Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 986
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


Organisasi yang ingin bertahan hidup harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyuarakan nilai-nilainya dan memperluas jejaring keanggotaan. Namun, pertanyaannya adalah apakah PMII telah memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal untuk membangun gerakan yang lebih modern dan peka terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat modern, atau malah tetap berpegang pada pola gerakan konvensional yang lebih mengutamakan metode tradisional.

Romantisme Sejarah: Mencari Cara Baru atau Menghidupkan Citra Masa Lalu?
Terlepas dari fakta bahwa PMII memiliki latar belakang perjuangan yang luar biasa, ada kemungkinan bahwa organisasi ini terlalu mengagungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu tanpa mempertimbangkan relevansinya dalam konteks saat ini. Namun, timbul pertanyaan apakah nilai-nilai tersebut masih dapat diterapkan secara efektif untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat saat ini?
Sebagai ilustrasi, prinsip-prinsip seperti perjuangan untuk menegakkan keadilan masyarakat dan menentang imperialisme masih relevan; namun, bagaimana mereka digunakan dalam perjuangan mereka? Apakah PMII tetap berpegang pada tradisi lama atau telah berusaha membuat rencana baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini?

Dua elemen penting yang harus dipelajari secara menyeluruh dalam situasi ini. Di satu sisi, mempertahankan warisan sejarah dapat memperkuat identitas PMII dan menumbuhkan rasa bangga anggota. Namun demikian, jika organisasi terlalu berfokus pada masa lalu dan mengabaikan pentingnya penyesuaian, pergerakan PMII mungkin menjadi stagnan dan tidak lagi menarik bagi generasi muda.

Kemunduran dalam Cara Berpikir Kader PMII: Kualitas Pemikiran Menurun?
Kemerosotan kualitas intelektual anggota PMII adalah masalah lain yang sangat penting. Salah satu kritik yang sering diberikan adalah bahwa sebagian besar anggota PMII tidak memiliki kemampuan berpikir kritis yang diperlukan untuk mempelajari berbagai dinamika sosial-politik yang berkembang di masyarakat. Anggota cenderung lebih tertarik pada rutinitas organisasi dan kegiatan internal, sementara peran mereka sebagai transformasi sosial semakin dilupakan. Kondisi ini mempengaruhi kualitas advokasi yang dihasilkan, karena pergerakan yang tidak dilandasi oleh pemikiran yang mendalam akan sulit melakukan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan perubahan sosial.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Santri Darul Falah Ternate Borong Juara 1 di STQH ke-VIII Pulau Morotai

    Santri Darul Falah Ternate Borong Juara 1 di STQH ke-VIII Pulau Morotai

    • calendar_month Kamis, 22 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 715
    • 0Komentar

    Balengko Space – Dua santri Pondok Pesantren Darul Falah Ternate meraih juara pertama dalam Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadis (STQH) ke-VIII tingkat Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Ajang ini berlangsung pada 19–21 Mei 2025 dan diikuti peserta dari berbagai daerah di Provinsi Maluku Utara. M. Maulana Zaelawat meraih Juara 1 pada cabang 500 Hadits. Sementara […]

  • Diduga Terjadi Pengrusakan dan Penyerobotan Tanah di Tanabara, Mamboro: Kasus Dilaporkan ke Polsek

    Diduga Terjadi Pengrusakan dan Penyerobotan Tanah di Tanabara, Mamboro: Kasus Dilaporkan ke Polsek

    • calendar_month Sabtu, 31 Mei 2025
    • account_circle Arafik Ramli
    • visibility 1.397
    • 0Komentar

    (balengkospace.com) Mamboro, 31 Mei 2025 — Lima warga Desa Susu Wendewa melaporkan sekelompok orang atas dugaan pengrusakan dan penyerobotan tanah adat di wilayah Tanabara, Kecamatan Mamboro. Mereka mendatangi Polsek Mamboro pada Sabtu (24/5) setelah menemukan pagar kebun milik mereka hancur dan sebuah pondok berdiri di atas lahan, yang sudah di tanami pohon mahoni, pohon Jati […]

  • Penulis : Fahmil Usman Source : Istimewa

    Menghadapi Obesitas Tidak Cukup Hanya dengan Edukasi

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Fahmil Usman
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Peringatan World Obesity Day 2026 kembali mengingatkan bahwa obesitas bukan sekadar persoalan gaya hidup individu. Selama ini, narasi yang berkembang di masyarakat sering kali menyederhanakan obesitas sebagai akibat dari kurangnya disiplin dalam menjaga pola makan atau kurangnya aktivitas fisik. Padahal, realitasnya jauh lebih kompleks. Lingkungan pangan, kebijakan pemerintah, serta strategi industri makanan dan minuman memiliki […]

  • “Sembuh”: Buku Inspiratif Nurul Hafizatul untuk Perjalanan Pemulihan Diri

    “Sembuh”: Buku Inspiratif Nurul Hafizatul untuk Perjalanan Pemulihan Diri

    • calendar_month Senin, 20 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 708
    • 0Komentar

    Proses pemulihan diri adalah perjalanan panjang yang membutuhkan ketulusan, keberanian, dan introspeksi. Dalam buku terbarunya berjudul “Sembuh”, Nurul Hafizatul mengajak pembaca untuk merenung, belajar, dan memahami bahwa setiap individu memiliki cara dan waktu yang unik untuk menyembuhkan luka-luka kehidupannya. Berikut adalah wawancara eksklusif dengan Nurul Hafizatul, yang mengungkapkan inspirasi, pesan, dan pendekatan di balik buku […]

  • Oleh: Fahrul Abd. Muid Penulis adalah Direktur Bajo Institut Maluku Utara

    Analisis Kritis 1 Tahun 8 Bulan Kepemimpinan Sherly Tjoanda

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Oleh: Fahrul Abd. Muid Penulis adalah Direktur Bajo Institut Maluku Utara
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Masih adanya kesenjangan antara Sofifi (ibu kota Provinsi) dengan daerah-daerah kepulauan terpencil menunjukkan bahwa distribusi kekayaan belum merata. Selain itu, fokus pada pembangunan fisik seringkali mengabaikan penguatan sumber daya manusia (SDM). Tanpa peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan yang fundamental, bonus demografi Maluku Utara berisiko menjadi beban daripada aset. Program “Jaga Desa” yang diapresiasi sebagai langkah […]

  • Kegiatan Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I di depan Lab Pendidikan Geografi Unkhair, anggota membaca dan berdiskusi untuk tingkatkan literasi.

    Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I Tingkatkan Literasi Anggota

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Agung Selang
    • visibility 652
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE– Ternate, (15/8/25), Lapak Baca GMKI Komisariat Unkhair I menjadi program literasi rutin untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Kegiatan ini berlangsung pada 13 Agustus 2025 di depan ruang Lab Pendidikan Geografi, Universitas Khairun. Pengurus menyediakan berbagai buku sosial, novel, dan pendalaman Alkitab. Peserta membaca buku pilihan, lalu mempresentasikan ringkasan bacaan […]

expand_less