Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?
- calendar_month Kam, 15 Jan 2026
- visibility 261
- comment 0 komentar

(Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023. Sumber foto : Istimewa
Berkaitan dengan Klaim transformasi PMII memicu perdebatan mendalam tentang seberapa jauh transformasi tersebut benar-benar mengubah perspektif gerakan mahasiswa. Ada beberapa pengamat yang berpendapat bahwa perubahan yang terjadi hanya bersifat sementara dan terbatas pada perbaikan mekanisme organisasi dan pendekatan gerakan, tanpa mengubah tujuan atau prinsip ideologis dasar PMII. Namun demikian, perlu dicatat bahwa perubahan yang terjadi menunjukkan penyesuaian strategis terhadap tuntutan zaman. Ini memungkinkan PMII untuk tetap relevan dalam menangani berbagai masalah saat ini yang dihadapi mahasiswa Indonesia, seperti penurunan kualitas pendidikan, ketidakadilan sosial, dan peningkatan kesenjangan ekonomi.
Pada dasarnya, polemik ini menunjukkan dilema antara mempertahankan idealisme yang mendasari gerakan mahasiswa dan mencoba menyesuaikan diri dengan perubahan yang terjadi dalam lingkungan sosial, politik, dan ekonomi yang semakin kompleks. Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa secara menyeluruh apakah perubahan yang terjadi dalam PMII selama “Era Baru” ini benar-benar membawa perubahan besar atau sekadar perubahan organisasi yang tidak cukup besar untuk mengubah arah gerakan mahasiswa secara mendasar. Pada akhirnya, keberhasilan transformasi ini sangat bergantung pada kemampuan PMII untuk menyesuaikan nilai-nilai dasar yang diwariskan dengan tuntutan zaman yang berubah.
Perubahan Paradigma dalam Gerakan PMII
PMII didirikan pada tahun 1960 dan merupakan organisasi yang dilandasi oleh komitmen untuk perjuangan sosial, keagamaan, dan kebangsaan. Namun, keraguan tentang kemampuan PMII untuk menyesuaikan diri muncul seiring dengan kemajuan dan perubahan sosial-politik di Indonesia. Di era modern, masalah sosial-politik semakin rumit. Ini mencakup berbagai masalah seperti ketimpangan sosial, politik identitas, dan kemajuan teknologi yang cepat. Apakah PMII telah mengadopsi pendekatan klasik untuk gerakan, yang menekankan demonstrasi publik dan tindakan langsung di lapangan, atau apakah itu telah mengadopsi pendekatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini?
Sebagai contoh, memasukkan teknologi dan media sosial ke dalam strategi gerakan sekarang menjadi orientasi baru yang sangat penting.
- Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
- Editor: Redaktur Balengko Creative Media
- Sumber: Mursid Puko

Saat ini belum ada komentar