Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 579
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


Organisasi yang ingin bertahan hidup harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyuarakan nilai-nilainya dan memperluas jejaring keanggotaan. Namun, pertanyaannya adalah apakah PMII telah memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal untuk membangun gerakan yang lebih modern dan peka terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat modern, atau malah tetap berpegang pada pola gerakan konvensional yang lebih mengutamakan metode tradisional.

Romantisme Sejarah: Mencari Cara Baru atau Menghidupkan Citra Masa Lalu?
Terlepas dari fakta bahwa PMII memiliki latar belakang perjuangan yang luar biasa, ada kemungkinan bahwa organisasi ini terlalu mengagungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu tanpa mempertimbangkan relevansinya dalam konteks saat ini. Namun, timbul pertanyaan apakah nilai-nilai tersebut masih dapat diterapkan secara efektif untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat saat ini?
Sebagai ilustrasi, prinsip-prinsip seperti perjuangan untuk menegakkan keadilan masyarakat dan menentang imperialisme masih relevan; namun, bagaimana mereka digunakan dalam perjuangan mereka? Apakah PMII tetap berpegang pada tradisi lama atau telah berusaha membuat rencana baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini?

Dua elemen penting yang harus dipelajari secara menyeluruh dalam situasi ini. Di satu sisi, mempertahankan warisan sejarah dapat memperkuat identitas PMII dan menumbuhkan rasa bangga anggota. Namun demikian, jika organisasi terlalu berfokus pada masa lalu dan mengabaikan pentingnya penyesuaian, pergerakan PMII mungkin menjadi stagnan dan tidak lagi menarik bagi generasi muda.

Kemunduran dalam Cara Berpikir Kader PMII: Kualitas Pemikiran Menurun?
Kemerosotan kualitas intelektual anggota PMII adalah masalah lain yang sangat penting. Salah satu kritik yang sering diberikan adalah bahwa sebagian besar anggota PMII tidak memiliki kemampuan berpikir kritis yang diperlukan untuk mempelajari berbagai dinamika sosial-politik yang berkembang di masyarakat. Anggota cenderung lebih tertarik pada rutinitas organisasi dan kegiatan internal, sementara peran mereka sebagai transformasi sosial semakin dilupakan. Kondisi ini mempengaruhi kualitas advokasi yang dihasilkan, karena pergerakan yang tidak dilandasi oleh pemikiran yang mendalam akan sulit melakukan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan perubahan sosial.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KH. Sarbin Sehe Langsung Tinjau Jamaah Haji Sakit di Makassar, Dinyatakan Siap Terbang ke Tanah Suci Play Button

    KH. Sarbin Sehe Langsung Tinjau Jamaah Haji Sakit di Makassar, Dinyatakan Siap Terbang ke Tanah Suci

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Balengko Space
    • visibility 643
    • 0Komentar

    Makassar (balengkospace.com) – Wakil Gubernur Maluku Utara, KH. Sarbin Sehe, mengunjungi jamaah haji asal Maluku Utara yang mengalami sakit saat transit di Makassar. Kunjungan berlangsung di Asrama Haji Sudiang, Jumat (9/5/2025) pukul 09.30 WITA. Tim medis menyatakan jamaah tersebut telah pulih dan dinyatakan siap berangkat ke Tanah Suci sesuai jadwal yang ditetapkan. Usai memastikan kondisi […]

  • AKSI SOLIDARITAS: Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam BEM Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) menggelar aksi unjuk rasa di depan Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (24/2/2026). Aksi ini menuntut keadilan atas meninggalnya Arianto Tawakal di Maluku serta menolak tindakan represif kepolisian. (Foto: Istimewa)

    Solidaritas Kasus Arianto, BEM UMT Gelar Aksi Damai di Depan Polres Metro Tangerang Kota

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Agung Gumelar
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Respons Kapolres Metro Tangerang Kota Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol. Raden Muhammad Jauhari, menemui langsung massa aksi untuk memberikan tanggapan. Beliau menyampaikan permohonan maaf atas ketidakprofesionalan oknum di Maluku dan menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku tengah berjalan di Polda Maluku. Terkait institusi yang dipimpinnya, Kombes Pol. Jauhari menyatakan komitmen penuh untuk melakukan evaluasi […]

  • Tabaru Meletus lagi : Warga Desa Goin berjaga dalam kewaspadaan

    Tabaru Meletus lagi : Warga Desa Goin berjaga dalam kewaspadaan

    • calendar_month Sabtu, 11 Jan 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 732
    • 0Komentar

    Sumber foto : Wilton Nyoma Halmahera Barat : Sabtu (11/1/25) Gunung Tabaru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan meletus dan memuntahkan awan panas pada pukul 19.50 WIT. Erupsi kali ini memunculkan pemandangan dramatis dengan lava pijar, gumpalan awan, dan abu vulkanik yang menyelimuti Desa Goin, Kecamatan Ibu, Halmahera Barat. Wilton Nyoma, salah seorang warga Desa Goin, […]

  • Akbar Mangoda

    Bukan Sekadar Jaga Harga, Akbar Mangoda Minta Pasar Murah Morotai Jadi Penyelamat Nasib Petani Lokal

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 159
    • 0Komentar

    PULAU MOROTAI (BALENGKO)– Ketua Formatur DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pulau Morotai, Moh. Akbar Mangoda, memberikan apresiasi atas langkah Pemerintah Daerah (Pemda) dalam menyelenggarakan Gerakan Pasar Murah menjelang bulan suci Ramadhan. Namun, ia menekankan agar momentum ini tidak sekadar menjadi ajang menjaga stabilitas harga, tetapi juga instrumen untuk menyejahterakan petani lokal. Akbar menyarankan agar […]

  • Source : Istimewa

    PERKADERAN HMI SEBAGAI LABORATORIUM INTELEKTUAL DANGAGASAN KEBANGSAAN

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Madarudin Lapandewa
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Secara umum, perkaderan sebagai pelatihan di HMI bertujuan untuk mencapai tujuan pelatihan itu sendiri dengan kerangka materi sebagai sumber wawasan dan aktualisasinya pada sesi bersama instruktur. Maka peran instruktur dan fungsi sesi MoT menjadi kunci dalam keberhasilan pelatihan di HMI dan instruktur harus benar-benar menguasai materi serta metode penilaian peserta. Relevan pada metode penilaian pada […]

  • Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

    Adagium “Dia Tidak Berpendidikan, Pantas Akhlaknya Buruk”

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Rabbiul Nguna Nguna
    • visibility 724
    • 0Komentar

    Pendidikan sering kali dilekatkan pada perilaku baik dan terpuji. Karena itu, ketika seseorang memasuki dunia pendidikan formal baik Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), maupun Sekolah Menengah Atas (SMA) ia kerap dicap sebagai pribadi baik. Terlebih lagi apabila seorang anak melanjutkan studi hingga perguruan tinggi, ia hampir pasti dianggap sebagai sosok paling bermoral dan berakhlak terpuji.

expand_less