Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 578
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


Organisasi yang ingin bertahan hidup harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyuarakan nilai-nilainya dan memperluas jejaring keanggotaan. Namun, pertanyaannya adalah apakah PMII telah memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal untuk membangun gerakan yang lebih modern dan peka terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat modern, atau malah tetap berpegang pada pola gerakan konvensional yang lebih mengutamakan metode tradisional.

Romantisme Sejarah: Mencari Cara Baru atau Menghidupkan Citra Masa Lalu?
Terlepas dari fakta bahwa PMII memiliki latar belakang perjuangan yang luar biasa, ada kemungkinan bahwa organisasi ini terlalu mengagungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu tanpa mempertimbangkan relevansinya dalam konteks saat ini. Namun, timbul pertanyaan apakah nilai-nilai tersebut masih dapat diterapkan secara efektif untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat saat ini?
Sebagai ilustrasi, prinsip-prinsip seperti perjuangan untuk menegakkan keadilan masyarakat dan menentang imperialisme masih relevan; namun, bagaimana mereka digunakan dalam perjuangan mereka? Apakah PMII tetap berpegang pada tradisi lama atau telah berusaha membuat rencana baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini?

Dua elemen penting yang harus dipelajari secara menyeluruh dalam situasi ini. Di satu sisi, mempertahankan warisan sejarah dapat memperkuat identitas PMII dan menumbuhkan rasa bangga anggota. Namun demikian, jika organisasi terlalu berfokus pada masa lalu dan mengabaikan pentingnya penyesuaian, pergerakan PMII mungkin menjadi stagnan dan tidak lagi menarik bagi generasi muda.

Kemunduran dalam Cara Berpikir Kader PMII: Kualitas Pemikiran Menurun?
Kemerosotan kualitas intelektual anggota PMII adalah masalah lain yang sangat penting. Salah satu kritik yang sering diberikan adalah bahwa sebagian besar anggota PMII tidak memiliki kemampuan berpikir kritis yang diperlukan untuk mempelajari berbagai dinamika sosial-politik yang berkembang di masyarakat. Anggota cenderung lebih tertarik pada rutinitas organisasi dan kegiatan internal, sementara peran mereka sebagai transformasi sosial semakin dilupakan. Kondisi ini mempengaruhi kualitas advokasi yang dihasilkan, karena pergerakan yang tidak dilandasi oleh pemikiran yang mendalam akan sulit melakukan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan perubahan sosial.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Foto: Jamaah IKA-PMII Kota Tidore Kepulauan bersama warga Nahdliyin mengikuti Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025).

    Sambut Tahun Baru 2026, IKA-PMII Tikep Gelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Tidore Kepulauan (BALENGKO) – Menyambut pergantian Tahun Baru 2026, Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) menggelar Istighosah Ukhuwah Islamiyah di Masjid Al Istiqamah, Kelurahan Cobodoe, Jumat (26/12/2025). Istighosah dipimpin oleh Kiai Anim Fatahna dan berlangsung khidmat. Kehadiran sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama (NU) turut menambah semangat jamaah yang memadati masjid. Dalam […]

  • Pembangunan Masjid Pas Ipa Belum Rampung, Warga Minta Penjelasan

    Pembangunan Masjid Pas Ipa Belum Rampung, Warga Minta Penjelasan

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 1.012
    • 0Komentar

    “Anggarannya cukup besar, tetapi fisik di lapangan belum menunjukkan kemajuan signifikan. Kami menduga dana sudah terserap, namun hasilnya tidak sesuai harapan,” ujar Mursid kepada redaksi, Rabu (25/6/2025). Ia mendesak agar Badan Kesra Setda dan Inspektorat Kabupaten Kepulauan Sula segera melakukan audit dan investigasi terhadap pelaksanaan proyek tersebut. “Kami menuntut transparansi dan pertanggungjawaban. Pemerintah harus menjamin […]

  • Source : singgahkemasjid.blogspot.com

    Masjid Raya Baiturrahman Morotai: Infrastruktur Besar yang Belum Optimal untuk Shalat Idul Fitri

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Akbar Mangoda (Ketua DPD Partai Amanat Nasional Pulau Morotai)
    • visibility 408
    • 0Komentar

    Setiap kota yang mayoritas penduduknya beragama Islam umumnya memiliki satu bangunan yang bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga simbol peradaban umat. Bangunan itu adalah masjid raya. Ia tidak hanya menjadi tempat shalat lima waktu, tetapi juga pusat aktivitas keagamaan, ruang pertemuan umat, serta simbol kehadiran Islam dalam kehidupan sosial. Karena itu, ketika hari raya seperti […]

  • UNUTARA Buka PMB 2026/2027: Ini Jadwal dan Syaratnya

    UNUTARA Buka PMB 2026/2027: Ini Jadwal dan Syaratnya

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 575
    • 0Komentar

    TERNATE (BALENGKO) – Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) resmi membuka pintu bagi generasi muda untuk mengenyam pendidikan tinggi melalui Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026/2027. Kampus yang berlokasi strategis di Jalan Cempaka, Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate ini hadir sebagai solusi bagi masyarakat yang ingin kuliah berkualitas tanpa biaya tinggi . Salah satu daya […]

  • Gebyar Pasar Murah Ternate: Gubernur Maluku Utara Berikan 10.000 Paket Sembako Murah

    Gebyar Pasar Murah Ternate: Gubernur Maluku Utara Berikan 10.000 Paket Sembako Murah

    • calendar_month Minggu, 23 Mar 2025
    • account_circle Fairy Sinta
    • visibility 321
    • 0Komentar

    Ternate, (22/3/25) – Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe menggelar Gebyar Pasar Murah di Ternate untuk menyambut Ramadan 1446 H. Program ini merupakan bagian dari Safari Ramadan yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di beberapa kabupaten di Maluku Utara. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku Utara menginisiasi kegiatan ini dengan menyediakan […]

  • Sumber foto : Istimewa

    Wacana Polri di Bawah Kementerian Dinilai Kontraproduktif dan Ancam Independensi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 115
    • 0Komentar

    JAKARTA (BALENGKO) – Wacana transformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi kementerian kembali memicu polemik. Pengamat politik Nashrullah menilai gagasan yang muncul dalam Rapat Kerja Polri bersama Komisi III DPR RI tersebut tidak rasional dan berpotensi melemahkan kedaulatan negara. “Menjadikan Polri sebagai kementerian bukan solusi, melainkan bentuk pelemahan institusi. Reformasi Polri seharusnya fokus pada penguatan kinerja, […]

expand_less