Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » OPINI » Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

Era Baru PMII: Menggugat Paradigma Gerakan atau Sekadar Romantisme Sejarah?

  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 854
  • comment 0 komentar
  • print Cetak


Organisasi yang ingin bertahan hidup harus mampu memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk menyuarakan nilai-nilainya dan memperluas jejaring keanggotaan. Namun, pertanyaannya adalah apakah PMII telah memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal untuk membangun gerakan yang lebih modern dan peka terhadap berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat modern, atau malah tetap berpegang pada pola gerakan konvensional yang lebih mengutamakan metode tradisional.

Romantisme Sejarah: Mencari Cara Baru atau Menghidupkan Citra Masa Lalu?
Terlepas dari fakta bahwa PMII memiliki latar belakang perjuangan yang luar biasa, ada kemungkinan bahwa organisasi ini terlalu mengagungkan nilai-nilai perjuangan masa lalu tanpa mempertimbangkan relevansinya dalam konteks saat ini. Namun, timbul pertanyaan apakah nilai-nilai tersebut masih dapat diterapkan secara efektif untuk mengatasi berbagai masalah sosial yang dihadapi masyarakat saat ini?
Sebagai ilustrasi, prinsip-prinsip seperti perjuangan untuk menegakkan keadilan masyarakat dan menentang imperialisme masih relevan; namun, bagaimana mereka digunakan dalam perjuangan mereka? Apakah PMII tetap berpegang pada tradisi lama atau telah berusaha membuat rencana baru yang lebih sesuai dengan kebutuhan saat ini?

Dua elemen penting yang harus dipelajari secara menyeluruh dalam situasi ini. Di satu sisi, mempertahankan warisan sejarah dapat memperkuat identitas PMII dan menumbuhkan rasa bangga anggota. Namun demikian, jika organisasi terlalu berfokus pada masa lalu dan mengabaikan pentingnya penyesuaian, pergerakan PMII mungkin menjadi stagnan dan tidak lagi menarik bagi generasi muda.

Kemunduran dalam Cara Berpikir Kader PMII: Kualitas Pemikiran Menurun?
Kemerosotan kualitas intelektual anggota PMII adalah masalah lain yang sangat penting. Salah satu kritik yang sering diberikan adalah bahwa sebagian besar anggota PMII tidak memiliki kemampuan berpikir kritis yang diperlukan untuk mempelajari berbagai dinamika sosial-politik yang berkembang di masyarakat. Anggota cenderung lebih tertarik pada rutinitas organisasi dan kegiatan internal, sementara peran mereka sebagai transformasi sosial semakin dilupakan. Kondisi ini mempengaruhi kualitas advokasi yang dihasilkan, karena pergerakan yang tidak dilandasi oleh pemikiran yang mendalam akan sulit melakukan kontribusi yang signifikan untuk mewujudkan perubahan sosial.

  • Penulis: (Fahri Sibua) Sekretaris Cabang PMII Pasifik Morotai Periode 2022-2023
  • Editor: Redaktur Balengko Creative Media
  • Sumber: Mursid Puko

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Source : Istimewa

    Partisipasi tak bermakna, penetapan hakim mahkamah konstitusi secara ugal-ugalan.

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Yuridin, Kader HMI Yogyakarta.
    • visibility 635
    • 0Komentar

    Namun, dinamika hukum dan politik dalam tubuh Mahkamah konstitusi preseden belakangan ini betapa menunjukkan tidak steril dari tarik menarik kepentingan kekuasaan, sehingga menimbulkan pertanyaan serius mengenai independensi, integritas, konsistensi dalam menjaga konstitusi. Dari tahun 2023 Sebanyak hakim MK di jatuhi sanksi etik berupa teguran lisan dan di copot dari jabatannya. misalnya dalam menangani 4 perkara […]

  • Source : Istimewa

    GP Ansor Halsel: Penegakan Hukum Harus Objektif, Jangan Tunduk pada Tekanan Eksternal

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Mursid Puko
    • visibility 197
    • 0Komentar

    HALMAHERA SELATAN (BALENGKO) – Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) angkat bicara mengenai pentingnya menjaga marwah hukum dari intervensi luar. Sekretaris PC GP Ansor Halsel, Irfandi R. Hi. Mustafa, menegaskan bahwa asas legalitas harus menjadi panglima dalam setiap penanganan perkara pidana. Pernyataan ini disampaikan Irfandi merespons dinamika hukum yang tengah berkembang […]

  • Roni Zaenuri

    Wacana Revisi Perda Miras dan Pelacuran Ditentang, SAPMA PP: Bisa Rusak Moral Generasi

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 212
    • 0Komentar

    Kota Tangerang (BALENGKO) — Wacana revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 7 Tahun 2005 tentang Pelarangan Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol serta Perda Nomor 8 Tahun 2005 tentang Pelarangan Pelacuran menuai penolakan dari berbagai pihak. Kedua perda tersebut rencananya masuk dalam Program Legislasi Daerah (Prolegda) Kota Tangerang tahun 2026. Namun, sejumlah elemen masyarakat menilai revisi aturan […]

  • Source : Istimewa

    Kemiskinan Guru Besar di IAIN Ternate: Alarm Serius Dunia Akademik Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Fahrul Abd Muid Penulis adalah Dosen IAIN Ternate & Wakil Ketua GP. Ansor Malut
    • visibility 438
    • 0Komentar

     Berdasarkan fakta ini maka IAIN Ternate akan mengalami kesulitan yang amat serius untuk bisa meningkatkan peringkatnya, baik di tingkat lokal, nasional dan boro-boro tingkat internasional. Jika IAIN Ternate tidak memiliki Guru Besar yang berkualitas. Seyogyanya kepemimpinan IAIN Ternate sepanjang empat tahun sebelumnya selayaknya telah lahir empat orang dosen kita yang menjadi Guru Besar. Tapi justru […]

  • Dua Hari Lebih Listrik Padam Total, Warga Pulau Muari Kayoa Barat Menjelis dan Tuntut Respons Cepat PLN

    Dua Hari Lebih Listrik Padam Total, Warga Pulau Muari Kayoa Barat Menjelis dan Tuntut Respons Cepat PLN

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle Redaksi Balengko Space
    • visibility 79
    • 0Komentar

    BALENGKO SPACE, KAYOA BARAT – Jeritan masyarakat kawasan pesisir dan kepulauan terkait pelayanan dasar kembali mencuat. Warga di Pulau Muari, khususnya yang bermukim di Desa Bokimiake, Kecamatan Kayoa Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, mengeluhkan pemadaman listrik total yang berlangsung sejak 27 hingga 29 Juli 2026. Pemadaman listrik berhari-hari yang kerap berulang dalam beberapa waktu terakhir ini […]

  • DOB Kabupaten Kepulauan Obi: Masyarakat Joronga Desak Integrasi Demi Pembangunan

    DOB Kabupaten Kepulauan Obi: Masyarakat Joronga Desak Integrasi Demi Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 27 Apr 2025
    • account_circle Muzstakim
    • visibility 540
    • 0Komentar

    Ternate, 27 April 2025 – Fahrul Abd Muid (Direktur Bajo Institut Maluku Utara) dan Rahim Yasim (Mantan Staf Khusus Bupati Halmahera Selatan) mendesak pemerintah memasukkan Kecamatan Kepulauan Joronga ke dalam Daerah Otonomi Baru (DOB) Kabupaten Kepulauan Obi. Mereka menilai, integrasi ini akan mempercepat pembangunan dan mempermudah pelayanan publik bagi warga Joronga. Fahrul menegaskan, jarak geografis Joronga lebih dekat ke Obi daripada ke pusat […]

expand_less