor 71 Tahun 2019 dan mencabut Keputusan Menteri Komunikasi dan Digital Nomor 127 Tahun 2026 yang menjadi dasar pemblokiran media.
  5. Mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kemerdekaan pers sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi dan hak publik atas informasi.

“Kemerdekaan pers bukanlah hak istimewa wartawan, melainkan hak seluruh warga negara untuk memperoleh informasi yang benar dan bebas dari campur tangan kekuasaan. Ketika pers dibungkam, publiklah yang paling dirugikan,” tutup koalisi.

(BS/Red)

  • Penulis: Redaksi Balengko Space
  • Editor: Tim Redaksi Balengko Creative Media

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, saat berada di lokasi pengecekan stok beras di Gudang Bulog pada Kamis (8/1/2026), sebagai persiapan penyaluran bantuan bagi korban banjir di Kabupaten Halmahera Barat. Sumber: Istimewa Play Button

    Pemprov Maluku Utara Mulai Salurkan Bantuan Korban Banjir di Halmahera Barat

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 459
    • 0Komentar

    Ternate (BALENGKO) – Sehari pasca banjir yang menerjang Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai melakukan langkah cepat penanganan dengan menyalurkan bantuan bagi warga terdampak. Pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 09.10 WIT, Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, melakukan pengecekan langsung stok beras di Gudang Bulog sebagai persiapan distribusi bantuan […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Tiga Kampus Besar di Maluku Utara Gelar Sparing Debat Hukum, Bahas 21 Isu Strategis Nasional

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 371
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Tiga lembaga debat hukum dari universitas terkemuka di Provinsi Maluku Utara sukses menggelar kolaborasi akbar bertajuk “Sparing Debat Hukum 2026”. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, 15–19 Januari 2026 ini, bertujuan untuk mencetak generasi muda yang kritis dan peka terhadap dinamika ketatanegaraan nasional. Kolaborasi ini melibatkan tiga organisasi kemahasiswaan, yakni Centre for […]

  • Sumber foto ilustrasi : Istimewa

    LBH Ansor Minta Kejati Malut Telusuri Dugaan Jual Beli Proyek yang Seret Nama Dewas PDAM Ternate

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 278
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO)— Dugaan praktik lancung dalam tata kelola proyek di lingkungan Pemerintah Kota Ternate kini tengah menjadi sorotan tajam. Hal ini menyusul beredarnya rekaman percakapan telepon yang diduga melibatkan oknum Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Air Minum Ake Gaale berinisial HM, yang disinyalir membicarakan pengondisian paket pekerjaan. Praktisi Hukum sekaligus Sekretaris LBH Ansor Maluku Utara, Ramadhan […]

  • Rudini Madjid Maju Ketua GP Ansor Ternate Konfercab V

    Dukungan Menguat, Rudini Madjid Siap Rebut Kepemimpinan GP Ansor Kota Ternate

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 76
    • 0Komentar

    BALENGKOSPACE.COM, TERNATE – Gelaran Konferensi Cabang (Konfercab) V Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Ternate dipastikan bakal berlangsung hangat. Kader muda potensial, Rudini Madjid, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk bertarung merebut posisi Ketua PC GP Ansor Kota Ternate dalam forum tertinggi tingkat cabang yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (13/09/2026). Langkah Rudini kian mantap […]

  • Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

    Darurat Sanitasi dan Sampah: Ancaman Nyata Penurunan Stunting di Kota Ternate

    • calendar_month Jumat, 2 Mei 2025
    • account_circle FAHMIL USMAN, S.Gz.,M.Gz
    • visibility 536
    • 0Komentar

    Indonesia sedang berpacu dengan waktu untuk menurunkan prevalensi stunting demi menyelamatkan generasi masa depan. Berbagai kebijakan nasional telah digulirkan, mulai dari penguatan intervensi gizi, kesehatan ibu dan anak, hingga edukasi masyarakat serta makan bergizi gratis di sekolah. Namun, satu faktor krusial yang masih menjadi pekerjaan rumah besar adalah sanitasi dan pengelolaan sampah. Di beberapa daerah, […]

  • Source : Istimewa

    Gal-Da: Ruang Hidup Elit vs Mimpi Otonomi Rakyat

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Asbar Kuseke
    • visibility 337
    • 0Komentar

    Semangat Perjuangan yang Tersandera DOB Galela Loloda (Galda) bukan sekadar wacana administratif; ia adalah “lonceng pengingat” sejak Deklarasi 2011 di Galela Selatan. Perjuangan ini lahir dari kolektivisme moral dan ekonomi masyarakat yang masif. Namun, sangat disayangkan jika energi besar dari para tokoh lintas sektor—politik, intelektual, hingga agamawan—kini seolah terbentur tembok kepentingan elit yang tidak linier […]

expand_less